Note: forwarded message attached.

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 
--- Begin Message ---
http://www.jurnalpe rempuan.com/ yjp.jpo/? act=berita% 7C-708%7CX5
Selasa, 17 Oktober 2006
Langkah KPI untuk Televisi Tidak “Ramah Perempuan”
Jurnalis: Henny Irawati

Jurnalperempuan. com-Jakarta. Hari ini saya mempunyai masalah dalam 
mengidentifikasi diri saya dengan tokoh-tokoh di televisi, ungkap Amelia Day 
dalam sebuah diskusi panel yang ditujukan untuk insan media bertema 
"Sosialisasi Pengarusutamaan Gender untuk Percepatan Terwujudnya Kesetaraan 
Gender di Indonesia melalui Wahana Media", di Hotel Menara Peninsula, Sabtu, 
(14/10) . Iklan, terangnya, menuntut perempuan hadir dengan kulit putih, rambut 
lurus, dan berbadan langsing sebagaimana laiknya idaman laki-laki. Sinetron 
pada prime time (pukul 18.00-21.00 WIB) hanya mempunyai dua macam kisah 
perempuan, yakni tukang marah-marah dan korban perselingkuhan atau 
ketidakadilan yang lain.

Dalam acara yang digelar Yayasan Jurnal Perempuan (YJP) bersama AJI (Aliansi 
Jurnalis Independen), GPSP (Gerakan Pemberdayaan Swara Perempuan), dan Ibu 
Mooryati Soedibyo tersebut, Amelia Day mengungkapkan inilah salah satu wajah 
pertelevisian Indonesia sekarang. Hyper-commercialism lahir dari sistem kerja 
industri televisi yang bersaing semakin ketat. Bahkan televisi publik, seperti 
TVRI, sudah bermain di lahan yang sama. Dengan pemain yang terlalu banyak dan 
pasar yang semakin sempit, Komisioner KPI (Komisioner Penyiaran Indonesia) ini 
kemudian menyimpulkan strategi pasar yang dipakai industri televisi adalah 
berlomba menjadi “saya lebih porno, saya lebih lucu, saya lebih ngeri.”

Dampaknya, lagi-lagi, menimpa perempuan. Untuk merealisasi strategi tersebut 
ditayangkanlah sinetron-sinetron yang menghadirkan perempuan hobi teriak-teriak 
atau perempuan-perempuan teraniaya. Amelia yang sekarang bertugas mengawasi 
kekerasan di televisi mencontohkan dalam salah satu sinetron di mana perempuan 
diancam dengan pistol di mulutnya yang disorot dengan close up.

Sayangnya, lanjut Amelia, KPI sendiri yang mendapat amanat mengatur dan 
mengawasi penyiaran tidak dapat menggunakan kewenangan sepenuhnya berkait 
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11, 12, 13, 49, 50, dan 51 Tahun 2005 yang 
diterbitkannya Departemen Komunikasi dan Informatika. Sebelumnya, berdasarkan 
UU Nomor 32 Tahun 2002 Pasal 55 KPI berhak menindak secara administratif isi 
siaran yang yang tidak bertanggung jawab, yang melanggar kode-kode yang ditelah 
ditetapkan dalam UU Penyiaran.

Namun bukan berarti KPI berhenti sampai di sini. Para Komisioner memutar otak 
hingga mereka akhirnya Pasal Pidana (Pasal 57 dan 58) ditempuh KPI untuk 
menandatangani kesepakatan pelimpahan kewenangan KPI ke Kepolisian Republik 
Indonesia serta untuk penindakan pidana secara terpadu. Nota kesepahaman yang 
di antaranya menegaskan pelaksanaan pidana terhadap tayangan yang bermasalah 
tersebut ditandatangani akhir bulan lalu.

Kesulitan mengidentifikasi diri dengan tokoh-tokoh di televisi diklaim Amelia 
sebagai masalah perempuan di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, media ramah 
perempuan, khususnya media televisi atau radio, harus direalisasikan segera, 
tuntutnya.*




[Non-text portions of this message have been removed]




 
Yahoo! Groups Links





--- End Message ---

Kirim email ke