Gunung Salak
Umumnya dua puncak salak yg kerap dituju para pendaki
Salak I dapat ditempuh dari jalur cidahu, cimelati, pasir rengit,
kawah ratu, dll.
Salak II dari ciapus/ sukamantri.
Tidak banyak dari kalangan pecinta alam yang menjadikan gunung ini
sebagai area favorit pendakian.
Selain nama nya kalah mentereng jika dibandingkan dengan tetangga nya
(gede pangrango) ada beberapa hal yang menyebabkan hal tersebut :
1. ketinggian puncak salak 'cuma' ± 2.200 mdpl (I), 2.100 (II) dengan
panorama puncak (kata banyak orang) "biasa-biasa saja", seperti berada
di tengah hutan di jalur pendakian. bahkan bagi mereka yg baru pertama
kali kesana seringkali terkecoh dan tidak menyangka bahwa mereka telah
mencapai puncak.
2. jalur pendakian tergolong curam, minim bonus, & jalur utama kadang2
tidak jelas /menyimpang
3. di saat hujan, trek pendakian menjadi jalur air, sehingga pendaki
seperti berjalan diatas sungai, belum lagi banyaknya binatang pacet/
lintah.
(Untuk yang satu ini, kalau tidak salah, kelompoknya sibek 442, erli,
dkk pernah merasakan keramahan pacet salak waktu berkemah di kaki gunung)
4. ini yang penting : perijinannya suangat sulit
diperlukan surat ijin rute dari KPPH Bogor, ijin perjalanan dari
polres bogor dan ijin pendakian dari camat & kepala desa setempat.
itulah sebabnya, hampir sebagian besar pendaki salak adalah illegal
PENDAKIAN G. SALAK II 26-28 OKT 2006
------------------------------------
tim terdiri dari 10 orang yg semua merupakan (alumni) Inswapala dari
berbagai angkatan.
Selisih usia antara pendaki tertua (nazarudin '1984) dg termuda (egi
'2003) adalah 20 tahun, sisanya adalah angkatan diantara keduanya.
Puncak salak sebenarnya sudah akrab bagi kami, buat
saya pribadi ini adalah pendakian ke 4 (1991, 1993, 1995, 2006)
Rencananya, pendakian dilakukan hanya 2 hari (26-27 okt), berangkat
kamis, jumat sudah pulang.
Titik start dimulai dari curug nangka ± 700 mdpl dg melapor dan
membayar ijin berkemah
terpaksa kami mengambil resiko sebagai pendaki ilegal (jika ijin untuk
mendaki tanpa surat perijinan yg lengkap, sudah pasti ditolak)
untungnya penjagaan didalam lokasi buper tidak begitu ketat,
supaya tidak terlalu mencolok, kami berjalan satu persatu dg jeda
waktu dari buper ke jalur pendakian
alhamdulillah cuaca cukup cerah, padahal g salak adalah gunung
terbasah di indonesia dengan tingkat curah hujan yg tertinggi
masuk akal, bogor saja dikenal sebagai kota hujan, apalagi gunung yg
ada di kota bogor?!
Kamis, 26 okt
13.30 kami berkumpul di titik pertemuan di tempat yg agak lapang
diatas buper untuk memulai pendakian.
Awal pendakian langsung disuguhi trek yg cukup 'nggilani', cukup untuk
menguras sisa-sisa marlboro, jisamsu, a-milid atau jarcok yg mengendap
di masing2 paru-paru kami.
18.00 antara shelter 3 & 4, waktunya bagi kami untuk ishoma(tanpa
membuka tenda)
hal yg perlu diwaspadai ketika beristirahat adalah persediaan air,
karena kami masih harus menuju puncak dan kembali turun plus cadangan
darurat.
19.30 perjalanan menuju puncak dilanjutkan dengan genjotan jalur yg
semakin terjal dan licin.
jumat, 27 okt
00.30 Puncak!!
harapan kami, satu-satunya tempat datar untuk mendirikan tenda masih
kosong, ternyata sudah terisi kelompok lain.
Tidak ada tempat lain, yakin.
Terpaksa kami bermalam/ bersitirahat di tempat alakadarnya.
Agak riskan memang, sebab di kanan-kiri kami menganga jurang yg
disamarkan oleh semak terlebih dalam keadaan gelap di malam hari.
Namun hal tersebut tidak mengurangi kenikmatan kami menyantap hidangan
istimewa perbekalan yg kami bawa.
Untuk istirahat, kami tidak terlalu khawatir karena masing2 membawa
matras & sleeping bag.
Untungnya (lagi) tidak hujan!!
kalau hujan, kami harus turun ke pos 6 yg sangat jauh, satu-satunya
tempat terdekat untuk mendirikan tenda.
08.30 turun
awalnya turun bersama namun secara natural, berdasarkan kekuatan kaki,
rombongan langsung terpecah menjadi 2 kelompok
Di pos 3, lima orang di kelompok yg belakang beristirahat waktu sudah
menjelang sore
Rupanya pos 3 inilah titik terakhir kami yakin bahwa we'r still on the
track
Lepas dari pos 3, kabut tebal mulai menggelayut dan tidak lama
kemudian hujan super deras mengguyur
membuat kami semakin sulit menuruni gunung karena 'aliran sungai'
mulai terbentuk
di area ini disarankan untuk tidak menggunakan sandal, karena ruang
antara telapak kaki dg alas sandal akan terisi lempung yang
licin-sulicin-malicin.
Karena terikat janji dg orang rumah untuk pulang pada hari itu, saya &
seorang rekan mencoba untuk tancap gas
Hujan semakin deras, badan semakin menggigil, beban semakin bertambah,
dengkul semakin bergetar, termasuk keyakinan yg semakin goyah karena
feeling saya mengatakan ini bukan jalur ketika kami naik kemarin
hanya karena jalur yg menurun dan jalan setapak yg membuat kami berdua
nekat melanjutkan perjalanan
(bukan apa-apa, kalau mau naik lagi dan melihat terjalnya jalur di
belakang, seketika dengkul jadi menciut)
akhirnya....
ketika langit mulai gelap
feeling so bad saya terbukti, hutan bambu & hutan paku kok jalur yg
kami ikuti ternyata mengecil dan memudar sehingga lenyap ditengah
belukarnya semak
setelah meyakinkan diri bahwa tidak ada jalur lain yg bisa ditempuh,
dengan berat hati kemi putuskan untuk kembali.! :(
saat itu, kami berdua telah menyiapkan diri secara mental bahwa "kami
sedang kehilangan jalur alias tersesat bin nyasar"
plan B dimainkan, kami harus kembali ke pos 3 dengan waktu tempuh ± 3 jam.
30 menit naik dari titik sesat, bukan main senangnya kami karena dari
kejauhan mendengar ada pendaki lain yang akan turun
tapi... ketika berjumpa, ola la...
mereka adalah 3 orang rekan kami yang ada di belakang!!
bingung mau :) atau :(
mereka tidak percaya bahwa jalan buntu, maka dikirmlah 2 orang untuk
memastikan, dan ketika kembali, satu kata yg terucap : "balik!"
balik ke pos 3 ternyata bukan perkara mudah ditengah cuaca yg buruk
dan kondisi fisik yg hancur entek-entekan
akhirnya kami putuskan untuk membuka tenda
ternyata hujan terus mengguyur sepanjang malam hingga pagi hari.
Bagaimana dengan kelompok I?? (5 orang yg ada di depan)
rupa-rupanya mereka juga tersesat, hilang jalur
tapi karena 2 tenda semua dibawa oleh 'tim II' bagi mereka tidak ada
pilihan lain selain keep on moving, daripada badan kedinginan
setelah mblasuk-mblasukk, 21.30 akhirnya mereka sampai di curug nangka
meski dari arah yg berbeda dari awal pendakian.
sabtu, 28 okt
05.30 dua orang dari tim I (salah satu diantaranya termasuk sudah
familiar dg g salak) mencoba mencari kami lewat jalur2 alternatif,
jalur penebang kayu & perambah hutan.
08.00 ketika saya & tim II sedang bersiap naik ke pos 3, alhamdulillah
kami ditemukan oleh 2 orang yang mencari kami. Tanpa basa-basi,
langsung cabut.
11.00 full team berkumpul dalam keadaan sehat walafiat.
oh ya, waktu tim II 'tersesat' atau hilang jalur, kami cukup yakin
karena peralatan dan perbekalan kami cukup memadai
jadi ketersesatan itu justru kami 'nikmati'
walau sempat terlintas kejadian tragedi tewasnya anak-anak STM jakarta
yg SAR-nya memakan waktu 42 hari dg melibatkan dedengkot2 gunung
bravo inswapala
bravo sma1bks
bravo alumni sma1bks
buat anggota & simpatisan inswapala :
sampai jumpa di jambore iwp, summer 2007 di gede pangrango
-----
andri
--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/