Saya teringat berapa seringnya saya mendapat kisah2 yang mengatasnamakan
'Tuhan' sebagai salah satu tokoh utama, bahwa Tuhan mengatakan ini lah
atau melakukan itu lah.
Yang sering saya herankan adalah darimana ya para 'pengarang' itu tahu
bahwa Tuhan mengatakan ini atau melakukan itu, contohnya kisah di bawah
ini.
Sebagai seorang muslim (walaupun pengetahuan agama saya pas2an), saya
pernah membaca ataupun sering kali diingatkan, bahwa Nabi Muhammad SAW
(correct me if I'm wrong) pernah mengatakan yang intinya adalah
barangsiapa yang meriwayatkan sesuatu mengatasnamakan beliau, maka
tempatnya adalah di neraka. Jika suatu riwayat palsu mengatasnamakan
Nabi Muhammad SAW maka balasannya adalah neraka, maka saya bertanya
dalam hati, lalu bagaimana dengan riwayat palsu yang mengatasnamakan
'Tuhan'?
Ketika 'pengarang' menuliskan bahwa 'Tuhan' melakukan ini atau itu, maka
sebenarnya siapa sih yang dimaksud dengan 'Tuhan' dalam kisah
tersebut?darimana sih 'pengarang' itu tau bahwa 'Tuhan' benar2
mengatakan atau melakukan atau bertindak sebagaimana yang ada dalam
tulisannya?
Mungkin kita mencoba mencari suatu pembenaran dengan mengatakan
"....tapi bukankah cerita itu bagus sebagai suatu renungan?" ,mungkin
saja....tapi tanpa disadari sesungguhnya kita telah menceritakan suatu
'kebohongan' tentang 'Tuhan'. Karena tanpa kita sadari cerita tersebut
akan disampaikan dari satu orang ke orang lainnya. Sehingga akhirnya
cerita2 itu membaur dengan kisah2 asli yang memiliki riwayat yang
shahih. Seperti halnya kisah2 israiliyat.
Wallahu'alam 


On Tue, 2006-11-07 at 13:26 +0700, Noverto Aji Prasetyo wrote:
> Cerita bagus untuk direnungkan.
>  
> Cheers
> @ji
>  
>  
>  
> BAMBU DAN PAKIS 
> 
> Suatu Hari aku memutuskan untuk berhenti .
> Berhenti dari pekerjaanku, berhenti dari hubunganku dengan sesama Dan
> berhenti dari spiritualitasku aku pergi ke hutan untuk bicara dengan
> Tuhan untuk yang terakhir kalinya. "Tuhan", kataku. "berikan aku satu
> alasan untuk tidak berhenti?"
> Dia memberi jawaban yang mengejutkanku. "Lihat ke sekelilingmu" ,
> kataNya. "Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis Dan bambu yang Ada
> dihutan ini?" "Ya", jawabku.
> 
> Lalu Tuhan berkata, "Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku
> menanam Dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku beri mereka
> cahaya, Aku beri mereka air, pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat
> cepat warna hijaunya yang menawan menutupi tanah namun, tidak Ada yang
> terjadi dari benih bambu tapi Aku tidak berhenti merawatnya.
> 
> Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat Dan lebih banyak
> lagi. Namun, tetap tidak Ada yang terjadi dari benih bambu tetapi Aku
> tidak menyerah terhadapnya. "
> 
> "Dalam tahun ketiga tetap tidak Ada yang tumbuh dari benih bambu itu
> tapi Aku tetap tidak menyerah begitu juga dengan tahun ke empat. "
> 
> "Lalu pada tahun ke lima sebuah tunas yang kecil muncul dari dalam
> tanah bandingkan dengan pakis, itu kelihatan begitu kecil Dan
> Sepertinya tidak berarti. Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh
> dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia membutuhkan waktu
> lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Akar-akar itu membuat dia
> kuat Dan memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. Aku tidak
> akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa mereka tangani. "
> 
> "Tahukan engkau anakKu, dari semua waktu pergumulanmu, sebenarnya
> engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu? Aku tidak menyerah terhadap
> bambu itu Aku juga tidak akan pernah menyerah terhadapmu. "
> 
> Tuhan berkata "Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu
> itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis tapi
> keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah."
> 
> "Saat mu akan tiba", Tuhan mengatakan itu kepadaku. "Engkau akan
> tumbuh sangat tinggi"
> "Seberapa tinggi aku harus bertumbuh Tuhan?" tanyaku.
> "Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh?" Tuhan balik
> bertanya.
> "Setinggi yang mereka mampu?" Aku bertanya
> "Ya." jawabNya, "Muliakan Aku dengan pertumbuhan mu, setinggi yang
> engkau dapat capai."
> 
> Lalu aku pergi meninggalkan hutan itu, menyadari bahwa Allah tidak
> akan pernah menyerah terhadap Ku Dan Dia juga tidak akan pernah
> menyerah terhadap anda. 
> 
> Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini Anda jalani sekalipun itu
> hanya untuk satu Hari.
> Hari-Hari yang baik memberikan kebahagiaan; Hari-Hari yang kurang baik
> memberi pengalaman; kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini. 
> 
> 
> Noverto Aji Praseto 
> Trade Marketing Cost Controller
> 
> PT Frisian Flag Indonesia
> Jl. Raya Bogor Km. 5 Pasar Rebo
> Jakarta 13760 
> Phone  +62 (21) 8410945, 8400611 (ext. 245) 
> Fax     +62 (21) 8410895, 8400225
> 
> mailto:[EMAIL PROTECTED]
> www.frieslandfoods.co.id
> 
> 
> 
>  
> 
> ______________________________________________________________________

> 




--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke