ya nanti tggu aza klokita benar2 ingin jadi pemimipin yg baik,key

handoko dwi witjaksono <[EMAIL PROTECTED]> menulis:                             
     Kapan Indonesia punya pemimpin seperti ini...???
 
 __________________________________________________________
 Sponsored Link
 
 Mortgage rates near 39yr lows. 
 $510k for $1,698/mo. Calculate new payment! 
 www.LowerMyBills.com/lre
     
                       Kepada: [EMAIL PROTECTED]
Dari: "Eko P." <[EMAIL PROTECTED]>
Tanggal: Wed, 15 Nov 2006 04:33:42 +0000 (GMT)
Topik: [te97stttelkom] Yang dibutuhkan oleh bangsa saat ini

                             Forward : dari milis tetangga

AHMADINEJAD 

Judul Buku "Ahmadinejad, David di Tengah Angkara Goliath Dunia" 
Terbitan Himah Teladan, kelompok Mizan. 

Dan kini ada Ahmadinejad, seorang tokoh in reality! Seberapa 
sederhanakah beliau ini? Let me tell you. Berikut ini saya kutipkan 
sebagian dari yang saya baca dari buku tersebut. 
Konon ketika beliau sudah menjabat sebagai walikota Teheran yang 
memiliki populasi lebih besar daripada Jakarta ia masih tampil dengan 
sepatu yang bolong-bolong. Ia menyapu jalanan Teheran dan bangga 
dengan itu. Sampai sekarang pun ia masih tampil dengan kemeja lengan 
panjang sederhana sehingga jika kita tidak mengenalnya dan bertemu 
dengannya kita tidak akan pernah mengira bahwa beliau adalah seorang 
presiden. Ya presiden dari sebuah negara besar. Di Balikpapan di mana 
saya tinggal bahkan hampir semua guru rasanya punya jas. 

Sebelum menjabat sebagai presiden Iran, beliau adalah  walikota Teheran, 
periode 2003-2005. Teheran, ibukota Iran, kota dengan sejuta paradoks, 
memiliki populasi hampir dua kali lipat dari Jakarta, yaitu sebesar 16 
juta penduduk. Untuk bisa menjadi walikota dari ibukota negara tentu 
sudah merupakan prestasi tersendiri mengingat betapa Iran adalah negara 
yang dikuasai oleh para mullah. Ia bukanlah ulama bersorban, tokoh 
revolusi, dan karir birokrasinya kurang dari 10 tahun. Beliau tinggal 
di gang buntu, maniak bola, tak punya sofa di rumahnya, dan kemana-mana 
dengan mobil Peugeot tahun 1977. Penampilannya sendiri jauh dari 
menarik untuk dijadikan gosip, apalagi jadi selebriti. Rambutnya kusam 
seperti tidak pernah merasakan sampo dan sepatunya itu-itu terus, 
bolong disana-sini, mirip alas kaki tukang sapu jalanan di belanatara 
Jakarta. Nah! Kira-kira dengan modal dan penampilan begini apakah ia 
memiliki kemungkinan untuk menjabat sebagai walikota Depok saja, 
umpamanya?  
Dalam tempo setahun pertanyaan tentang kemampuannya memimpin terjawab. 
Warga Teheran menemukan bahwa walikotanya sebagai pejabat yang bangga 
bisa menyapu sendiri jalan-jalan kota, gatal tangannya jika ada selokan 
yang mampet dan turun tangan untuk membersihkannya sendiri, menyetir 
sendiri mobilnya ke kantor dan bekerja hingga dini hari sekedar untuk 
memastikan bahwa Teheran dapat mejadi lebih nyaman untuk ditinggali. 
"Saya bangga bisa menyapu jalanan di Teheran." Katanya tanpa berusaha 
untuk tampil sok sederhana. Di belahan dunia lain sosoknya mungkin 
dapat dijadikan reality show atau bahkan aliran kepercayaan baru. 
Sejak hari pertama menjabat ia langsung mengadakan kebijakan yang 
bersifat religius seperti memisahkan lift bagi laki-laki dan perempuan 
(ini tentu menarik hati para wanita di Teheran), menggandakan pinjaman 
lunak bagi pasangan muda yang hendak menikah dari 6 juta rial menjadi 
12 juta rial, pembagian sup  gratis bagi orang miskin setiap pekan, 
dan menjadikan rumah dinas walikota sebagai museum publik! Ia sendiri 
memilih tinggal di rumah pribadinya di kawasan Narmak yang miskin yang 
hanya berukuran luas 170 m persegi. Ia bahkan melarang pemberian sajian 
pisang bagi tamu walikota mengingat pisang merupakan buah yang sangat 
mahal dan bisa berharga 6000 rupiah per bijinya. Ia juga menunjukkan 
dirinya sebagai pekerja keras yang sengaja memperpanjang jam kerjanya 
agar dapat menerima warga kota yang ingin mengadu. 
Namun salah satu keberhasilannya yang dirasakan oleh warga kota Teheran 
adalah spesialisasinya sebagai seorang doktor di bidang manajemen 
transportasi dan lalu lintas perkotaan. Sekedar untuk diketahui, 
kemacetan kota Teheran begitu parahnya sehingga saya pernah dikirimi 
salah satu foto lelucon dari berbagai belahan dunia dengan judul "Only 
in _Equot; . salah satunya dari Teheran dengan judul "Only in Teheran"  
dengan foto kemacetan lalu lintasnya yang bisa bikin penduduk Jakarta 
menertawakan kemacetan lalu lintas di kotanya. Secara dramatis ia 
berhasil menekan tingkat kemacetan di Teheran dengan mencopot 
lampu-lampu di perempatan jalan besar dan mengubahnya menjadi jalur 
putar balik yang sangat efektif. 
Setalah menjabat dua tahun sebagai walikota Teheran ia masuk dalam 
finalis pemilihan walikota terbaik dunia World Mayor 2005 dari 550 
walikota yang masuk nominasi. Hanya sembilan yang dari Asia, termasuk 
Ahamdinejad. 

Tapi itu baru awal cerita. Pada tangagl 24 Juni 2005 ia menjadi bahan 
pembicaraan seluruh dunia karena berhasil menjadi presiden Iran setelah 
mengkanvaskan ulama-cum-mlliter Ali Hashemi Rafsanjani dalam pemilihan 
umum. Bagaimana mungkin padahal pada awal kampanye namanya bahkan tidak 
masuk hitungan karena yang maju adalah para tokoh yang memiliki hampir 
segalanya dibandingkan dengannya? Dalam jajak  pendapat awal kampanye 
dari delapan calon presiden yang bersaing, Akbar hasyemi Rafsanjani, 
Ali Larijani, Ahmadinejad, Mehdi Karrubi, Mohammed Bhager Galibaf, 
Mohsen Meharalizadeh, Mohsen Rezai, dan Mostafa Min, popularitas 
Ahmadinejad paling buncit. 

Pada masa kampanye ketika para kontestan mengorek sakunya dalam-dalam 
untuk menarik perhatian massa, Ahmadinejad bahkan tidak sanggup untuk 
mencetak foto-foto dan atributnya sebagai calon presiden. Sebagai 
walikota ia menyumbangkan semua gajinya dan hidup dengan gajinya 
sebagai dosen. Ia tidak mampu untuk mengeluarkan uang sepeser pun untuk 
kampanye! Sebaliknya ia justru menghantam para calon presiden yang 
menggunakan dana ratusan milyar untuk berkampanye atau yang bagi-bagi 
uang untuk menarik simpati rakyat. 
Pada pemilu putaran pertama keanehan terjadi, Nama Ahmadinejad menyodok 
ke tempat ketiga. Di atasnya dua dedengkot politik yang jauh lebih 
senior di atasnya,  Akbar Hashemi Rafsanjani dan Mahdi Karrubi. 
Rafsanjani tetap menjadi favorit untuk memenangi pemilu ini mengingat 
reputasi dan tangguhnya mesin politiknya. Tapi rakyat Iran punya 
rencana dan harapan lain, Ahmadinejad memenangi pemilu dengan 61 % 
sedangkan Rafsanjani hanya 35%. Logika real politik dibikin jungkir 
balik olehnya. 

Ahmadinejad memang penuh dengan kontroversi. Ia presiden yang tidak 
berasal dari mullah yang selama puluhan tahun telah mendominasi hampir 
semua pos kekuasaan di Iran, status quo yang sangat dominan. Ia juga 
bukan berasal dari elit yang dekat dengan kekuasaan, tidak memiliki 
track-record sebagai politisi, dan hanya memiliki modal asketisme, yang 
untuk standar Iran pun sudah menyolok. Ia seorang revolusioner sejati 
sebagaimana halnya dengan Imam Khomeini dengan kedahsyatan aura yang 
berbeda. Jika Imam Khomeini tampil mistis dan sufistis, Ahamdinejad 
justru tampil sangat merakyat, mudah  dijangkau siapapun, mudah dipahami 
dan diteladani. Ia adalah sosok Khomeini yang jauh lebih mudah untuk 
dipahami dan diteladani. Ia adalah figur idola dalam kehidupan nyata. 
Seorang 'satria piningit' yang mewujud dalam sosok nyata. 
Sebagaimana mentornya, ia tidak terpengaruh oleh kekuasaan. Kekuasaan 
seolah tidak menyentuh karakter-karakter terdalamnya. Ia seolah 
memiliki 'kepribadian ganda', di satu sisi ia bisa bertarung keras 
untuk merebut dan mengelola kekuasaan, dan di sisi lain ia bertarung 
sama kerasnya menolak segenap pengaruh kekuasaan agar tidak 
mempengaruhi batinnya. Tidak bisa tidak, dengan karakter yang demikian 
kompleks itu seorang revolusioner macam Ahmadinejad memang ditakdirkan 
untuk membuat banyak kejutan dan drama pada dunia. 
Ia memangkas semua biaya dan fasilitas kedinasan yang tidak 
sine-qua-non terutama dengan urusan pribadi. Dalam pandangannya, untuk 
mewujudkan masyarakat Islam yang maju dan  sejahtera, pejabat negara 
haruslah memiliki standar hidup yang sama dengan rakyat kebanyakan., 
mencerminkan kehidupan nyata dari masyarakatnya, dan tidak hidup di 
menara gading. Ia menetapkan PPN baru bagi orang-orang kaya dan 
mengunakan dananya untuk membangun perumahan bagi rakyat miskin. Ia 
membawa 'uang minyak ke piring-piring orang miskin' dengan program 
"Reza Love Fund" (Reza adalah Imam ke delapan kaum Syiah) dengan 
mengalokasikan 1,3 milyar dollar untuk program bantuan bagi kalangan 
muda untuk menikah, memulai usaha baru, dan membeli rumah. 
Meski mengagumi Imam Khomeini dan hidup asketis tidak berarti ia 
konservatif. Ia bahkan tampil moderat. Ketika ditanya apakah ia akan 
mengekang penggunaan jilbab yang kurang Islami di kalangan remaja 
Teheran, ia menjawab,:"Orang cenderung berpikir bahwa kembali ke 
nilai-nilai revolusioner itu hanya urusan memakai jilbab yang baik. 
Masalah sejati bangsa ini adalah lapangan  kerja dan perumahan untuk 
semua, bukan apa yang harus dipakai." 

Meski telah terpilih menjadi presiden ia sama sekali tidak mengubah 
penampilannya. Ia tetap tampil bersahaja dan jauh dari pamor 
kepresidenan. Pada salah satu acara dengan kalangan mahasiswa salah 
satu peserta menanyakan penampilannya yang tidak menunjukkan tampang 
presiden tersebut. Dengan lugas ia menjawab,:"Tapi saya punya tampang 
pelayan. Dan saya hanya ingin menjadi pelayan rakyat." Air mata saya 
mengalir membaca ini. Subhanallah! Alangkah rendah hatinya pemimpin 
satu ini. Tak salah jika ia dicintai oleh bagitu banyak mahluk Tuhan di 
seluruh muka bumi. 

Saya tidak ingin menulis lebih panjang tentang tokoh satu ini. Saya 
menganjurkan setiap orang untuk membeli bukunya dan membacanya sendiri 
dan menikmatinya sebagaimana saya menikmatinya. Belikan satu buku untuk 
anak Anda dan biarkan ia mengenal satu tokoh besar dunia yang masih 
hidup dan  mudah-mudahan kelak dapat mengikuti jejaknya. Saya hanya 
ingin menutup tulisan ini dengan pendapatnya mengapa ia bersikeras agar 
Iran memiliki teknologi nuklir. Katanya,:"Jika nuklir ini dinilai jelek 
dan kami tidak boleh menguasai dan memilikinya mengapa kalian sebagai 
negara adikuasa boleh memilikinya? Sebaliknya, jika teknonuklir ini 
baik untuk kalian, mengapa kami tidak boleh juga memakainya?" Suatu 
argumen sederhana yang tidak mampu dijawab oleh negara-negara Barat. 
Itu sebabnya Bush tidak bersedia meladeninya dalam suatu tantangan 
debat di PBB. 

Akhirul kalam, saya ingin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya 
jika dalam pergaulan di milis ini ada kata-kata saya yang menyinggung 
perasaan siapapun. Semoga kita semua bisa bertemu di sorga kelak. Amin! 

Balikpapan, 4 Oktober 2006 
Satria Dharma 

Edit by Kuya

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
     
           

                
---------------------------------
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam. 
 http://id.mail.yahoo.com/

Kirim email ke