mau ke Everest ? begini latihannya .... Posted by: "war" [EMAIL PROTECTED] b_darma Thu Nov 30, 2006 1:30 am (PST) Siapa yang gak bermimpi satu saat bisa datang ke Himalaya. Atau bahkan Everest. Paling tidak sampai ke basecampnya saja bolehlah. Untuk yang ingin ke puncak Everest, seperti apa latihan yang diperlukan? nah, ini ada artikel menarik. Gw terjemahbebaskan dari "Getting in shape for Mount Everest" by Daniel Barbarisi. Btw, sehebat apapun latihannya, kalau gak dapat ridho dari-Nya ya gak nyampe juga.. -------
Untuk memanjat Everest, kata Timothy Warren, kita musti berlatih keras sekali. Gunung ini terkenal karena anginnya, dinginnya, kadar oksigen yang rendah, batu yang mudah copot sampai badai es. Pendaki harus bersiap menghadapi semuanya, bahkan yang lebih ekstrem lagi, di ketinggian lebih dari 8.000 meter. Kalau tidak ya mati, menyusul nasib 186 pendaki sebelumnya. Tapi bagaimana kalau tidak ada gunung di dekat rumah seperti yang dialami Warren yang tinggal di Rhode Islands, Amerika?. Solusinya, pria berumur 46 tahun ini membuat sendiri pola latihan untuk mendaki gunung tertinggi di dunia. "Latihan ini dibuat semirip mungkin dengan kondisi di gunung," kata Warren yang ditemui usai latihan lari di bukit dekat rumah. Dia masih memanggul ransel seberat 15 kg. Warren sengaja membuat ruang latihan di rumahnya.Di situ dia misalnya mengambil sepasang kapak es, lantas memakai kapak es itu untuk latihan pull-up di dinding rumah supaya otot tangan dan punggungnya siap. Mendaki gunung memang perlu tubuh yang kuat, tapi bukan dalam bentuk tubuh berotot serba besar. Yang diperlukan adalah sistem bodi efisien.Dia harus cukup kuat dan seimbang untuk membawa peralatan melewati tanjakan terjal tanpa terjatuh. Harus efisien untuk bisa bertahan di kondisi udara yang tipis. Harus punya kaki dan otot yang tangguh untuk bertahan hari demi hari. Lalu otot tubuh bagian atas harus cukup kuat untuk mengangkat pendaki memanjat tali di dinding batu. Jadi Warren tidak memakai peralatan gym konvensional seperti bench press karena bisa menghasilkan otot terlalu besar yang malah menghabiskan oksigen. Yang dia perlukan adalah otot yang bisa bertahan lama. Karena itu dia melakukan latihan seperti 100 push up, 100 pull up dan 100 squat tanpa istirahat dan berulang-ulang. Awalnya dia memang tidak sanggup tapi lama kelamaan bisa juga. Faktor penting lainnya ialah keseimbangan. Untuk mencapainya, Warren membawa ransel yang berat lalu hiking naik-turun. Di situ dia melatih teknik berjalan yang disebut 'French cramponing' yaitu "he crosses one foot over the other, making for slow going but a challenging workout". Peralatan juga disiapkan. Dia misalnya membeli sepatu boot seharga US$700 yang nomornya lebih besar 2 nomor karena kaki akan membengkak pada ketinggian. Warren nantinya akan terbang ke Kathmandu dan bergabung bersama timnya yang dikoordinir pendaki Mark Tucker yang sudah 7x ke Everest. Kegiatan lainnya ialah mengumpulkan dana untuk menutupi biaya pendakian yang mencapai US$75.000. “Sometimes it gets a little long,†he said of the near-constant, repetitive training schedule, but “The purpose of training is to make you hard to kill.†========= It's only a transition... Dicky Kurniawan News Camera Person NEWS DIVISION PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV) Gd. Trans TV 3rd Fl. Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A Jakarta Selatan 12790 +628174964705 [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] http://tukangceritapagi.blogs.friendster.com/tukang_cerita_pagi/ ____________________________________________________________________________________ Do you Yahoo!? Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. http://new.mail.yahoo.com
