lumyan untuk sekedar intermezzo...

 
____________________________________________________________________________________
Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
http://new.mail.yahoo.com

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 
--- Begin Message ---
Komentar rekan saya, Ahmad Munjid, seorang kandidat doktor dalam bidang 
Religious Studies dari Temple University, Philadelphia.

Semoga bermanfaat,

Indah


 >
 > 
 > Ahmad Munjid <[EMAIL PROTECTED]> wrote:            
 >                      Assalamu'alaykum,
 >  Teman-teman, karena Aa Gym ini adalah salah seorang
 >  da'i kita yang terkemuka dan baik ucapan mau
 >  tindakannya banyak dijadikan panutan ummat Islam di
 >  tanah air, saya merasa perlu memberikan tanggapan.
 >  
 >  Karena posisi yang telah dimainkannya selama ini,
 >  betapapun Aa Gym adalah bagian dari trend setter
 >  publik Muslim (audiensnya mungkin lebih banyak
 > kelas
 >  menengah urban). Ia adalah tokoh idola yang
 >  perilakunya diikuti applaus atau helaan nafas para
 >  pengagumnya, sesuai dengan medan dan manuver hidup
 >  yang dilalui. Ia adalah penghibur mata, penghibur
 >  telinga dan lebih-lebih dengan "Manajemen
 > Qalbu"-nya,
 >  ia terutama penghibur qalbu, pelipur jiwa banyak
 >  orang.
 >  
 >  Tapi marilah kita ingat, betapapun, ia adalah
 > seorang
 >  manusia. Bukan dewa, bukan malaikat. Kadang kita
 > lupa,
 >  jika seseorang telah menjadi idola, s/he can do no
 >  wrong. Ia harus sempurna, apapun tindakan dan
 >  perilakunya. Terhadap tindakan dan perilaku sang
 >  tokoh, karena ia terlanjur menjadi idola, kitalah
 > yang
 >  berkewajiban menyesuaikan diri dalam hal pemahaman
 >  atau tafsir atas kenyataan. Itu terjadi pada
 > Soekarno,
 >  Soeharto, Gus Dur dan banyak figur idola lainnya.
 > Dan
 >  kini saya melihat hal yang sama sedang berlangsung
 > di
 >  sekitar Aa Gym.
 >  
 >  Buat saya, apa yang dilakukan Aa Gym, with all due
 >  respect, secara moral amat menyakitkan. Dalam
 > istilah
 >  linguistik, paling banter, perhaps he is
 >  linguistically OK, but doesn't make sense.
 >  
 >  Dalam soal fikih, mari kita ingat kembali bahwa
 >  konteks pembolehan poligami dalam Islam dahulunya
 >  sebetulnya bertujuan justru untuk membatasi,
 > bukannya
 >  menambah jumlah istri. Sebab, dalam masyarakat Arab
 >  ketika itu, perempuan ibarat 'barang' yang boleh
 >  diapasajakan oleh kaum laki-laki. Itulah sebabnya,
 >  banyak orang yang tega mengubur anak bayinya yang
 >  terlahir perempuan. Orang bisa beristri berapa
 > saja,
 >  siapa saja. Asal mampu, asal bisa. Terserah
 > bagaimana
 >  caranya. 
 >  
 >  Lalu Islam datang dengan "Kalau memang terpaksa,
 >  sudahlah, empat saja". Tapi--silakan baca kembali
 >  terutama bagian-bagian awal surat an-Nisa--"adil"
 >  menjadi kata kunci di sana. Sembari ditegaskan di
 >  tempat lain bahwa karena adil is almost impossible
 >  dicapai seorang suami beristri lebih dari satu,
 > pada
 >  intinya monogami jelas adalah bentuk pernikahan
 > paling
 >  ideal dalam Islam. 
 >  
 >  Artinya, dengan pesan universal yang bisa diterima
 >  pemahaman manusia dari berbagai latar budaya dan
 >  sejarah yang berbeda, dengan ketentuan "empat saja"
 >  itu, al-Qur'an sebenarnya sedang meletakkan fondasi
 >  penting buat kesedarajatan laki-laki dan perempuan.
 >  Dengan konsep "adil" sebagai hakikat pesannya, soal
 >  pencapaian bentuk pernikahan dalam masyarakat
 > kemudian
 >  diserahkan kepada kematangan ummat Islam sendiri
 > dalam
 >  mewujudkannya. 
 >  
 >  Jadi, apakah kalau al-Qur'an menyediakan prinsip
 >  "roda", setelah sekian lama, kita ya cuma berkutat
 >  dengan cuma "roda" saja? Kita samasekali tidak
 >  terpikir, atau malah haram hukumnya, buat bikin
 >  sepeda, motor, mobil, pesawat dst yang berangkat
 > dari
 >  prinsip "roda" itu?
 >  
 >  Sebab, untuk masyarakat yang demikian promiscuous
 > dan
 >  di mana perempuan samasekali tidak berharga seperti
 >  dalam dunia Arab waktu itu, kalau al-Qur'an
 > langsung
 >  bicara "jangan poligami", ya jelas nggak tinemu
 > nalar.
 >  Jangankan ada yang mau terima, mau dengar pun
 > mungkin
 >  sekali tidak. 
 >  
 >  Bukankah hal yang sama juga terjadi pada perkara
 >  "perbudakan"? Islam tidak pernah terang-terangan
 >  melarang budak (Bandingakan dengan Thomas Jefferson
 > si
 >  penulis Konstitusi Amerika yang katanya menjunjung
 >  tinggi hak asasi manusia, tapi dia sendiri juga
 > punya
 >  banyak budak). Tapi, dengan konsep kesederajatan
 >  manusia dalam Islam, dengan "membebaskan budak"
 >  sebagai bentuk penebusan kesalahan tertentu,
 > misalnya,
 >  dan treatment lainnya yang menyangkut soal
 > perbudakan
 >  ini, jelas sekali arah yang ditempuh pada akhirnya
 >  adalah: penghapusan perbudakan. Setelah lebih 14
 > abad
 >  ditinggal Rasulullah, masihkah kita akan
 > menghalalkan
 >  perbudakan? Lari di treadmill bisa menyehatkan,
 > tapi
 >  beragama seperti lari di atas treadmill saya kira
 > amat
 >  mengenaskan.
 >  
 >  Karena itu, secara moral, bagi saya, poligami Aa
 > Gym
 >  ini amat menyakitkan. Dengan mengetahui bahwa istri
 >  keduanya itu adalah perempuan yang jauh lebih muda
 >  dari istri pertama dan mantan model pula, rasanya
 >  alasan menikahi dia karena buat membantu mengurus
 >  anaknya, misalnya, tidaklah bisa diterima.
 >  
 >  Dengarlah apa yang tidak
 >  terkatakan di balik 'pengakuan' istrinya. Dengarlah
 >  baik-baik banyak komentar kecewa para jama'ah
 >  pengagumnya (kalau komentar dari kalangan yang
 > bukan
 >  pengagum sih sudah jelas). Betapapun, dari sisi
 > hukum,
 >  minimal, poligami selalu diperdebatkan. Ingat,
 > betapa
 >  tidak berkenannya Nabi saat Ali r.a., sang menantu,
 >  menunjukkan isyarat hendak memadu Fatimah, putri
 >  kesayangannya. Satu-satunya yang jelas di seputar
 >  poligami hanyalah bahwa bagi laki-laki ia
 >  menguntungkan, sedang bagi perempuan ia merugikan.
 >  
 >  Sebagai penutup, saya teringat kisah seorang ulama
 >  yang kebetulan kaya tapi selalu bersikeras
 >  mendisiplinkan keluarganya untuk berpenampilan amat
 >  sederhana. Seorang anaknya, karena dilarang
 > berpakaian
 >  bagus yang terlanjur dibelinya, suatu hari protes:
 >  "Kenapa? Bukankah, dengan keadaan kita, apa yang
 > saya
 >  pakai samasekali tidak berlebihan? Ini harta halal
 >  kita dan kita tidak mengada-ada." 
 >  "Betul anakku; jika kita hanya mau melihat diri
 >  sendiri semata," begitu jawab sang ayah. "Tapi
 > sebagai
 >  pemimpin di tengah ummat yang dibelit demikian
 > banyak
 >  persoalan, hendaklah kamu selalu ingat, kita adalah
 >  hiburan mereka yang amat langka. Apakah kamu tega
 >  merebut hiburan itu dari tangan mereka?"
 >  Sang anak tertegun dan kemudian menangis tersedu.
 >  
 >  Ketika saya mendengar banyak jama'ah Aa Gym yang
 >  menangis sedih atas berita poligami ini, saya
 > seperti
 >  menyaksikan hati jutaan ummat yang terluka karena
 >  penghibur ruhani yang menyejukkan hati mereka
 >  tiba-tiba terenggut. Atas nama agama pula.
 >   
 >  Mereka menangis sedih sekaligus takut. Betapa
 >  menyakitkan bukan? Bahkan untuk menangisi hal yang
 >  buat mata batin banyak orang jelas-jelas
 > menyedihkan
 >  pun masih diancam dengan amang-amang membantah
 >  ketentuan Allah pula?
 >  
 >  Maaf jika terlalu panjang. Semoga
 >  ada yang bermanfaat.
 >  
 >  Wassalam,
 >  
 >  Munjid
 > 
 === message truncated ===
 
 __________________________________________________________
 Yahoo! Music Unlimited
 Access over 1 million songs.
 http://music.yahoo.com/unlimited
 
     
                       


 

test'; ">
        
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.

[Non-text portions of this message have been removed]


--- End Message ---

Kirim email ke