--- Begin Message ---
Api Ledakan Pipa Pertamina di Lapindo Berlafal Allah & Kuda Laut
Budi Sugiharto - detikcom
Surabaya - Allah Maha Besar! Ledakan pipa gas milik Pertamina di lokasi lumpur
Lapindo, jalan Tol Porong-Gempol KM 38 22 November 2006 lalu yang menewaskan 13
orang masih menyimpan misteri. Ada yang mengejutkan sesaat api melumat tanggul
di sekitar pusat semburan lumpur tersebut.
Seorang pekerja PU yang tergabung dalam Tim Nasional Penanggulangan Semburan
Lumpur Sidoarjo diam-diam berhasil mengabadikan jilatan api yang cukup
mecengengangkan. Bagaimana tidak! Tanpa disadarinya, hasil bidikan fotografer
amatir yang namanya dirahasiakan itu menunjukkan keagungan Tuhan Yang Maha Esa.
Kok bisa? Api yang membubung setinggi hampir 1 kilometer itu ternyata sempat
membentuk lafal Allah dalam tulisan Arab beberapa saat. Selain itu, api itu
juga menunjukkan gambar logo lama perusahaan minyak negara, PT Pertamina: kuda
laut.
Boleh percaya, boleh juga tidak. Yang jelas, wartawan detikcom yang menerima
softcopy foto ini sempat terkejut menyaksikan foto yang selama ini dianggap
biasa oleh Timnas itu.
Pengamatan detikcom, foto tersebut kemungkinan dibidik dari tanggul Desa
Renokenongo yang berada di bagian utara pusat ledakan. Memang jika dilihat
sekilas, foto itu terkesan biasa.
Namun jika foto itu dicermati dan diteliti lebih lama, terlihat jelas apinya
membentuk lafal Allah dan kuda laut. Pertanyaan yang muncul apakah itu jilatan
api yang membentuk lafal Allah ini kebetulan saja atau memang memuat
pesan-pesan dari Allah? Wallau a'lam. (gik/asy)
***
Samuel Bidik Jilatan Api Lafal Allah dengan Kamera Poket Digital
Budi Sugiharto - detikcom
Jilatan api pipa gas Pertamina di Lapindo yang berbentuk lafal Allah (foto:
dok. Samuel Johnson Sutanto)
Surabaya - Foto jilatan api pipa gas Pertamina di luapan lumpur Lapindo yang
membentuk lafal Allah dalam tulisan Arab benar-benar asli. Foto jilatan api ini
buah karya Samuel Johnson Sutanto, salah seorang pekerja di Timnas Lumpur
Lapindo. Samuel menjepret jilatan api itu dengan kamera poket digital merek
Sony.
"Saya jamin foto saya ini asli, tidak ada rekayasa digital," kata pria pemeluk
agama Katolik ini kepada detikcom, Kamis (14/12/2006).
Samuel menjepret jilatan api itu saat ledakan pipa gas Pertamina terjadi pada
22 November 2006 lalu. Dia menjepret secara asal saja. "Tapi, kok banyak
anggota Timnas menilai bahwa jilatan itu menyerupai lafal Allah," ungkap pria
berumur 26 tahun asal Tegal ini.
Pada 22 November 2006 malam, saat ledakan pipa gas Pertamina itu terjadi,
kebetulan dirinya sedang berada di tanggul Desa Kedungbendo, Porong, Sidoarjo,
sekitar 700 meter dari sumber ledakan. Saat itu, Samuel yang bekerja di bagian
drainase Timnas Lumpur Lapindo itu sedang mengetes pompa penyedot air lumpur.
Ketika sedang serius mengetes pompa itu, Samuel dikejutkan dengan adanya
ledakan keras dari areal luapan lumpur Lapindo. "Saya tidak berpikir kalau yang
meledak itu pipa gas. Teman-teman saat itu memperkirakan yang meledak dan
terbakar itu pabrik," kata Samuel.
Lantas, dengan reflek tinggi, Samuel pun mengeluarkan kamera digital Sony 7,1
Mega Pixel dari sakunya dan memotret jilatan api itu. "Saya foto saja itu.
Kebetulan saya bawa kamera sejak siang, karena siangnya saya melakukan survei
drainase. Nah, kamera yang saya bawa itu sebelumnya saya gunakan untuk memotret
saat survei," ujar pria yang sering disapa Sonny ini. (asy/nrl)
***
Foto Api Ledakan Pertamina yang Berlafal Allah Itu Asli
Surabaya - Jilatan api ledakan pipa gas Pertamina di lokasi lumpur Lapindo
cukup mencengangkan. Dilihat dari foto yang diabadikan salah seorang Timnas
Lumpur Lapindo, jilatan api itu membentuk lafal Allah dan bergambar kuda laut.
Foto ini bukan hasil rekayasa. Dijamin asli.
Kepastian bahwa foto jilatan api membentuk lafal Allah ini asli datang dari
juru bicara Timnas Rudi Novrianto. "Kita jamin keasliannya, kita juga punya
foto sebelum dan sesudahnya," kata Rudi saat dihubungi detikcom, Kamis
(14/12/2006).
Rudi mengaku mengetahui foto jilatan api itu tak berapa lama setelah terjadi
ledakan. "Setelah melihat dan meneliti foto itu, memang ini sungguh sebuah
keajaiban. Sangat luar biasa," kata Rudi yang tidak mau menyimpulkan maksud
yang tercermin dalam foto itu.
Detikcom telah menerima softcopy foto ini. Dilihat dari objeknya, foto tersebut
kemungkinan dibidik dari tanggul Desa Renokenongo yang berada di bagian utara
pusat ledakan.
Memang jika dilihat sekilas, foto jilatan api itu terkesan biasa. Namun jika
foto itu dicermati dan diteliti lebih lama, memang terlihat jilatan apinya
membentuk lafal Allah dan kuda laut, logo lama Pertamina.(gik/asy)
http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/12/tgl/14/time/132417/idnews/720099/idkanal/10
***
Lihat Foto Api Ledakan Pertamina, Tubuh Saya Merinding
Arifin Asydhad - detikcom
Jakarta - Api ledakan pipa gas Pertamina di lokasi semburan lumpur Lapindo
ternyata membentuk lafal Allah dalam huruf Arab. Lafal Allah itu terekam dalam
foto yang diabadikan Timnas Lumpur Lapindo. Foto ini asli. "Saya melihat foto
itu, tubuh saya jadi merinding."
Itulah salah satu tanggapan pembaca detikcom dalam emailnya kepada redaksi,
Kamis (14/12/2006). "Waktu saya lihat foto semburan api pipa gas Pertamina,
seketika itu tubuh saya merinding dan menangis tanpa sebab. Saya gak tahu
kenapa tubuh saya bisa mengalami hal tersebut," tulis Ahmad Husen.
Menurut Husen, yang dirinya rasakan sekarang adalah kebesaran Sang Maha
Pencipta dan perasan dosa yang selama diperbuatnya dengan sengaja atau tidak
sengaja. "Allah Maha Besar ...hanya dengan kuasa-Nya suatu hal yang mustahil
oleh pikiran manusia bisa jadi kenyataan..kunfayakun.. Jadilah, maka jadilah
ia," tulis Husen lagi.
"Tubuh saya benar-benar lemas saat ini. Saat mengetik surat ini pun saya masih
dalam kondisi menangis..gambar itu rencana akan saya copy untuk saya jadikan
wallpaper di komputer saya," tulis Husen.
Memang, foto api ledakan pipa gas Pertamina pada 22 November 2006 lalu memang
cukup mencengangkan bagi orang-orang yang melihatnya. Termasuk di kalangan
Timnas Lumpur Lapindo. "Setelah melihat dan meneliti foto itu memang sungguh
sebuah keajaiban," kata juru bicara Timnas Lumpur Rudi Novrianto saat dihubungi
detikcom.
Sebenarnya, bukan kali ini saja musibah yang membuat lafal 'Allah'. Sebelumnya,
semburan awan panas Merapi (Wedhus Gembel) yang diabadikan oleh fotografer
detikcom, Bagus Kurniawan, juga dinilai berlafalkan Allah. Penilaian ini datang
dari salah seorang pembaca yang mengirimkan email beberapa waktu lalu.
Sebagaimana foto api ledakan pipa gas Pertamina di semburan lumpur Lapindo,
foto wedhus gembel ini juga terlihat biasa bila tidak dilihat secara seksama.
Namun, begitu diperhatikan agak lama, maka wedhus gembel itu membentuk lafal
Allah. Lafal Allah terbentuk agak miring. Subhanallah!(asy/nrl)
Selengkapnya di:
http://religiusta.multiply.com/links/item/27
--- End Message ---