Dari milis tetangga.

 

Tahun 2007 konon adalah tahun James Bond. Setidaknya, itu yang diisyaratkan 
seorang paranormal kondang kepada saya. Terus saya sendiri bingung membuat 
interpretasinya. Pergilah saya berkonsultasi pada Mpu Peniti. Kebetulan, ketika 
saya datang, Mpu Peniti, mentor saya, sedang asyik menonton DVD James Bond. Mpu 
Peniti menonton episode ke-20 yang berjudul Die Another Day. Film James Bond 
dengan bujet tertinggi, hingga US$ 142 juta, dan merupakan film Pierce Brosnan 
yang terakhir sebagai James Bond. Film ini termasuk film James Bond yang sukses 
karena berhasil menjadi box-office dengan pendapatan di atas US$ 431 juta.

 

Usai menonton, iseng-iseng saya tanya Mpu Peniti soal hubungan 2007 dengan 007 
milik James Bond. Dan beliau cuma terkekeh menanggapi kebingungan saya. Menurut 
Mpu Peniti, film James Bond sukses karena tiga hal. Pertama, filmnya akan seru 
luar biasa kalau James Bond punya musuh yang sangat tangguh. Semakin dahsyat 
musuhnya, semakin luar biasa filmnya.

 

Kedua, wanita cantik yang selalu disebut "Bond's Girl". Inilah elemen yang 
menjanjikan misteri dan penasaran. Pemilihan wanita cantik untuk mendampingi 
James Bond biasanya dilakukan sangat teliti dan saksama. Di dalam film, ada 
wanita yang memang berperan sebagai agen rahasia untuk mendampingi James Bond. 
Tapi ada juga yang awalnya di pihak musuh dan kemudian di akhir cerita menjadi 
kekasih James Bond.

 

Yang ketiga, dan terakhir, James Bond tidak pernah kehilangan akal. Apa pun 
situasinya, ia pasti bisa meloloskan diri.

 

Jadi, kalau mau sukses dan berhasil pada tahun 2007, resepnya sederhana. Persis 
seperti film James Bond. Dalam film James Bond, di awal cerita selalu ada 
bagian ketika James Bond bertemu dengan Q, tokoh yang jenius dan selalu 
menyediakan berbagai peralatan untuk meloloskan diri. Jadi, pertama-tama yang 
harus Anda siapkan adalah strategi untuk meloloskan diri, the exit strategy. Di 
dalam film James Bond tahun 1999 berjudul The World Is Not Enough, terjadi 
percakapan antara Q dan James Bond:

 

Q: "I've always tried to teach you two things. First, never let them see you 
bleed."

James Bond: "And the second?"

Q: "Always have an escape plan."

 

Artinya, apa pun yang terjadi, dan biar separah apa pun luka Anda, jangan 
pernah memperlihatkan kepada musuh bahwa Anda sedang berdarah-darah. Dan yang 
paling penting, selalu punya strategi untuk meloloskan diri.

 

Wanita cantik dalam film James Bond biasanya diberi peran bermacam-macam. Ada 
yang memang kolega dan sesama agen rahasia yang ditugasi membantu James Bond. 
Tapi ada juga yang berperan dari pihak musuh, yang kemudian di akhir cerita 
kadang membantu James Bond atau juga diselamatkan oleh James Bond dan akhirnya 
menjadi kekasih James Bond. Walaupun kadang wanita cantik ini perannya remeh, 
dan seringkali dijadikan pemanis saja, toh tetap saja mereka merupakan elemen 
yang bikin penasaran dan memberikan kejutan sesekali.

 

Menurut Mpu Peniti, kita harus cerdas memanfaatkan karisma yang ada di dalam 
diri kita. Tidak jarang, dalam kehidupan bisnis sehari-hari, Tuhan Yang 
Mahakuasa memberikan kita jalan dan petunjuk. Kadang bisa dari teman, bisa juga 
dari lawan. Kadang petunjuknya sangat jelas dan kadang-kadang sesekali 
mengejutkan datang dengan petunjuk samar-samar. Ibaratnya wanita cantik dalam 
film James Bond, menurut Mpu Peniti, keberuntungan itu ada di mana-mana. 
Tinggal kita sigap, tangkas, selalu siap sedia memanfaatkan setiap momentum dan 
peluang. Persis seperti James Bond. Selalu melakukan improvisasi.

 

Dan yang terakhir, James Bond hadir begitu populer di tengah-tengah kita sejak 
1962, dengan episode pertamanya Dr. NO, semata-mata karena James Bond adalah 
jagoan kita yang tak terkalahkan untuk menghadapi segala macam krisis dan 
musuh. Salah satu dialog favorit saya adalah kalimat yang diucapkan tokoh Paris 
Carver (diperankan Teri Hatcher), dalam film James Bond berjudul Tomorrow Never 
Dies: "Tell me James, do you still sleep with a gun under your pillow?" Ini 
menunjukan, apa pun situasinya, James Bond selalu siap menghadapi segala 
tantangan. James Bond selalu punya persiapan.

 

Barangkali ramalan sang paranormal sangat berbeda dengan uraian Mpu Peniti di 
atas. Buat saya, wejangan Mpu Peniti terasa pas dengan segala tantangan yang 
mesti kita hadapi pada tahun 2007. Jadi, jangan takut dan waswas. Tahun baru 
2007 pasti akan hadir dengan tantangan baru, masalah baru, dan krisis baru. 
Saya berniat menyongsong tantangan itu dan menikmatinya. Musuh James Bond dalam 
episode The World is not Enough, Elektra King yang diperankan aktris sensual 
Sophie Marceau, berkata dengan sangat bijak: "There's no point in living if you 
can't feel alive." Mari kita songsong 2007 dengan bersikap optimistis!

 

Kafi Kurnia <[EMAIL PROTECTED]>

[Intrik, Gatra Nomor 6 Beredar Kamis, 21 Desember 2006] Copyright © 2002-04 
Gatra.com Hangtuah Digital Library

-

 

 



CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. 
This email is intended to be reviewed by only the addressee(s) named 
above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified 
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email 
and its attachments, if any, or the information contained herein is 
prohibited. If you have received this email in error, please 
immediately notify the sender by return email and delete this email 
from your system. Thank you.

Kirim email ke