dari milis sebelah.. lucu

MISTERI TELEPON BUAT CACA

Sejak makin keranjingan internet, gue memutuskan untuk
masang line telepon sendiri di kamar. Tadinya gue
happy banget punya line sendiri, sampe akhirnya gue
mulai diganggu telepon-telepon misterius.

> [kriiing]
> "Halo..."
> "Halo... Caca ada?"
> "Oh salah sambung."
> [klik]
> 
> [kriiing]
> "Halo..."
> "Halo... Caca ada?"
> Nah, gue mulai heran nih. Yang nelepon beda, sama2
> nyari Caca.
> "Salah sambung" (nada tegas)
> [klik]
> 
> [kriiing]
> "Halo..."
> "Halo, dengan 314-xxxx?"
> "Iya betul."
> "Cacanya ada?"
> 
> Wah ini udah masuk kategori ajaib. Telepon baru
> dipasang sebulan, kok udah ada yang salah nomer
> sampe
> lengkap gitu? Gue jadi was-was; jangan2 telepon gue
> dikloning. Maka bulan berikutnya gue minta perincian
> tagihan telepon gue. Ternyata selah gue periksa
> dengan
> teliti... normal aja tuh. Semua percakapan yang
> tertulis di situ beneran percakapan gue.
> 
> Aneh...
> 
> Sementara itu telepon2 aneh yang nyari Caca terus
> berlanjut. Sehari bisa ada 8-10 orang yang nyari
> Caca
> sialan itu, dan khusus di akhir pekan atau hari
> libur
> nasional lainnya bisa naik sampe 20 panggilan
> sehari,
> dengan penelepon yang beda-beda. Persamaannya Cuma
> satu: dari suaranya kayaknya rata2 anak kecil atau
> ABG. Si Caca ini anak gaul kronis kali, kerjaannya
> ngelayap mulu, makanya temennya segini banyak, pikir
> gue.
> 
> Segitu lama nerimain telepon salah sambung mulu,
> lama2
> gue bete juga kan. Mana kalo nelepon suka nggak
> kenal
> waktu. Untungnya telepon gue ada CLI- nya, jadi kalo
> ada telepon masuk gue bisa memperkirakan ini salah
> sambung atau enggak. Kalo nomernya udah jelas2 aneh,
> nggak gue angkat sekalian. Tapi kalo lagi iseng
> nggak
> ada kerjaan, suka gue jadiin hiburan juga. Misalnya;
> 
> [kriiing-jam 11 malem]
> "Halo..."
> "Halo... Caca ada?"
> "ooo... Cacanya lagi mandi..."
> "Mandi Oom? Malem2 gini?" (sialan gue dipanggil oom,
> disangka bapaknya kali)
> "Iya. Keramas. Tau sendiri dong abis ngapain,hmmm?
> [klik]
> 
> [kriiing]
> "Halo..."
> "Halo... Caca ada?"
> (dg nada panik)"Oooh.... kamu belum tau ya??"
> "Kenapa? Kenapa?" (ikutan panik)
> "Caca kecelakaan!!"
> "HAH?! Dirawat di mana oom?"
> "Di RS anu, di UGD!"
> "Oh iya oom, saya segera ke sana."
> [klik]
> 
> Makin lama gue jadi semakin tertantang
> kreativitasnya
> cari cara2 baru ngejawab telepon2 gila itu.
> 
> [kriiing-jam setengah 1 malem]
> "HUAHAHAHA-HUAHAHAHA-HA-HA-HA!!"(ketawa ala buto
> ijo)
> "...!!"(kaget campur ngeri)
> [klik]
> 
> [kriiing]
> "HALO!"
> "ha-halo...?"
> "YA HALO!! DI SINI POLSEK MENTENG!!"
> "Oh, ma-maaf pak..."
> "ADA PERLU APA INI, JANGAN MAIN-MAIN YA! SAYA TAHU
> NOMER TELEPON KAMU XXXXXXX!!"
> "...!!!"(sama dengan kasus sebelumnya)
> [klik
> 
> [kriiing]
> "Halo..."
> "Halo... Caca ada?"
> "Ya ini Caca."
> "...Caca? (trus kedengeran si penelepon bisik2 sama
> orang di sebelahnya 'kok suaranya laki sih?')"
> [klik]
> 
> Keponakan2 gue juga pada kesenengan kalo gue suruh
> angkatin telepon buat Caca. Tapi akhirnya terpaksa
> gue
> hentikan karena mereka jadi kayak dapet legitimasi
> mempraktekkan kata2 terlarang "Caca nggak ada, dasar
> bego, kampret, monyet...!!!"
> 
> Ada juga yang sok imut, kalo diangkat diem. Thanks
> to
> CLI, gantian gue kerjain; gue teleponin dia di jam2
> aneh (11 malem, 2 pagi, 5 subuh). Habis itu kapok
> nggak pernah iseng lagi. Dimarahin ibunya kali.
> Kadang
> kalo gue lagi males berkreativitas, telepon gue
> angkat
> tapi gue geletakin aja sementara gue asik main PS.
> Ada
> yang betah lho nungguin sampe lama padahal yang dia
> denger cuma suara berisiknya PS gue. Kadang2 gue
> angkat terus gue tutup lagi sampe pernah kejadian
> begini,
> 
> [kriiing]
> "Halo..."
> "Halo... Caca ada?" (dengan suara cengengesan)
> [prok] (nutup sambil napsu)
> 
> [kriiing]
> "Halo!"
> "Gung, ini gue gung, gue...!! Iih galak amat sih
> langsung ditutup...!" Ternyata temen gue, tadinya
> berniat sok lucu ngaku2 nyari Caca.
> 
> Setelah beberapa bulan diliputi misteri, pada suatu
> hari gue dapet petunjuk berarti tentang siapa
> sebenarnya Caca ini.
> 
> [kriiing]
> "Halo..."
> "Halo... MARSHANDA ada?" Marshanda? Yang bintang
> sinetron itu?
> "Hm. Minta nomer berapa ya?"
> "314-xxxx"
> "Oooo... jadi ini nomer teleponnya Marshanda toh.
> Yang bintang sinetron itu?"
> "Iya, oom."
> "Dapet dari mana sih kamu?"
> "Majalah, oom."
> "Ooo.. gitu toh..."
> "Jadi.... Marshanda-nya ada oom?"
> "Ya enggak, lah! Salah sambung, monyong!"
> [klik]
> 
> [kriiing-nomer yang tadi]
> "APA KAMU, NGGA TERIMA DIKATAIN MONYONG??"
> "...!!" (lagi2 surprise atas keajaiban teknologi
> bernama CLI).
> [klik]
> 
> Sialan bener TELKOM, ternyata gue dikasih nomer
> bekas.
> Bekasnya bekas artis, lagi! Apes banget. Dugaan gue,
> si Marshanda ini mungkin udah ngga sanggup nerima
> telepon masuk melulu, makanya dia ganti nomer. Dasar
> sialnya gue aja kok ya ndilalah gue yang dapet nomer
> wasiat itu.
> 
> Sejak tau bahwa Caca = Marshanda, maka gue mencoba
> berbaik hati pada para anak kecil dan ABG salah
> sambung itu untuk menyampaikan kenyataan pahit bahwa
> bintang pujaan mereka males nerima telepon dari
> fansnya. Tapi kemudian malah timbul pertanyaan baru
> yang makin bikin ribet.
> 
> [kriiing]
> "Halo..."
> "Halo... Marshanda / Caca ada?"
> "Oh, salah sambung dik, dulu memang benar ini
> nomernya
> Caca, tapi sekarang udah bukan, ok?"
> "Ooooh... gitu..... trus, NOMER TELEPON MARSHANDA
> YANG
> SEKARANG BERAPA DONG OOM?"
> Ya-elah, manalah gue tau...! Ggrrrrr... anak2 ini,
> kebanyakan makan MSG kali sampe bisa kompakan
> lemotnya
> gini.
> 
> Maka niat baik memberikan informasi gue batalkan dan
> gue kembali ke teknik awal penerimaan telepon dengan
> menyamar sebagai buto ijo, pak polisi, atau
> mengarang
> cerita2 tendensius tentang Caca alias Marshanda.
> Sekarang setelah gue tau Caca adalah Marshanda si
> artis, sekalian aja gue bikin gosip ala
> infotainment.
> 
> [kriiing]
> "Halo..."
> "Halo... Marshanda / Caca ada?"
> "Oh, Cacanya lagi pergi, sama -BLANK-" (Isi sendiri
> dengan nama artis cowo yang gue tau, kadang Ari
> Wibowo, kadang Primus, kadang Syahrul, kadang Deddi
> Cobuzier)
> "Emangnya.... mereka jadian ya oom?"
> "Iya! Tapi ssst... jangan bilang2 ya!"
> "Iya, iya oom!" (dengan nada ceria siap menyebar
> gosip).
> [klik]
> 
> Pada suatu hari, akhirnya gue menemukan jalan untuk
> sedikit meringankan penderitaan gue dan
> mengembalikannya pada yang lebih berkepentingan.
> Awalnya gue mau pesen KFC. Tau sendiri kan, kalo
> pesen
> KFC nggak perlu nyebutin alamat, cukup nomor telepon
> aja, nanti mereka udah punya database alamat orang
> sejakarta lengkap. Tapi waktu gue sebutin nomer
> telepon gue...
> "...alamatnya di Jalan Lembang no. 6 ya Pak?"
> "Jalan Lembang? Bukan!"
> "tapi di database kami di jalan Lembang, pak"
> Langsung gue ngeh: berarti, inilah alamatnya si
> Marshanda!
> 
> Mungkin database KFC belum sempet diupdate sewaktu
> terjadi perubahan nomer telepon. Dan, kalo udah tau
> alamat lengkapnya, maka...
> 
> "Telkom 108 selamat siang, bisa dibantu?"
> "Mbak, bisa tolong minta nomer telepon untuk alamat
> Jl. Lembang No. 6, Menteng 10310?"
> Hahaha, gotcha! Gue dapet nomer teleponnya Marshanda
> yang asli. Maka dengan ceria gue tempel tuh nomer di
> pesawat telepon gue dan tiap kali ada yang salah
> sambung...
> 
> [kriiing]
> "Halo..."
> "Halo... Marshanda / Caca ada?"
> "Oh salah sambung, nomernya udah ganti, nomer
> Marshanda yang baru, catet nih, 3154119. Tolong
> kasih
> tau ke semua temen kamu, ya!"
> 
> Sejak itu telepon2 misterius berkurang drastis...
> 
> ------------------------------------------------
> Capek gak sih bacanya... =p
> 





CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. 
This email is intended to be reviewed by only the addressee(s) named 
above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified 
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email 
and its attachments, if any, or the information contained herein is 
prohibited. If you have received this email in error, please 
immediately notify the sender by return email and delete this email 
from your system. Thank you.

Kirim email ke