Sempurna atau tidak adalah sebuah penilaian yang subyektif. Dengan duduk paling 
rapi atau hapal surat pendek tidak menjamin orang tersebut "sempurna" di mata 
orang lain. Tetap saja subyektif. Dulu kita tidak bernah bertanya ketika TK 
kenapa si A pulang duluan, apa penjelasan sempurna menurut bu guru? Tapi 
sekarang, kita bisa mencerna, bahwa sempurna atau tidak, yang menurut penilaian 
manusia adlah subyektif.

 
It's only a transition...

Dicky Kurniawan
News Camera Person
NEWS DIVISION
PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV)
Gd. Trans TV 3rd Fl.
Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A
Jakarta Selatan 12790
+628174964705
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
omongkosongku.blogspot.com  
 



----- Original Message ----
From: Noverto Aji Prasetyo <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, February 7, 2007 4:36:14 PM
Subject: [sma1bks] Yang Sempurna yang Terpilih

Artikel bagus, sori yach klo dah pernah dapet.
 
Cheers
@ji
 
 
Yang Sempurna yang Terpilih

Oleh Bayu Gawtama

Masih ingat zaman dulu ketika duduk di bangku Taman Kanak-Kanak? Setiap 
menjelang pulang para guru berdiri di depan dengan kalimat yang khas, “Siapa 
yang duduknya paling rapih pulang duluan,” seketika seluruh kelas hening tak 
bersuara, duduk dengan sikap paling sempurna, mulut tertutup rapat dengan 
tangan kanan dan kiri saling menindih di atas meja. Berdebar-debar menunggu 
siapa yang dinilai paling sempurna sikapnya dan disebutkan namanya untuk 
dibolehkan keluar kelas paling pertama. Ketika nama saya tak disebut, melainkan 
nama yang lain, saya mencoba lebih menyempurnakan sikap. Mungkin saja posisi 
tubuh saya belum tegap, atau tangannya tidak terlipat sempurna.
Tak hanya saya, teman lain yang tak dipanggil hingga panggilan kesekian pun 
semakin gelisah sambil terus memperhatikan letak duduk, posisi tubuh, hingga 
mata yang ditahan-tahan tak berkedip untuk menunjukkan sikap sempurna. Barulah 
senyum mengembang ketika nama disebut sambil melirik ke arah bangku kelas, 
karena ternyata masih ada beberapa teman tertinggal di belakang. Bangga sedikit 
boleh, tapi belum puas karena tidak menjadi yang paling sempurna.

Keesokan harinya, ketika masuk kelas sudah berpikir untuk bersiap-siap jika 
menjelang pulang nanti harus bersikap jauh lebih baik, jauh lebih sempurna dari 
kemarin. Alhasil, meski tidak juga menjadi yang pertama, tetapi lebih baik dari 
kemarin. Terus hingga hari berikutnya pun sikap sempurnanya diperbaiki lagi 
hingga pada suatu hari mendapat kesempatan untuk keluar kelas urutan pertama. 
Bangga, pasti. Senang, jelas. Karena dari hari ke hari berupaya untuk menjadi 
yang paling sempurna tercapai di hari itu.

Di lain masa dan di lain tempat, hukum kesempurnaan itu terus berlaku. Teringat 
saat mengaji di kampung, Pak Ustadz akan mengizinkan para santri pulang ke 
rumah setelah menghapal salah satu surah pendek yang sudah ditentukan satu hari 
sebelumnya. Siapa yang sudah hapal dipersilahkan maju untuk diuji. Lancar dan 
bagus bacaannya, boleh pulang. Jika terbata-bata, silahkan duduk dan pelajari 
lagi sambil menunggu giliran berikutnya. Bagi yang tidak hapal, harap pasrah 
pulang paling akhir plus dengan sedikit ‘omelan’ Pak Ustadz.
Setiap kali seorang santri tengah diuji hapalannya, santri yang lain 
komat-kamit menghapal, sementara lainnya memperhatikan bacaan santri yang 
sedang diuji sambil berdebar-debar menunggu giliran. Santri yang sudah teruji, 
tak jarang menjadi contoh dan dipuji Pak Ustadz. Bangga, tentu saja lantaran 
hari itu ia menjadi yang pertama mampu melewati ujian. Seorang teman satu 
pengajian pernah mengisahkan kegembiraannya setelah terpilih mewakili pengajian 
kami untuk lomba hifdzil quran (hafalan quran). Meski pun tidak menang dalam 
perlombaan itu, terpilh untuk mewakili pengajian kami pun sudah prestasi luar 
biasa baginya.

Hukum kesempurnaan ini akan berlaku kapan pun dan di mana pun. Kesempurnaan 
dimaksud adalah bukan titik puncak dari apa yang bisa dilakukan seseorang. 
Melainkan sebuah upaya maksimal yang mampu diusahakan, ianya diperoleh melalui 
proses panjang yang melelahkan. Kesempurnaan bisa dicapai dengan akal pikiran, 
kerja keras yang tak kenal menyerah. Seorang siswa terpilih menjadi siswa 
teladan bukan hanya karena nilainya tertinggi, melainkan juga dinilai dari 
aspek lainnya seperti sikapnya terhadap guru dan teman, kepemimpinannya di 
kelas, kedisiplinan, kerapihan, kebersihan, dan kecakapan lainnya yang di atas 
rata-rata teman satu sekolahnya.
Seorang karyawan di sebuah perusahaan akan mendapat promosi bukan saja karena 
hasil kerjanya yang memuaskan selama satu tahun. Para atasannya juga melihat 
kedisplinan serta hubungan baiknya dengan sesama karyawan sehingga mampu 
menciptakan semangat kerja sama yang bagus. Sama halnya dengan orang tua yang 
tak segan-segan memberi hadiah kepada anaknya yang rajin, cerdas dan taat 
menjalankan perintahnya.

Karenanya, berusahalah terus untuk menjadi lebih baik dan lebih sempurna. Kalau 
kita bisa menapak anak tangga ke seratus, kenapa harus berhenti di anak tangga 
ke tujuh puluh? Kalau sanggup mendaki Mount Everest, kenapa hanya bukit kecil? 
Kalau sanggup menyelesaikan dua-tiga pekerjaan dalam sehari, kenapa hanya satu? 
Kalau sanggup mendapat nilai A dalam ujian, kenapa hanya berusaha mendapatkan B?

Allah itu sempurna, maka dekatilah Dia dengan cara yang sempurna. Sebagai hamba 
kita harus beribadah dan bekerja secara sempurna. Perbaikilah semua yang masih 
bisa diperbaiki, sempurnakan segala yang seharusnya bisa lebih sempurna. 
Bukankah orang-orang yang akan menghuni surga Allah adalah orang-orang 
terpilih? Jadilah sempurna, agar kita menjadi orang-orang terpilih. Insya Allah 

 
Noverto Aji Prasetyo 
Trade Marketing Cost Controller

PT Frisian Flag Indonesia
Jl. Raya Bogor Km. 5 Pasar Rebo
Jakarta 13760 
Phone  +62 (21) 8410945, 8400611 (ext. 245) 
Fax     +62 (21) 8410895, 8400225
mailto:noverto. prasetyo@ frieslandfoods. co.id
www.frieslandfoods. co.id

 


This e-mail message has been scanned for Viruses and Content and cleared by 
NetIQ MailMarshal 





 
____________________________________________________________________________________
Never miss an email again!
Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives.
http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/

Kirim email ke