Beberapa hari lalu, Badan Pusat Statistik melansir: pertumbuhan ekonomi 2006, hanya 5,5%, dikoreksi dari prakiraan semula, yang 5,6%. Kata BPS, penyebab dominan dari koreksi itu, adalah bencana alam yang terus menghantam Indonesia, sejak akhir 2005 hingga 2006.
Sementara itu Menko Perekonomia Boediono khawatir, target pertumbuhan ekonomi 2007, yang ditargetkan 6,3% bakal gak tercapai, karena bencana banjir kemarin. Bayangkan, hujan yang terjadi cuma 2 hari, membuat 70 persen Jabodetabek terendam, kerugian sekitar 4 triliun rupiah. Itu duit loh, dengan 12 digit nol di belakangnya. Memang itu cuma angka. Tapi coba kita liat, pengaruhnya buat kehidupan kita sehari-hari. Setiap satu persen pertumbuhan ekonomi, diharapkan menyerap 4 ratus ribu angkatan kerja. Padahal, angkatan kerja setiap tahun bertambah dua juta orang. Artinya, bakal tambah banyak mereka yang menganggur, beban sosial lebih besar (yang tadinya enggak nampung kepononakan, jadi nampung keponakan, ipar, saudara karena gak kerja), selisih penghasilan lebih kecil. Walau ekspor naik, tapi investasi terus turun sejak 2004, meskipun mulai titik balik. Artinya, tidak ada pabrik baru yang buka, yang lama malah banyak yang tutup, karena kenaikan minyak 2005 kemarin, permintaan luar negeri yang makin mengecil. Pokoknya, masih serba suram deh: namun selalu ada embel-embel makro ekonomi membaik, suku bunga menurun, pembangunan infrastruktur mulai ada. Nah, di saat ekonomi masih belum pulih, eh di tataran politik, para elit kita bertingkah. Mereka bilang: UUD 1945 hasil perubahan gak sah, harus ditolak, harus ditata ulang. Efek langsung memang gak ada buat kita. Tapi coba kita bayangkan kalau niat itu dilanjutkan: Pemilu Presiden gak sah, Pemilu 2004 gak sah, Referendum harus digelar. Gile bener! Berapa duit tuh, duit rakyat, duit kita-kita ini yang diselalu dipalak pajak, bakal berhamburan. Berapa banyak tuh energi kita yang selama ini terbuang. Bener-bener se-enak udel-nya! Eh, di awal tahun ini ada lagi PP 37/2006 yang heboh itu. Anehnya, tak ada satu pun! Saya ulangi, tak ada satu pun! Partai politik yang menolak tegas pp ini dan mewajibkan kadernya mengembalikan dana rapel. Yang ada cuma himbauan, tapi terserah masing-masing dewek! Itu duit siapa tuh? Duit kita-kita juga yang diambil dari pajak, masuk ke APBN, ke anggaran rutin pegawai, masuk ke APBD, masuk ke kantong wakil rakyat yang dulu kita pilih dengan sukacita. To be continued.... Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com -------------------------------------------------- Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....]. Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
