----- Forwarded Message ----
From: ibnu siena <[EMAIL PROTECTED]>
To: akun unpad <[EMAIL PROTECTED]>; smu 1bks <[EMAIL PROTECTED]>; att-up2 
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, February 23, 2007 9:26:28 PM
Subject: [planetsatu] Fw: [ilusi-1] Tuhan 9 Senti




----- Forwarded Message ----
From: ELFIRA ROSA <[EMAIL PROTECTED] com>
To: [EMAIL PROTECTED] .com; [EMAIL PROTECTED] com; paskibraka_indonesi [EMAIL 
PROTECTED] com; [EMAIL PROTECTED] ps.com; [EMAIL PROTECTED] ps.com; 
pantau-komunitas@ yahoogroups. com; jurnalistik_ multiangkatan@ yahoogroups. 
com; [EMAIL PROTECTED] .com; smu_1_bekasi@ yahoogroups. com; merpatiputih- 
[EMAIL PROTECTED] s.com; penulislepas@ yahoogroups. com
Sent: Friday, February 23, 2007 2:55:39 AM
Subject: [ilusi-1] Tuhan 9 Senti


Tuhan Sembilan Senti 

oleh : Taufik Ismail 
 
 
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa 
tak tertahankan bagi orang yang tak merokok, 
Di sawah petani merokok, di pabrik pekerja merokok, di kantor pegawai 
merokok, di kabinet menteri merokok, di reses parlemen anggota DPR 
merokok, di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok, 
hansip-bintara- perwira nongkrong merokok, di perkebunan pemetik buah 
kopi merokok, di perahu nelayan penjaring ikan merokok, di pabrik 
petasan pemilik modalnya merokok, di pekuburan sebelum masuk kubur orang 
merokok, 
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na'im sangat ramah bagi 
perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak 
merokok, 
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok, di ruang kepala 
sekolah ada guru merokok, di kampus mahasiswa merokok, di ruang kuliah 
dosen merokok, di rapat POMG orang tua murid merokok, di perpustakaan 
kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok, 
Di angkot Kijang penumpang merokok, di bis kota sumpek yang berdiri yang 
duduk orang bertanding merokok, di loket penjualan karcis orang merokok, 
di kereta api penuh sesak orang festival merokok, di kapal penyeberangan 
antar pulau penumpang merokok, di andong Yogya kusirnya merokok, sampai 
kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok, 
Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, 
tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok, 
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita, 
Di pasar orang merokok, di warung Tegal pengunjung merokok, di restoran 
di toko buku orang merokok, di kafe di diskotik para pengunjung merokok, 
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan abab rokok, 
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur 
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak 
rokok, 
  
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling 
menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. 
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di 
kantor atau di stopan bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih 
jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS, 
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di 
dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau 
itu, bisa ketularan kena, 
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok, di apotik yang antri obat 
merokok, di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok, di ruang tunggu 
dokter pasien merokok, dan ada juga dokter-dokter merokok, 
Istirahat main tenis orang merokok, di pinggir lapangan voli orang 
merokok, menyandang raket badminton orang merokok, pemain bola PSSI 
sembunyi-sembunyi merokok, panitia pertandingan balap mobil, 
pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium 
kaki sponsor perusahaan rokok, 
Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil 'ek-'ek orang goblok merokok, di 
dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok, di 
ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang 
goblok merokok, 
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na'im sangat ramah bagi orang 
perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak 
merokok, 
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita, 
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat 
merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa. Mereka ulama ahli 
hisap. Haasaba, yuhaasibu, hisaaban. Bukan ahli hisab ilmu falak, tapi 
ahli hisap rokok. Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka 
terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih 
warnanya, ke mana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung 
tasbih 99 butirnya, 
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka 
memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan 
tangan kiri. Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul 
yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal? 
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu. Mamnu'ut 
tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz. Kyai, ini ruangan 
ber-AC penuh. Haadzihi al ghurfati malii'atun bi mukayyafi al hawwa'i. 
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok. Laa taqtuluu anfusakum. 
  
Min fadhlik, ya ustadz. 25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan. 
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan. 
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan? 
 
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu 'alayhimul 
khabaaith. 
Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah 
dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok. 
Jadi ini PR untuk para ulama. Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, 
lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan, 
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini. Banyak 
yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, 
yaitu ujung rokok mereka. Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir. 
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai 
terbatuk-batuk, 
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 
orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok 
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas, lebih gawat 
ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di 
bawah korban narkoba, 
Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa 
di negara kita, jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan 
celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan 
indah dan cerdasnya, 
  
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku' dan 
sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan 
fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap 
tuhan-tuhan ini, 
  
Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini...



Sucker-punch spam with award-winning protection.
Try the free Yahoo! Mail Beta. 





Expecting? Get great news right away with email Auto-Check.
Try the Yahoo! Mail Beta. 


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke