TELL HER NOW THAT YOU LOVE HER
Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada Maret 7th, 2007


baitijannati. Tit.. tiit … “I luv u” Setiap pagi aku menerima SMS bernada 
seperti itu. Atau terkadang berupa gambar yang melambangkan cinta. Bukan 
siapa-siapa, karena wanita yang rajin tak pernah absen mengirimiku ungkapan 
cinta itu tak lain adalah istriku sendiri. Kemarin kuberitahu dia bahwa 
tindakannya itu memalukan, untuk sebuah keluarga yang sudah memiliki dua anak, 
tidak usahlah ‘cinta-cinta-an’ seperti halnya orang pacaran atau pengantin 
baru. Tapi ia tidak menggubrisnya, bahkan ia semakin sering dengan menambah 
rutinitas itu pada setiap sorenya.
Enam setengah bulan lalu, malah dia melakukan satu seremoni yang bagiku 
hanyalah buang-buang uang saja dan tak selayaknya ia melakukan itu. Malam itu 
sesampainya aku di rumah, kudapati rumahku hanya diterangi oleh lampu yang 
remang-remang. Rupanya istriku mengganti lampu ruangan makan kami, agar 
terkesan lebih romantis, katanya. Sementara dua anakku sudah terlelap menikmati 
mimpinya, kulihat beberapa batang lilin menyala diatas meja makan yang 
diatasnya sudah tersedia hidangan penuh selera yang menjadi kesukaanku. Dengan 
gaun malamnya, ia terlihat begitu cantik. Aku baru ingat, hari itu adalah ulang 
tahun ketiga pernikahan kami.
Bahkan satu bulan sebelumnya, ia mengajakku keluar bersama anak-anak. Kami 
makan di sebuah restoran yang cukup bagus. Ia yang membayar semuanya, katanya. 
Pikirku, dari mana ia mendapatkan uang, toh ia tak bekerja. Akhirnya kuketahui 
itu uang yang ia sisihkan dari jatah bulanan yang kuberikan. Hanya saja bagiku, 
sekedar merayakan ulang tahunku tidak perlu repot-repot dan mahal seperti ini. 
Cukup dengan membeli makanan di pasar dan dimakan bersama-sama, selesai, yang 
penting kita bersyukur kepada-Nya bahwa kita masih diberikan kekuatan dan 
kesabaran dalam mengemban amanah-Nya sampai usia kita bertambah hari itu. Yang 
kuheran, malam sebelumnya tepat pukul 00.01 WIB ketika detik pertama pada 
tanggal kelahiranku, sebuah kecupan hangat mendarat di keningku. Kubuka 
perlahan mataku dan kudapatkan senyumannya yang manis. Malam itu ia 
menghadiahiku sebuah jam tangan yang didalam bungkus kadonya terdapat sebuah 
kartu ucapan bertuliskan: “Take My Heart In Your Arm”.
O ya, sekedar memberitahu, handphone yang kupakai sekarang ini adalah handphone 
hadiah darinya pada saat ulangtahun pernikahanku enam setengah bulan yang lalu 
itu. Aku sempat menolaknya, karena handphone-ku sebelumnya juga masih bagus. 
Dengan sedikit senyum ia menghulurkan sebungkus kado cantik itu. Didalamnya, 
kutemukan kembali sebuah kartu bertuliskan sebuah pesan (harap) singkat: “Keep 
In Touch, Please …”. Lucunya, aku lupa bertanya, bagaimana cara ia mendapatkan 
barang semahal itu. Ah mungkin karena aku sedang terkagum-kagum saja kepada 
istriku itu, yang membuat aku lupa.
SMS terakhir yang aku terima pagi ini, masih sama isinya. Namun entah kenapa 
hari ini aku menitikkan air mata. Kuperhatikan kembali rangkaian kata-kata 
dalam pesan itu, padahal setiap hari aku membacanya. I-L-U-V-U … kuperhatikan 
satu persatu huruf yang terangkai singkat itu, namun titik air dari mataku 
semakin bertambah. Aku jadi teringat dengan handphone hadiah darinya, teringat 
dengan makan malam istimewa nan romantis saat ulang tahun pernikahanku enam 
setengah bulan yang lalu, jam tangan hadiah darinya saat ulangtahunku, semua 
perhatian, cinta dan kasih sayangnya kepadaku. Ooh …
Tiba-tiba mataku menatap lingkaran merah di satu tanggal pada kalender mejaku. 
Disitu tertulis, “Ultah istriku”. Ya Allah … aku hampir saja melupakannya kalau 
besok adalah hari ulang tahunnya. Sementara hari sudah sore, aku bingung harus 
menyiapkan hadiah apa untuknya, padahal uangku sudah habis, tak mungkinlah jika 
aku meminta kepadanya untuk membeli hadiah untuknya, jelas nggak surprise. 
Akhirnya, aku nekat menelepon beberapa teman dan karibku, atau siapapun yang 
bisa kupinjam uangnya. Aku ingin memberinya sesuatu. Namun, apa daya, tak 
satupun dari mereka bisa meminjamkannya karena memang selain mendadak, bukan 
tanggal yang tepat bagi siapapun untuk meminjam uang di tanggal tua. 
Aku lemas, hari sudah terlalu malam bagiku untuk mengetuk pintu orang kesekian 
untuk kupinjami uangnya. Lagipula toko-toko mulai tutup, kalaupun aku 
mendapatkan uangnya, sudah terlambat untuk membeli sesuatu. Langkahku gontai, 
aku malu jika pulang tak membawa apa-apa. Aku menyesal, rupanya kesibukan dan 
sifat egoisku yang selama ini menutupi semua perhatian dan cinta yang 
diberikannya, hingga tak sekalipun aku membalasnya. Sambil berjalan, lalu 
terbetik sebuah ide kecil dibenakku …
Aku pulang, kudapati rumahku sudah sepi, istri dan kedua anakku sudah terlelap. 
Aku tak ingin membangunkan mereka. Belum juga mataku merapat karena masih 
membayangkan betapa menyesalnya aku yang telah mengabaikan perhatian dan kasih 
sayangnya selama ini, bahkan tak sepatah kata ‘terima kasih’ pun aku ucapkan 
untuk semua cintanya itu. Satu jam kemudian, istriku terbangun untuk menunaikan 
sholat malamnya. Biasanya ia membangunkan aku (atau sebaliknya jika aku bangun 
terlebih dulu) untuk sholat bersama. Namun ia tak segera, karena kuyakin 
matanya langsung menatap setangkai bunga mawar merah yang kuletakkan disamping 
bantal tidurnya. Sementara aku masih berpura-pura terlelap, namun mataku 
sesekali menangkap senyuman di bibirnya ketika ia membaca kertas kecil yang 
kuikatkan ditangkai bunga itu, “Maafkan abang dik, yang telah melupakan 
perhatian dan cinta adik. Bunga ini memang tidak akan mampu membalas semua yang 
telah adik berikan … with luv …”
***
Saudaraku, berapapun usia pernikahan anda, tetaplah perbaharui cinta berdua 
dengan senantiasa memberikan perhatian dan kasih sayang. Sehingga kelak, 
cita-cita berdua sampai di surga-Nya bukanlah sekedar impian. Dengan cinta dan 
perhatian yang tulus kepada pasangan anda, segala cobaan, ujian seberat apapun 
akan mampu diatasi bersama, selamanya, tanpa harus berakhir dengan tangis dan 
penyesalan. Sehingga juga dengan itu, waktu yang anda punya tak habis terpakai 
untuk menyelesaikan semua persoalan, dan anda bisa lebih memfokuskan harap dan 
do’a semoga Allah tersenyum juga mencurahkan cinta-Nya karena kasih dan sayang 
setiap hamba kepada pasangannya. (Bayu Gautama, With Love)
(baitijannati.wordpress.com)
__________________
sumber : eramuslim.com


 
____________________________________________________________________________________
Sucker-punch spam with award-winning protection. 
Try the free Yahoo! Mail Beta.
http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/features_spam.html

Kirim email ke