Liat liputan konser Hee Ah Lee ini di tv aku juga merasa takjub. Dengan semua kekurangannya dia bisa membuat semua penonton terkesima dan terhanyut oleh semua lagu yang dimainkannya. cheers @ji Hari sabtu lalu, saya nonton konser piano Hee Ah Lee. (gratisan dari teman saya yang sangat baik."Mbak En.terima kasih ya.")
Jadi, tersebutlah seorang gadis Korea bernama Hee Ah (Lee, nama keluarga). Bapaknya veteran perang korea, yang menghabiskan sisa umur dengan sakit, sehingga ibunya pun menjadi single mother. (Kompas, Jum'at lalu, menulis ini di rubrik sosok). Hee Ah lahir dengan kaki sebatas lutut. Jangan harap, menemukan jempol hingga kelingking di kaki itu, karena bentuknya jauh dari apa yang bisa kita sebut sebagai telapak kaki. Kedua tangan Hee Ah, bukan berjari lima pada masing-masing kiri dan kanan, seperti milik kita. Hee Ah hanya memiliki sebentuk menyerupai "capit kepiting". Jadi, boleh dikata, hanya 4 jari Ia miliki. Tinggi badannya 103cm. Tidak berhenti sampai disitu, Hee Ah, juga memiliki kecerdasan dibawah normal. Malam itu, adalah pertunjukan yang menguras air mata. Saya merasakan sebuah getaran yang luar biasa, dari lubuk sana , atas kebesaran Tuhan, yang mengalir antara lain, melalui cinta tanpa syarat dari seorang Ibu. Ibunya Hee Ah, itu. Konon, Hee Ah, mendapatkan latihan piano untuk memberikan stimulasi bagi syaraf dan motorik di ke empat jarinya. Agar "jemari" itu, bisa bekerja maksimal membantu kelangsungan aktivitas Hee Ah. Namun, si Ibu -tentunya mendapat ilham dari Yang Maha-"merasa" bahwa Hee Ah memiliki bakat musik (piano). Dan, akhirnya dengan ketekunan luar biasa, si Ibu mendampingi, memberi semangat (termasuk memaksa dengan keteguhan dan kesabaran) Hee Ah, untuk berlatih piano dengan "keras". Yang menurut saya, melebihi ukuran normal. Bayangkan saja, kesabaran serupa apa, mendampingi seorang anak, berlatih satu lagu sepuluh jam perhari selama lima tahun. Keteguhan macam apa, saya tak sanggup membayangkan. Demikianlah... kini semua orang "tinggal" mengucap kagum, menyanjung Hee Ah dan Ibunya tiada habis. Hee Ah berkeliling dunia berbagi cinta dan keceriaan. Saya bersyukur sekali, malam itu diberi kesempatan melihat konser Hee Ah. Dan, demikianlah... dari keempat jemari Hee Ah, mengalun sonata. Hee Ah memberikan pengantar pada setiap lagu yang akan memainkannya. "semoga kita disini, bisa kembali mengenang perasaan saat jatuh cinta.." katanya, melalui penterjemah. Hati saya seperti dicuili.. merepih. Ia mengungkapkan rasa senangnya ketika dapat bermain bersama Richard Clay..... namun, yang membuat saya tergelak, masih sempat ia mengatakan tentang gantengnya manajer si Richard... Senyum tak pernah surut dari wajah Hee Ah, tampak gembira berpendar. Alangkah indahnya hidup, batin saya.. jika bahagia dan ria, seperti itu... Saya tak tahan untuk tak berbagi hal ini, dengan parents semua. Jika Ibu si Hee Ah, bisa seteguh itu "mengantarkan" anaknya menemukan jalan pelangi (meminjam istilah Faiz penyair cilik).. mengapa kita tidak.. Jika Hee Ah, bisa begitu menikmati hidupnya. tentu. (silahkan dilanjutkan sendiri..) Anak saya berkomentar: "mengapa dia begitu bebas ya. seperti tidak merasa aneh, kelihatannya senang dan tak ada beban... ". Mengenang Hee Ah, saya katakan pada diri saya: "..lalu apa lagi yang harus ditakutkan dalam hidup." Tonton siaran tundanya di Metro TV, jumat ini jam 8. Salam cinta buat semua... Ines Noverto Aji Prasetyo Sales Planner PT Frisian Flag Indonesia Jl. Raya Bogor Km. 5 Pasar Rebo Jakarta 13760 Phone +62 (21) 8410945, 8400611 (ext. 245) Fax +62 (21) 8410895, 8400225 mailto:[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> www.frieslandfoods.co.id <http://www.frieslandfoods.co.id/> ##################################################################################### This e-mail message has been scanned for Viruses and Content and cleared by NetIQ MailMarshal #####################################################################################
