HIDUP & DEADLINE
Kata orang bijak, hidup itu seperti roda yang berputar. Kadang di atas,
kadang di bawah. Sekarang kita miskin, suatu saat kita kaya. Sekarang kita
happy, suatu saat kita sedih. Sekarang kita berhasil, lain waktu kita gagal.
Bisa jadi sekarang susah, gagal, miskin dan terus-terusan sedih, tapi lain
waktu semua terjadi sebaliknya (Amiin, amiin, amiiin). Dan yang paling ekstrim
adalah, jika sekarang kita hidup, suatu saat kita akan mati.
Kata Ustadzah saya, menurut Ali bin Abi Thalib (sahabat Nabi Muhammad), orang
yang cerdas adalah orang yang ingat kematian. Dulu saya nggak ngerti, kenapa
cerdas dihubungkan dengan mati? Lama-lama saya baru mengerti bahwa dalam arti
positif, ketika kita mengingat kematian maka kita akan memiliki mindset bahwa
segalanya ada batasnya, ada tenggat waktu, ada deadline. Dan ketika kita
dikejar deadline, pastinya waktu yang ada dimanfaatkan semaksimal mungkin,
sebaik mungkin, seefektif mungkin.
Saya punya kenalan seorang penulis senior dan pendidik, Ibu Fatma Elly. Suatu
malam, untuk pertama kalinya dia menelepon saya, dia berkata, Umi sekarang
umurnya 60 tahun, nggak lama lagi hidup di dunia insya Allah, nah waktu yang
nggak lama ini umi kepingin meninggalkan sesuatu yang bermanfaat
umi ingin
kembali menulis
. Lalu benar saja, setelah telepon pertamanya itu, Umi (dia
menyebut dirinya begitu), sering menceritakan progres tulisannya. Tulisan
tentang pemikiran kontra feminis-nya. Kata-katanya sangat berkesan dan sejak
itu saya jadi malu mengingat diri belum berbuat apa-apa serta betapa
tersanjungnya saya ditelpon umi.
Belakangan ini, berita duka cita mengalir, baik melalui email (milis), SMS,
ataupun kabar dari orang di sekeliling kita tentang wafatnya A, B, C
saya jadi
suka berpikir, suatu saat nanti (pasti) berita seperti itu terjadi pada kita
dan kita sendiri subyeknya. Wuah, jadi harus cerdas mengelola hidup dan waktu.
Supaya umur tidak lewat sia-sia sekaligus mengumpulkan bekal untuk kehidupan
sesudah kematian. Memang sih, ketika masih muda gini sangat tidak nyaman
memikirkan mati. Tapi siapa yang tahu, kematian tidak pernah pandang bulu.
Have a great day, guys
. *tetap smangat meski dikejar deadline ya!*
**teriring doa bagi mereka yang wafat dan bagi orang-orang tercinta yang
ditinggalkannya. Semoga bisa membawa hikmah bagi yang masih hidup..
~ nasehatbuat dirisendiri~
---------------------------------
No need to miss a message. Get email on-the-go
with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.