Wahai Saudaraku... . !!


 


Peringatan penting wahai Saudaraku seagama.... !!


Wahai orang yang memperhatikan firman Allah Subhanahu
Wa Ta'ala :


" Jagalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. "( 
At-Tahrim : 6 ) 


Inilah
peringatan dari orang yang mencintaimu, rindu kepadamu, bacalah dengan
pandangan yang adil, jauh dari hawa nafsu, fikirkanlah dimanakah posisimu ? 


"Belumkah
datang waktunya bagi orang-orang yang beriman ,untuk tunduk hati mereka
mengingat Allah dan pada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) " (Al Hadid 
: 16 )   


Ingatlah wahai
saudaraku, keadaanmu di saat engkau merasakan pedihnya sakaratul maut, yang
pada saat menghadapinya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Aalihi Wasallam
sebagai makhluk yang paling dicintai Allah bersabda : " Tiada Ilaah yang berhak 
disembah selain Allah ,
sesungguhnya dalam kematian itu terdapat rasa kesakitan. "
(H.R. Bukhari) 


Bayangkan wahai
saudaraku, engkau berada di hadapan kematian ini. Malaikat Maut tepat berada di
atas kepalamu. Nafasmu tersengal, nyawamu meregang, mulutmu terkunci, anggota
badanmu lemas, lehermu berkeringat, matamu terbelalak, pintu taubat telah
tertutup untukmu, dahimu berkeringat, di sekitarmu penuh dengan tangisan dan
suara rintihan, sedang engkau dalam kesedihan yang mendalam, tiada yang dapat
menyelamatkan dan menghindarkanmu darinya.   


Engkau saksikan
peristiwa mengerikan tersebut setelah sebelumnya kenikmatan dan kesenangan yang
kamu rasakan. Telah datang kepadamu ketentuan Allah , lalu nyawamu diangkat ke
langit. Kebahagiaan atau kesengsaraankah yang engkau peroleh ? 


Cukuplah
kematian sebagai nasihat, cukuplah kematian menjadikan hati bersedih,
menjadikan mata menangis, perpisahan dengan orang-orang tercinta,penghilang
segala kenikmatan, pemutus segala cita-cita. 


Wahai orang yang
tertipu oleh dunianya,wahai orang yang berpaling dari Allah , wahai orang yang
lengah dari ketaatan kepada Rabbnya, wahai orang yang setiap kali dinasihati,
hawa nafsunya menolak nasihat ini, wahai orang yang dilalaikan oleh nafsunya
dan tertipu oleh angan-angan panjangnya.. . Pernahkah engkau memikirkan
saat-saat kematian sedangkan engkau tetap dalam keadaanmu semula? Tahukah kamu
apa yang akan terjadi pada dirimu di saat kematianmu ? Tentu saat ini engkau
mengucapkan dalam hatimu, saya akan mengucapkan Laa Ilaaha Illallah .
Tidak mungkin wahai saudaraku, jika engkau masih tetap lalai dan berpaling dari
kebenaran hingga tiba saat-saat kematianmu, tentu engkau tidak akan mampu
mengucapkannya, bahkan kamu akan berharap untuk dihidupkan kembali.   


Saudaraku,
tahukah engkau kapan hari kematianmu ? di mana kamu akan mati? engkau tentunya
tidak akan tahu secara pasti ! Jadi kenapa kamu menunda-nunda taubatmu, dan
selalu berkata, " Aku akan taubat, aku akan taubat." 


Seorang terpercaya
bercerita kepadaku," Ada seorang pemuda yang mendapat kecelakaan. Salah
seorang polisi segera datang ke tempat kecelakaan tersebut untuk menolongnya,
namun ia mendapati pemuda itu sudah dalam keadaan sekarat. Polisi itu berkata
kepada pemuda tersebut ` Ucapkanlah Laa Ilaaha Illallah !' Pemuda itu
kemudian mengangkat telunjuknya ke atas dan berkata, ` Laa Ilaaha Illallah
.' Lalu ia meninggal dunia. Setelah dimandikan dan dishalatkan, polisi tadi
pergi ke rumah keluarga pemuda tersebut untuk memberitahukan bahwa anaknya
telah mengucapkan syahadat sebelum meninggal. Ia berkata,'saya membawa berita
gembira untuk anda, bahwa anak anda mengucapkan syahadat sebelum meninggal.'
Orang tua pemuda tersebut menjawab,'kami pun memberitahu anda, sesungguhnya anak
kami tersebut baru saja bertaubat kepada Allah sekitar dua minggu yang
lalu'."   


Saudaraku,.. .
bayangkanlah jika badanmu telah berpisah dengan roh-mu dan engkau sudah
dimandikan, dikafani dan dishalatkan. Setelah itu engkau akan dimasukkan ke
dalam kubur dengan diangkat di atas pundak, padahal sebelumnya engkau menjadi
orang yang mengangkat jenazah atau orang yang berziarah ke kubur. Di saat itu,
apa kata jenazahmu, akankah mengucapkan " Cepat, cepat.....!" ataukah
akan mengucapkan, " Hai, ke mana kalian akan membawaku ? "(Hadits
riwayat Al-Bukhari, An-Nasaa'i, Al-Baihaqy dan Ahmad, dalam hadits : " Di
saat jenazah diletakkan di liang kuburnya dari pundak-pundak orang yang
mengangkatnya, jika jenazah itu dulunya orang yang shalih, ia akan berkata,'
cepat,cepat. ..!' Dan apabila jenazah itu dulunya bukan orang yang shalih,ia
akan berkata,'Hai, ke mana kalian akan membawaku ?' Suara ini terdengar oleh
setiap makhluk selain manusia, dan jika manusia mendengarnya, niscaya ia akan
pingsan.") Kemudian engkau dimasukkan ke dalam kuburanmu oleh orang-orang
yang engkau kenal. Mereka meletakkanmu ke dalam lubang bumi dan menutupi liang
lahatmu dengan papan kemudian mereka menimbun kuburanmu dengan tanah. Lalu
mereka mendo'akanmu. Kemudian mereka meninggalkanmu sendirian dalam kegelapan.
Di atasmu hanya ada tanah, di bawahmu tanah, di kananmu tanah,di kirimu tanah.
  Kemudian ruh-mu dikembalikan ke jasadmu, dan datanglah kepadamu dua
malaikat yang biru kehitam-hitaman. Lalu keduanya bertanya kepadamu, "Siapa
Rabbmu ? Apa agamamu ? Siapa nabi yang diutus kepadamu ? Maka dengan apa kamu
akan menjawab ? Jika di saat mati engkau telah bertaubat, jujur dan beriman,
maka Allah akan menetapkan imanmu pada saat itu. Allah berfirman : 


"Allah
meneguhkan ( iman ) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam
kehidupan di dunia dan di akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang
zhalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki." ( Ibrahim : 27 ) 


Dengan demikian
engkau mampu mengucapkan, " Allah Rabbku, Muhammad shallallahu `alaihi
wasallam Nabiku, Islam agamaku." Lalu terdengarlah suara dari langit
,"Hambaku berkata benar,berikan dia selimut dari Surga, bukakan pintu
Surga baginya !" Maka engkau pun bisa mencium bau Surga, merasakan
kenikmatannya, dilapangkan kuburmu sejauh mata memandang.Lalu datanglah
kepadamu seseorang yang tampan,berpakaian indah dan beraroma wangi lalu berkata
kepadamu," Aku membawa kabar baik yang menyenangkanmu. Inilah hari yang
telah dijanjikan sebelumnya kepadamu." Lalu engkau bertanya kepadanya,"
Siapakah engkau, wajahmu adalah wajah yang membawa kebaikan?" ia
menjawab,"Saya adalah amal shalihmu." Selanjutnya dibukakan bagimu
pintu Surga dan ditunjukkan kepadamu pintu Neraka, dan amalmu berkata,"
Inilah tempatmu bila engkau berbuat maksiat terhadap Allah , Allah
menggantikannya bagimu dengan Surga karenaku." Di saat engkau melihat
surga engkau berkata," Ya Rabbku, segerakan hari Kiamat. Rabbku, segerakan
hari kiamat. Oh kebahagiaan, oh kesenangan, oh kemenangan.. .!"   


Namun apabila
seorang hamba meninggal –semoga Allah melindungi kita- ia menyia-nyiakan
agamanya, meninggalkan shalatnya, mengejek orang-orang shalih, mengerjakan
kemungkaran dan ia meninggal dalam keadaan demikian. Tahukah kamu, dengan apa
ia akan menjawab pertanyaan kedua malaikat tadi, siapa Rabbmu, apa agamamu,
siapa Nabi yang diutus kepadamu ? Ketahuilah, ia akan menjawab dengan, "
Hah... hah...,aku tidak tahu !" Lalu terdengarlah seruan " Bohong !
Baringkan ia di Neraka, bukakan baginya pintu Neraka !" Maka ia pun
merasakan panas dan racun Neraka,kuburannya menghimpit dia hingga meremukkan
tulang-tulangnya. Kemudian datanglah kepadanya seseorang yang berwajah buruk,
berbaju lusuh dan berbau busuk, ia berkata," Saya datang membawa berita
buruk untukmu. Inilah hari yang dijanjikan kepadamu." Ia menjawab, "
Siapakah kamu ? Wajahmu membawa berita buruk. " Orang itu menjawab,"
Saya adalah amal burukmu." Kemudian orang tersebut dijadikan buta, bisu
dan tuli, di tangannya ada sebatang besi, apabila sebuah gunung dipukul dengan
besi itu niscaya akan menjadi debu. Orang yang banyak dosa itu lalu dipukul
sekali dengan palu godam lalu menjadi debu, kemudian Allah mengembalikan lagi
seperti semula, selanjutnya ia dipukul lagi hingga ia menjerit dengan
lengkingan yang bisa didengar oleh seluruh makhluk, selain jin dan manusia.
Kemudian dibukakan pintu Neraka dan disiapkan baginya tempat di Neraka. Lalu ia
berkata," Ya Rabbku, janganlah Engkau datangkan hari Kiamat, janganlah
Engkau datangkan hari Kiamat !" ( Hadits riwayat Abu Daud, An-Nasaa'i,Imam
Ahmad dan Hakim, ia berkata bahwa hadits ini shahih menurut kriteria Al-Bukhari
dan Muslim, dari hadits panjang Al-Barra bin `Azib radhiallahu `anhu)   


Wahai calon
penghuni kubur, apa yang menjadikanmu terpedaya oleh dunia ? Tidakkah engkau
mengetahui bahwa kamu akan meninggalkan duniamu dan duniamu akan meninggalkanmu
? Mana rumahmu yang megah ? Mana pakaianmu yang indah ? Mana aroma wewangianmu
? Mana para pembantu dan keluargamu ? Mana wajahmu yang tampan ? Mana kulitmu
yang halus ? Bagaimana keadaanmu setelah tiga hari dikubur ? Saat itu tubuhmu
telah ditumbuhi ulat dan cacing ; mengoyak kafanmu ; mengahapuskan warnamu ;
memakan dagingmu ; masuk ke dalam tulangmu ; mencerai-beraikan anggota tubuhmu
; merobek sendi – sendimu ; melelehkan biji matamu di pipimu ....(Sebagian
ungkapan ini nasehat Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang zuhud ) 


Coba perhatikan,
apa yang telah engkau persiapkan untuk menjadikan kuburanmu sebagai taman
Surga? Kemudian renungkanlah, wahai saudaraku, keadaan para makhluk yang takut
dengan kedahsyatan hari Kiamat, mereka berdiri menanti datangnya penentuan dan
menunggu munculnya yang memberi syafa'at kepadanya.   Pada saat itu
orang-orang yang berdosa diselimuti oleh kegelapan yang pekat, dan dijilat oleh
api-api yang membara,diperdengar kan kepada mereka suara yang mengerikan yang
muncul dari neraka. 


Hiduplah sesuka
hatimu. Tumpahkan dan hamburkan kesenangan demi kesenangan untuk memuaskan
nafsumu. Katakan semaumu tentang Islam, orang–orang shalih, keta'atan dan
kebaikan. Bergembiralah dan tertawalah sepuas-puasmu kepada dunia. Kelak pada
akhirnya, engkau juga akan meregang di tengah sakaratul maut, dan entah kapan,
itu pasti menimpamu, lalu engkau mati. Saat itu, malaikat maut tepat berada di
atas kepalamu ; hatimu bergetar ; nyawamu meregang ; mulutmu terkunci ; anggota
badanmu lemas ; lehermu berkeringat ; matamu terbelalak , pintu taubat telah
tertutup, orang –orang di sekitarmu menangis, sedang kamu sendiri mengerang
menerima sakit, lalu nyawamu diangkat ke langit.   Pada waktu itu barulah
engkau tahu pasti dan yakin bahwa selama ini kamu terpedaya. Tak berguna lagi
air mata darah, yang ada siksa, derita dan merana selamanya. 


Saudara,....
.... Sebelum semua itu terjadi, sebelum semuanya terlambat, selamatkanlah
dirimu ! Yakinilah bahwa dunia ini bukan akhir dari segalanya. Masih ada
akhirat, yang justru di sanalah kehidupan yang sesungguhnya. Tempat pembalasan
amal perbuatan manusia di dunia dengan seadil-adilnya. Selamatkanlah dirimu !
Bertaubatlah ! Dan ta'atilah petunjuk Rabbmu !


------------
-----


Disarikan dari buku " Bagaimana Bila Ajal
Tiba" tulisan Abdul Muhsin bin Abdur Rahman


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke