TAMAN BERMAIN ITU BERNAMA JALANAN
Guys, apa kabar? Hari-hari yang berat dan kerjaan menumpuk, sementara
deadline di depan mata? (hihi itu mah gue). Mungkin sedikit melongokkan kepala
ke luar dan nggak melulu ke diri kita dan pekerjaan, bisa bikin kepala
sedikit fresh
. Dan siang ini saya mau cerita soal anak jalanan, sebuah
pemandangan umum (apalagi yang kerja di Jakarta).
Seperti biasa, setiap sore di jalan sepanjang rumah sakit Pasar Rebo sampai
perempatan lampu merah Pasar Rebo (rute yang setiap hari saya lewati), banyak
anak jalanan bersliweran sambil bawa kecrekan. Nggak tau kenapa di daerah ini
banyak anak-anak kecil yang ngamen, bukan orang tua. Bahkan ada yang sambil
menggendong adiknya (?) yang masih balita. Kadang sendirian, kadang berdua,
kadang rame-rame. Saya juga pernah liat mereka berantem, rebutan lahan. Malah
ada yang sampe mencoba merampas uang gopekan yang diterima temannya yang entah
gara-garanya kenapa sampai ada orang tua (bapak2) yang ikut misahin.
Tampang mereka lusuh, tapi tetap tidak bisa menyembunyikan wajah
kanak-kanaknya, yang kalau diperhatikan, begitu polos dan lucu (andai mereka
bersih, tersenyum dan ceria pasti lebih lucu lagi). Anak-anak ini nyalinya
gede. Saya sering melihat mereka jalan santai di antara mobil-mobil yang
bergerak maju. Jalan raya serasa lapangan atau taman bermain mereka yang
nyaman. Lihat saja, kadang mereka juga lari-larian riang, becanda, meski
sesaat. Begitu lampu hijau, buru-buru menepi.
Angkot yang saya tumpangi rata-rata (seringnya) berisi mahasiswa. Anak-anak
pengamen jalanan itu cukup beruntung karena adik-adik mahasiswa ini rajin
memberi. Lebih beruntung lagi sebenarnya kalau kebetulan ada penumpang ibu-ibu
yang sepertinya jarang ketemu anak-anak pengamen jalanan. Bawaannya nggak
tegaan pasti. Udah ngasih uang gede, masih diteriakin,
dek, pegangan yang kenceng ntar jatuh, atau duduk aja dulu, jangan loncat.
Tunggu sampe mobil berenti,. Hihihi, ibu-ibu macam ini memang bisa stress liat
tingkah polah mereka di jalan. Dan benar saja, begitu si anak meloncat setelah
mengantungi beberapa lembar ribuan, si Ibu langsung mengelus dada dan curhat
sama kita-kita di angkot yang intinya, kenapa sih anak sekecil itu dibiarin
lalu lalang dan turun naik kendaraan di jalan yang rame
*hihi nanya?*
Suatu sore, saat saya dan teman kantor pulang bareng, lagi-lagi seorang anak
melompat masuk angkot buat ngamen. Kejadiannya persis nggak jauh dari kantor
Komnas Perlindungan Anak, masih di jalan yang sama (kantor itu sejajar dengan
rumah sakit Pasar Rebo).
Liat deh, banyak anak ngamen, dan nggak jauh dari kantor Komnas (Komnas
Perlindungan Anak pen), bisik teman saya, ironis ya?
Weleh, saya yang selama ini lalu lalang di sini kok ya nggak ngeh kalo ada
dua fenomena menarik yang bisa ditarik benang merahnya (hiks..kurang sensitif
nih).
Benar juga, kejadian yang saya ceritain di atas memang letaknya tidak jauh
dari kantor yang ngurusin masalah anak-anak di negara kita tercinta ini.
Kira-kira para aktivisnya ngeliat juga nggak ya? Ah masak sih nggak ngeliat.
Saya yakin sih ngeliat dan juga telah mengerahkan segenap upaya untuk melakukan
perlindungan ke anak-anak yang memang sangat membutuhkan perlindungan dari
negara itu.
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.