Suatu hari seorang bapak tua hendak
menumpang bus. Pada saat ia
menginjakkan kakinya ke tangga, salah
satu sepatunya terlepas dan jatuh
ke jalan. Lalu pintu tertutup dan bus
mulai bergerak, sehingga ia tidak
bisa memungut sepatu yang terlepas tadi.
Lalu si bapak tua itu dengan
tenang melepas sepatunya yang sebelah
dan melemparkannya keluar
jendela.

Seorang pemuda yang duduk dalam bus
melihat kejadian itu, dan bertanya
kepada si bapak tua,
"Aku memperhatikan apa yang Anda lakukan
Pak.
Mengapa Anda melempakan sepatu Anda yang
sebelah juga ?"
Si bapak tua menjawab, "Supaya siapapun
yang menemukan sepatuku bisa
memanfaatkannya."

***

Si bapak tua dalam cerita di atas
memahami filosofi dasar dalam hidup
jangan mempertahankan sesuatu hanya
karena kamu ingin memilikinya atau
karena kamu tidak ingin orang lain
memilikinya.

Kita kehilangan banyak hal di sepanjang
masa hidup.Kehilangan tersebut
pada awalnya tampak seperti tidak adil
dan merisaukan, tapi itu terjadi
supaya ada perubahan positif yang
terjadi dalam hidup kita.

Kalimat di atas tidak dapat diartikan
kita hanya boleh kehilangan
hal-hal jelek saja. Kadang, kita juga
kehilangan hal baik. Ini semua
dapat diartikan
: supaya kita bisa menjadi dewasa secara
emosional dan spiritual,
pertukaran antara kehilangan sesuatu dan
mendapatkan sesuatu haruslah
terjadi.

Seperti si bapak tua dalam cerita, kita
harus belajar untuk melepaskan
sesuatu. Tuhan sudah menentukan bahwa
memang itulah saatnya si bapak
tua
kehilangan sepatunya. Mungkin saja
peristiwa itu terjadi supaya si
bapak
tua nantinya bisa mendapatkan sepasang
sepatu yang lebih baik.

Satu sepatu hilang. Dan sepatu yang
tinggal sebelah tidak akan banyak
bernilai bagi si bapak. Tapi dengan
melemparkannya ke luar jendela,
sepatu itu akan menjadi hadiah yang
berharga bagi gelandangan
yang
membutuhkan.

Berkeras mempertahankannya tidak membuat
kita atau dunia menjadi lebih
baik. Kita semua harus memutuskan kapan
suatu hal atau seseorang masuk
dalam hidup kita, atau kapan saatnya
kita lebih baik bersama yang lain.
Pada saatnya, kita harus mengumpulkan
keberanian untuk melepaskannya.

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke