Senin, 12 Februari 2007
* *
*Zodiak Pun Berubah *
* * (ren )

Dewi (33 tahun) dibuat kaget. Selama hidupnya dia merasa dirinya terlahir
dengan zodiak Libra dalam sistem astrologi. Namun, dirinya yang lahir pada
tanggal 2 Oktober ini tiba-tiba sekarang masuk dalam kategori berbintang
Virgo. Mengapa bisa demikian?

Apa yang dialami Dewi bisa jadi kini terjadi pada setiap manusia yang ada di
muka bumi ini. Sistem zodiak yang merupakan bagian dari astrologi dan
berkembang sejak zaman Yunani memang mengalami perubahan. Hal ini terjadi
akibat peredaran bumi yang mengelilingi matahari. Jika sebelumnya dikenal 12
zodiak, kini ada 13 zodiak. Zodiak bungsu tersebut adalah Ophiuchus.

Dengan adanya perubahan tersebut, maka tanggal lahir yang berkaitan dengan
zodiak seseorang juga mengalami perubahan. Bintang Capricornus adalah untuk
mereka yang lahir pada 21 Januari-16 Februari. Selanjutnya, Aquarius untuk
kelahiran 16 Februari-11 Maret, Pisces (11 Maret-18 April), Aries (18
April-13 Mei), Taurus (13 Mei-22 Juni), Gemini (22 Juni-21 Juli), Cancer (21
Juli-10 Agustus), Leo (10 Agustus- 16 September), Virgo (16 September-31
Oktober), Libra (31 Oktober-23 November), Scorpio (23 November-29 November),
Ophiuchus (29 November- 18 Desember), Sagitarius (18 Desember-21 Januari).

Namun, jika ditelaah lebih jauh, zodiak ini memang telah berubah sejak dulu.
Menurut Kepala Observatorium Bosscha Departemen Astronomi, FMIPA, Institut
Teknologi Bandung (ITB), Taufiq Hidayat, perubahan itu tidak mendadak.
Sedikit demi sedikit terjadi perubahan akibat perubahan rotasi bumi dan
sistem koordinat mempengaruhi perubahan.

Menurut Taufiq, yang terpenting dari semua itu sesungguhnya adalah
pengertian yang berbeda antara astronomi dengan astrologi. Taufiq
menjelaskan, astronomi merupakan sains dan mengedepankan metode keilmuan.
Sedangkan astrologi mengaitkan benda langit dengan kehidupan seseorang baik
secara karakter, perhitungan hari baik, dan lainnya yang terkenal dengan
zodiak. ''Tidak ada hubungannya sama sekali. Astronomi tidak bisa
mempertanggungjawabkan dan menjelaskan ramalan bintang itu berdasarkan
keilmuan,'' katanya menjelaskan.

Astrologi, sambung Taufiq, berkembang pada zaman Yunani. Jika masyarakat
melihat zodiak 1000 sebelum masehi (SM), maka penanggalan dalam zodiak
sedikit tepat. Namun, rotasi bumi dan sistem koordinat yang berubah membuat
titik nol penanggalan zodiak pun berubah. Itu berarti sudah ribuan tahun
lalu penanggalan zodiak berubah.

Taufik menjelaskan, kalender astronomi direvisi setiap 50 tahun untuk
penelitian komprehensif. Walaupun diakuinya, pergeseran dalam 50 tahun tidak
terlalu terlihat. Pergeseran tersebut akan terlihat setelah ribuan tahun.
Menurut Taufiq, bumi mengelilingi matahari dalam orbit yang hampir berbentuk
lingkaran yang dilatarberlakangi oleh bintang-bintang. Bumi sendiri
membutuhkan waktu satu tahun sekali untuk mengorbit matahari. Sedangkan
zodiak merupakan rasi-rasi yang dilewati matahari setiap tahun. Letak rasi
zodiak, kata dia, berada di ekliptika yakni lintasan semu matahari di
langit. Dari sudut pandang heliosentrik, gerak semu ini tidak lain
menguraikan gerak bumi mengelilingi matahari. Selain itu, rasi zodiak berada
satu bidang dengan orbit bumi.

*13 dari 88 rasi*
Jika berbicara tentang rasi-rasi bintang, banyak orang mengira hanya sebatas
zodiak. Ia menambahkan hanya ada 13 rasi di zodiak dari 88 rasi di bola
langit, yakni carpicornus, aquarius, pisces, aries, taurus, gemini, cancer,
leo, virgo, libra, scorpio, ophiucus, dan sagitarius. ''Ophiuchus tidak
dikenal dalam astrologi, namun rasi ini diidentifikasi oleh astronomi
sebagai rasi zodiak,'' katanya menjelaskan.

Taufiq menjelaskan, langit malam telah dipelajari sejak zaman dahulu. Hal
itu berguna sebagai jam, kalender dan kompas. Orang, sambung dia,
mengidentifikasi pola-pola bintang di langit dan menghubungkannya dengan
kebudayaan yang ada. Misalnya, orang Yunani yang menghubungkannya dengan
makhluk mitologi.

Astronomi modern, kata Taufiq, masih menggunakan pengelompokan bintang yang
disebut rasi, untuk mengidentifikasi suatu daerah di langit. Suatu rasi
bintang atau konstelasi adalah pengelompokkan bintang yang tampak berdekatan
di langit dan tampak berhubungan membentuk suatu konfigurasi khusus. Pada
kenyataannya, ketiga bintang itu mungkin tidak berdekatan, namun masih cukup
terang untuk dilihat dari bumi.

Taufiq menjelaskan, manusia memiliki kemampuan yang sangat tinggi dalam
mengenali pola, dan sepanjang sejarah telah mengelompokkan bintang-bintang
yang tampak berdekatan menjadi rasi-rasi bintang. Susunan rasi bintang yang
tidak resmi, yaitu yang dikenal luas oleh masyarakat tapi tidak diakui oleh
para ahli astronomi atau himpunan astronomi Internasional, juga disebut
asterisma. Bintang-bintang pada rasi bintang atau asterisma jarang yang
mempunyai hubungan astrofisika. Mereka hanya kebetulan tampak berdekatan di
langit yang tampak dari Bumi dan biasanya terpisah sangat jauh.

Astronomi modern mengenal 88 kontelasi dengan batas-batas yang jelas,
sehingga setiap arah hanya dimiliki oleh satu rasi bintang saja. Pada
belahan bumi (hemisfer) utara, kebanyakan rasi bintangnya didasarkan pada
tradisi Yunani, yang diwariskan melalui Abad Pertengahan, dan mengandung
simbol-simbol Zodiak. Berdasarkan konstelasi yang telah ditandai orang
Mesopotamia, Babylon, Mesir, dan Yunani. Sebagian lagi tambahan dari langit
selatan dan utara yang dulunya diabaikan karena tidak ada bintang terang.
Garis-garis konstelasi ini merupakan pola-pola yang dibayangkan untuk
menandai suatu daerah langit, seperti Leo yang mirip dengan macan.

Astronomi dengan astrologi, kata Taufiq, jelas berbeda. Namun, diakuinya
masyarakat sering keliru antara astrologi dengan astronomi. Astronomi
mengedepankan metode ilmiah dan keilmuan. Karena itu, astronomi tidak bisa
memprediksi kepribadian seseorang seperti astrologi. Astrologi, sambung
Taufiq, bisa dilihat sebagai sistem kebudayaan simbolisme.

*Ikhtisar:*
- Zodiak merupakan rasi-rasi yang dilewati matahari setiap tahun. Letak rasi
zodiak berada di ekliptika yakni lintasan semu matahari di langit.
- Astronomi tidak bisa mempertanggungjawabkan dan menjelaskan ramalan
bintang berdasarkan keilmuan.

 * (c) 2005 Hak Cipta oleh Republika Online.*
* Kontak Webmaster <[EMAIL PROTECTED]> |
Dilarang mengutip tanpa mencantum*

ore, ternyata bintangku sagitarius (*yg paling keren gt deh)

Kirim email ke