Awalnya serius juga nih postingan karena memang jadi pertanyaan buat saya
ttg harga tiket yang satu ini. Tapi terus dibaca ke bawah malah tulisan nya
jadi ngocol.. Halah sadar borokokok..

 

Best regards,

Vanda

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
Noverto Aji Prasetyo
Sent: Monday, 30 April, 2007 2:29 PM
Subject: [sma1bks] Kenapa tiket pesawat Surabaya-Jakarta lebih murah
ketimbang Surabaya-Bandung?
Importance: Low

 

Kenapa tiket pesawat Surabaya-Jakarta lebih murah ketimbang
Surabaya-Bandung?

"Tiket pesawat Surabaya - Bandung Rp. 600 ribu, Kalo Surabaya-Jakarta Cuma
Rp. 160 ribu......apa engga bingung tuh......matematika siapa yang
salah...., " kata Srigunani.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan harga-harga tiket tersebut. Walaupun
secara matematika saya tidak tahu pasti karena terus terang saya jeblok di
mata pelajaran ini, tapi perlu diketahui bahwa ada beberapa pertimbangan
yang diambil oleh airline operator dalam menentukan 'airfare' yang berlaku,
misalnya :

KONDISI GEOGRAFIS.
Sesuai data yang ada, Bandara Juanda (WRSJ-SUB) terletak pada
elevasi/ketinggian 3 meter diatas permukaan laut (MSL), Bandara
Soekarno-Hatta (WIII-CKG) di ketinggian 10 meter, sedangkan Lanud Husein
Sastranegara terletak di ketinggian 740m. Jadi jelas bahwa jalur dari
Surabaya ke Bandung itu lebih 'nanjak dan tentu saja membutuhkan lebih
banyak bahan bakar dibandingkan jalur Surabaya - Jakarta yang relatif datar
sehingga lebih 'ngirit' bahan bakar.

JARAK.
Tarif pesawat dihitung dari besaran 'average fare per mile' yang berbanding
lurus terhadap jarak; semakin jauh semakin mahal. Maka tarif tiket
Surabaya-Jakarta tentu jauh lebih murah karena jaraknya yang saling
berdekatan dengan pantai dibandingkan Bandung yang jaraknya relatif jauh
dari pantai.

PROFIL PENUMPANG.
Berdasarkan survey terhadap penumpang pesawat dari Surabaya, mereka yang
berangkat dengan tujuan ke Jakarta adalah dalam rangka 'Bisnis' (baca: cari
duit), sedangkan mereka yang berangkat ke Bandung 
Sebagian besar dalam rangka 'Shopping' (baca:buang duit) seiring makin
menjamurnya Factory Outlet di kota kembang tersebut. Maka diadakanlah
program tarif bersubsidi silang untuk meringankan ongkos penumpang yang
sedang kesusahan cari duit.

OPERATIONAL COST.
Biaya pelayanan penumpang tujuan Bandung biasanya lebih mahal, karena mereka
menuntut nasi timbel panas, sayur lalaban segar, gurame goreng, pete bakar,
sambal cobek terasi dan es kelapa muda lengkap dengan batoknya. Hal ini
tentu menimbulkan biaya tambahan karena mempersiapkan dan memasak hidangan
ini di pesawat tentu lebih sulit dibandingkan katering siap-saji biasa yang
cukup dihangatkan dalam microwave.

LOAD FACTOR.
Kapasitas angkut penumpang terpaksa dikurangi hingga 30-40% agar dapat
memuat set cobek sambal, kelapa dewegan, panggangan ikan, kobokan tangan dll
tanpa melebihi batas Maximum Take-Off Weight. Passanger seat pun terpaksa
dicabut karena penumpang lebih memilih duduk lesehan di tikar, "Ameh asa di
saung" kata mereka.

NAVIGASI.
Dibandingkan Jakarta, papan penunjuk arah jalan di kota Bandung sering tidak
jelas dan membingungkan. Sering terjadi pilot salah belok dan kemudian
terjebak jalan satu arah yang ternyata dipadati oleh angkot. Apalagi
kemacetan yang terjadi setiap akhir pekan, menuntut pilot bekerja extra
untuk menahan pedal kopling lebih lama. Oleh karena itu jangan heran bila
banyak pilot yang tidak mau menggunakan argometer dan lebih memilih sistem
borongan.

SUKU CADANG.
Faktor ketersediaan suku cadang turut berpengaruh terhadap besaran tarif.
Bila pesawat mengalami kerusakan di Jakarta, terdapat alternatif pasar suku
cadang dengan harga miring di Asem Reges, sebaliknya di Bandung besar
kemungkinan justru suku cadang dan komponen pesawat itu yang dipreteli untuk
mengisi stok onderdil di pasar Sumur Bandung. Jadi mungkin saja pesawat B737
yang terbang ke Bandung pulangnya berubah wujud menjadi Gantole.

FLIGHT CREW.
Prosedur standar penerbangan di Indonesia biasanya menerapkan 2-man cockpit
crew. Tapi untuk penerbangan ke Bandung diperlukan crew tambahan selain
Captain dan First Officer, yaitu Translator. Hal ini diperlukan untuk
mengatasi kendala bahasa yang mungkin terjadi ....
Contohnya seperti ini nih : 
PILOT : "Bandung Tower, selamat siang ... Japati 601 with Bravo, inbound for
landing" 
TOWER : "Japati 601 ... rek naon maneh ka dieu?" 
PILOT : "Bandung Tower, Japati 601 request permission to land ..." 
TOWER : "Gelo ... Teu bisa! Ayeuna Persib keur tanding euy ...." 
TRANSLATOR : "Sok siah ... Dasar si borokokok, lamun teu di bere lending, ku
aing dibaledog ti luhur ..." 
TOWER : "Anjrit ...nya sok atuh lah ... klir to len, mangga Japati 601 ...."
PILOT : "Affirmative ... Japati 601 cleared to land, Roger ..." 
TOWER : "Rojer nu mana deui ... ngaran aing mah Asep ... Asep Surasep ti
Babakan tea ...." 

 

Noverto Aji Prasetyo 
Sales Planner

PT Frisian Flag Indonesia
Jl. Raya Bogor Km. 5 Pasar Rebo
Jakarta 13760 
Phone  +62 (21) 8410945, 8400611 (ext. 245) 
Fax     +62 (21) 8410895, 8400225

mailto:noverto. <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
[EMAIL PROTECTED]
www.frieslandfoods. <http://www.frieslandfoods.co.id/> co.id

 

  _____  

This e-mail message has been scanned for Viruses and Content and cleared by
NetIQ MailMarshal 

  _____  

 

Kirim email ke