Nice to read.....
 
 
Cheers
@ji
 
 
 
 

MENGAPA BANYAK DI ANTARA KITA TIDAK MERASA BAHAGIA? 

Penyebabnya, kita lebih banyak tahu tentang : apa yang harus kita
lakukan untuk menjadi orang yang bahagia daripada tahu tentang : mengapa
kita tidak bahagia. 

Perasaan tidak bahagia sebenarnya adalah penyakit. Hal itu adalah bentuk
dari upaya meracuni diri sendiri. Mari kita rawat penyakit itu dengan
cara yang terjangkau. 
Kita cermati gejala penyakit tersebut dan kita hancurkan gejala itu.
Dibawah ini terdaftar hal-hal yang biasanya merupakan gejala yang
meracuni kebahagiaan kita beserta antibodi yang dapat menghancurkan
gejala penyakit ketidakbahagiaan kita.

Racun pertama : Menghindar
Gejalanya, laridari kenyataan, mengabaikan tanggung jawab, 
padahal dengan melarikan diri dari kenyataan kita hanya akan mendapatkan
kebahagiaan semu yang berlangsung sesaat. 

Antibodinya : Realitas 
Cara : Berhentilah menipu diri. Jangan terlalu serius dalam menghadapi 
masalah karena rumah sakit jiwa sudah dipenuhi pasien yang selalu
mengikuti 
kesedihannya dan merasa lingkungannya menjadi sumber frustasi. 
Jadi, selesaikan setiap masalah yang dihadapi secara tuntas dan
yakinilah bahwa segala sesuatu yang terbaik selalu harus diupayakan
dengan keras. 

Racun kedua : Ketakutan
Gejalanya, tidak yakin diri, tegang, cemas yang antara lain bisa
disebabkan kesulitan keuangan, konflik perkawinan, kesulitan seksual. 

Antibodinya : Keberanian 
Cara : Hindari menjadi sosok yang bergantung pada kecemasan. 
Ingatlah 99 persen hal yang kita cemaskan tidak pernah terjadi.
Keberanian adalah pertahanan diri paling ampuh. Gunakan analisis
intelektual dan carilah solusi masalah melalui sikap mental yang benar.
Kebenarian merupakan merupakan proses reedukasi. Jadi,jangan segan
mencari bantuan dari ahlinya, seperti psikiater atau psikolog.

Racun ketiga : Egoistis
Nyiyir, materialistis, agresif, lebih suka meminta daripada memberi. 



Antibodinya : Bersikap sosial. 
Cara : Jangan mengeksploitasi teman. Kebahagiaan akn diperoleh apabila 
kita dapat menolong orang lain. Perlu diketahui orang yang tidak
mengharapkan apapun dari orang lain adalah orang yang tidak pernah
merasa dikecewakan. 

Racun keempat : Stagnasi
Gejalanya berhenti satu fase, membuat diri kita merasa jenuh, bosan, dan
tidak bahagia. 
Antibodinya : Ambisi 
Cara : Teruslah bertumbuh, artinya kita terus berambisi di masa depan
kita. 
kita kan menemukan kebahagiaan dalam gairah saat meraih ambisi kita
tersebut.

Racun kelima : Rasa rendah diri
Gejala : Kehilangan keyakinan diri dan kepercayaan diri serta merasa
tidak memiliki kemampuan bersaing. 

Antibodinya : Keyakinan diri. 
Cara : Seseorang tidak akan menang bila sebelum berperang yakin dirinya
akan
kalah. Bila kita yakin akan kemampuan kita, sebenarnya kita sudah
mendapatkan
separuh dari target yang ingin kita raih. Jadi, sukses berawal pada saat
kita yakin bahwa kita mampu mencapainya.

Racun keenam : Narsistik
Gejala : Kompleks superioritas, terlampau sombong, kebanggaan diri
palsu. 

Antibodinya : Rendah hati. 
Cara : Orang yang sombong akan dengan mudah kehilangan teman, 
karena tanpa kehadiran teman, kita tidak akan bahagia. Hindari sikap sok
tahu. Dengan rendah hati, kita akan dengan sendirinya mau mendengar
orang lain sehingga peluang 50 persen sukses sudah kita raih.

Racun ketujuh : Mengasihani diri
Gejala : Kebiasaan menarik perhatian, suasana yang dominan, murung, 
menghunjam diri, merasa menjadi orang termalang di dunia. 

Antibodinya : Sublimasi 
Cara : Jangan membuat diri menjadi neurotik, terpaku pada diri sendiri.
Lupakan masalah diri dan hindari untuk berperilaku sentimentil dan
terobsesi terhadap ketergantungan kepada orang lain.

Racun kedelapan : Sikap bermalas-malasan 
Gejala : Apatis, jenuh berlanjut, melamun, dan menghabiskan waktu dengan
cara tidak produktif, merasa kesepian. 

Antibodinya : Kerja 
Cara : Buatlah diri kita untuk selalu mengikuti jadwal kerja yang sudah
kita rencanakan sebelumnya dengan cara aktif bekerja. Hindari
kecenderungan untuk membuat keberadaaan kita menjadi  tidak berarti dan
mengeluh tanpa henti.

Racun kesembilan : Sikap tidak toleran 
Gejala : Pikiran picik, kebencian rasial yang picik, angkuh, antagonisme
terhadap agama tertentu, prasangka religius. 

Antibodinya : Kontrol diri 
Cara : Tenangkan emosi kita melalui seni mengontrol diri. Amati mereka
secara intelektual. Tingkatkan kadar toleransi kita. Ingat bahwa dunia
diciptakan dan tercipta dari keberagaman kultur dan agama.

Racun kesepuluh : Kebencian
Gejala : Keinginan balas dendam, kejam, bengis. 

Antibodinya : Cinta kasih
Cara : Hilangkan rasa benci. Belajar memaafkan dan melupakan. Kebencian
merupakan salah satu emosi negatif yang menjadi dasar dari rasa
ketidakbahagiaan. Orang yang memiliki rasa benci biasanya juga membenci
dirinya sendiri karena membenci orang lain. 
Satu-satunya yang dapat melenyapkan rasa benci adalah cinta. Cinta kasih
merupakan kekuatan hakiki yang dapat dimiliki setiap orang. 

 

Simpanlah paket tiket untuk melawan perasaan tidak bahagia dan
mengaculah pada paket tiket ini saat kita sedang mengalami rasa depresi
dan tidak bahagia. Gunakan sebagai sarana pertolongan  pertama dalam
kondisi mental gawat darurat demi terhindar dari ketidakbahagiaan
berlanjut pada masa mendatang.

 

#####################################################################################
This e-mail message has been scanned for Viruses and Content and cleared 
by NetIQ MailMarshal
#####################################################################################

Kirim email ke