cuma ingin mengingatkan, kepada diri saya pribadi juga..
jika anda kupi-pes sebuah tulisan, etikanya adalah anda melengkapi tulisan 
tersebut dengan sumbernya..
http://fauzirachmanto.blogspot.com/2006/12/chatting-imaginer-dengan-aa.html
atau sekedar tulisan anonymous/sumber tidak diketahui, jika memang kita tidak 
tahu sumbernya..

semoga berkenan,
wassalamu'alaikum

  ----- Original Message ----- 
  From: Mohammad Mukhlis 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, June 01, 2007 5:51 PM
  Subject: [sma1bks] Dialog dengan Aa Online


  Aa_online :Assalamualaikum .. 

  f_rachmanto: Waalaikum salaam?

  f_rachmanto: Aa .. lama gak online nih? kemana aja?

  Aa_online: Ah ? Aa mah disini aja, Kang Oji kumaha damang?

  f_rachmanto: Baik A, kumaha bulan madu? :)

  Aa_online: Ah, eta deui, eta deui? hehehe?

  f_rachmanto: Sori A, habis kaget nih Aa nikah lagi

  Aa_online: Aduh kenapa atuh mesti kaget segala. Kan berpoligami teh 
  diijinkan Allah.

  f_rachmanto: Diijinkan lho A, bukan diwajibkan.

  Aa_online: Betul. Hukumnya sunnah.

  f_rachmanto: Kenapa sih A, nikah lagi?

  Aa_online: Aduuh ini lagi pertanyaanya , Kumaha nya ngajawabnya?

  f_rachmanto: Apa ada yg kurang dari Teteh?

  Aa_online: Wah, insya Allah bukan karena itu, Teteh itu wanita yang 
  sangat luar biasa.

  f_rachmanto: Jadi kenapa?

  Aa_online: Begini, pernikahan Aa yang kedua ini latar belakangnya ya 
  sama saja dengan alasan orang lain menikah. Kang Oji dulu kenapa 
  menikah?

  f_rachmanto: Mmmm...Karena saya dan istri saling cinta, dan pengen 
  hidup bareng membangun keluarga yang sakinah?

  Aa_online: Begitu juga Aa dengan pernikahan kedua ini.

  f_rachmanto: Tapi Aa kan bisa menyakiti hati Teteh. Apalagi anak-anak 
  Aa. Anak mana sih yang rela Ayahnya nikah lagi.

  Aa_online: Yah, saya juga katakan ini bukan keputusan mudah. Saya 
  mohon maaf sama Teteh dan anak-anak saya, jika keputusan ini tidak 
  enak buat mereka. Namun saya juga berharap ini bisa jadi hikmah bagi 
  mereka untuk melatih keikhlasan mereka. Dan alhamdulillah Teteh dan 
  anak-anak dapat menerima ?

  f_rachmanto: Maaf nih A, kok tega menyakiti hati orang yang kita 
  cintai?

  Aa_online: Sudah tentu saya tidak tega, tapi ?

  f_rachmanto: Kalau tidak tega kenapa tetap dilaksanakan?

  Aa_online: Begini, karena ada tujuan yang menurut Aa insya Allah 
  baik. Dan Aa yakin keluarga Aa akan dapat ikhlas menerima keputusan 
  Aa.

  f_rachmanto: Maaf A, apakah ini untuk kepuasan seks?

  Aa_online: Semua pernikahan bukan nya selalu ada aspek seks? Namun 
  seks tentu bukan satu2 nya aspek dan bukan yang paling utama.

  Aa_online: Salah satu hikmah pernikahan adalah untuk mencegah manusia 
  dari kerusakan akibat perilaku seks seperti binatang. Kang Oji bisa 
  lihat perilaku saudara-saudara kita dewasa ini yang lama-lama 
  menganggap seks diluar nikah bukan hal terlarang. Ini harus 
  diluruskan?

  f_rachmanto: Dengan poligami?

  f_rachmanto: Bukan kah nanti jadi nya poligami iya, zina jalan terus ?

  Aa_online: Yah kalo masalah zina mah, kalo moral orangnya sudah 
  mengizinkan zina ya bagaimana ya? Tapi ada pandangan juga nih. 
  Barangkali masyarakat kita sekarang juga yang mengkondisikan 
  perzinahan.

  f_rachmanto: Maksud Aa?

  Aa_online: Yah, masyarakat sekarang kan semakin permisif terhadap 
  hubungan laki-laki dan perempuan, semakin menganggap lembaga keluarga 
  tidak penting, menganggap lembaga pernikahan tidak penting. Sementara 
  namanya dorongan hubungan seks adalah sesuatu yang alamiah dan pasti 
  terjadi. Paham maksud Aa?

  f_rachmanto: Rada ngantuk sih A, tapi paham lah.

  f_rachmanto: Ya jujur aja sih, kalau sekarang kita denger sepasang 
  laki-laki perempuan tinggal bersama tanpa menikah dianggap semakin 
  biasa.

  Aa_online: Padahal dulu enggak

  f_rachmanto: Ya , dulu nya itu tabu.

  Aa_online: Demikian pula poligami

  f_rachmanto Halahh? beloknya jago bener :)

  Aa_online: Hehehe bukan begitu. Ini kenyataan. Coba kita perhatikan 
  dalam sejarah. Orang jaman dulu mempraktekkan poligami. Bahkan kalau 
  tingkatannya raja atau bangsawan, istrinya bisa ratusan ?

  f_rachmanto: Dulu dianggap biasa, sekarang dianggap tabu.

  Aa_online: Betul

  f_rachmanto: Itukan dulu Aa

  Aa_online: Betul, maksud Aa cuma ingin kasih gambaran bahwa pandangan 
  masyarakat bisa berubah.

  f_rachmanto: Tapi Aa, kenapa kita selalu melupakan konteks "adil" 
  dalam ketentuan berpoligami.

  f_rachmanto: Maksud saya, kalau istri pertama sampai merasa tidak 
  ridha saja kan sudah tidak adil. Saya pernah baca sih, ada beberapa 
  istri yang dari awal ikhlas suami nya menikah lagi, bahkan membantu 
  mencarikan istri baru. Tapi kan angkanya sangat sedikit. Artinya, 
  poligami baru bisa dilaksanakan dalam kondisi yang hampir mustahil.

  Aa_online: Tapi mungkin

  f_rachmanto: Ya ?

  Aa_online: Apa tidak mungkin ada istri yang ikhlas suaminya menikah 
  lagi karena sesuatu hal, katakan yang sifatnya darurat?

  f_rachmanto: Ya mungkin saja, tapi kecil ?

  Aa_online: Tetap saja mungkin.

  Aa_online: Dan hukum agama dimaksudkan untuk memberi jalan keluar 
  bagi hal yang mungkin tadi.

  f_rachmanto: OK Aa, saya tidak pernah mempertanyakan legalitas 
  berpoligami. Tertulis dalam teks dengan sangat jelas itu 
  diperbolehkan.

  f_rachmanto: Tapi bukankah sesuatu yang boleh belum tentu baik.

  Aa_online: Misalnya ?

  f_rachmanto: Misalnya saya membeli mobil mewah sementara saudara-
  saudara saya ada yang putus sekolah karena kurang biaya, terjepit 
  hutang, atau bahkan kelaparan.

  f_rachmanto: Beli mobil pake uang saya sendiri, halal, ya boleh dong. 
  Tapi tidak baik saya lakukan karena akan menyakiti hati saudara-
  saudara saya ?

  Aa_online: Membeli mobil tadi "tidak baik" ukuran nya apa? 
  Dibandingkan dengan apa?

  f_rachmanto: Dibanding dengan misalnya menyedekahkan uang saya tadi ?

  Aa_online: Setuju. Nah, kalau dibanding dengan menggunakan uang tadi 
  untuk berjudi di kasino?

  f_rachmanto: Ya lebih baik beli mobil.

  Aa_online: Sangat relatif ya?

  f_rachmanto: Hmm ? ya.

  Aa_online: Jadi itu semua akan sangat subyektif, dan sangat 
  tergantung konteks. Tidak bisa dihakimi secara hitam-putih begitu 
  saja. Dari satu kasus dengan kasus lain akan berbeda.

  Aa_online: Poligami itu seperti pintu darurat di sebuah pesawat. 
  Boleh digunakan, kalau memang keadaan mengharuskan. Tapi juga jangan 
  digunakan kalau pesawatnya baik-baik saja. Jadi harus tahu ilmunya.

  f_rachmanto: Hehehe? Memang pernikahan Aa sama Teteh tidak baik2 saja 
  ya?

  Aa_online: Tuh kan? Kalo ini mah jadi ngegosip?

  f_rachmanto: Iya sori Aa, becanda. Thanks penjelasannya.

  f_rachmanto: Btw, ini lagi online di Daarut Tauhid ya A?

  Aa_online: Lha koq Daarut Tauhid?

  f_rachmanto: Lho? Ini Aa Gym kan?

  Aa_online: Aduh Ji! Ini mah saya atuh, Aa Dadang, temen kerja kamu 
  dulu?

  f_rachmanto: Astaghfirullah? Kirain dari tadi teh Aa Gym?



   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.472 / Virus Database: 269.8.5/826 - Release Date: 31/05/2007 
16:51

Kirim email ke