Ini sebenernya berita yang kontraproduktif buat pemberantasan terorisme. Kita ga tau sejauh mana kebenaran berita ini. Dus, kita juga ga tau si Abu Dujana a.k.a Ainul Bahri itu teroris atau bukan. Yang jelas, terorisme itu ada dimana-mana, dan setiap pelaku teror pun bisa siapa saja. Sebetulnya, jika mau jujur, pemberantasan terorisme bisa dimulai dari penerapan definisi tentang terorisme itu sendiri. Tapi itu terlalu lama lah...dan ga begitu penting. Yang pasti, kita mesti waspada terhadap setiap gerak-gerik mencurigakan, bahkan dari orang-orang terdekat kita.
Gue punya pengalaman yang ga enak soal rekrutmen orang-orang yang akan diajak melakukan teror. Meski gue ga yakin yang "merayu" gue itu teroris, tapi dari ada bicara yang njelimet dan memaksa, gue tahu kalo orang itu punya maksud terselubung. So, beware guys kalo ada hal-hal kaya gini...Mereka ga akan segan-segan menggunakan dalih agama untuk merekrut orang. Soal penangkapan Abu Dujana ada beberapa versi. Dan semuanya mengklaim versinya paling benar. Yang pasti, kalo memang si Du(r)jana ini pelaku teror, ya mesti ditindak sesuai hukum dan UU yang berlaku. Kalau bukan ya segera dipulihkan nama baiknya. Beruntung Indonesia tidak punya UU semacam ISA di Malaysia yang membuat polisi dan aparat menangkap orang seenaknya saja tanpa penyelidikan terlebih dahulu. Jika itu terjadi, mungkin saja anda yang jadi korbannya karena memiliki nama Arab dan berjenggot!! It's only a transition... Dicky Kurniawan News Camera Person NEWS DIVISION PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV) Gd. Trans TV 3rd Fl. Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A Jakarta Selatan 12790 +628174964705 [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] omongkosongku.blogspot.com ----- Original Message ---- From: Tiga rani <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; sma <[email protected]>; mba lia <[EMAIL PROTECTED]>; tika putranti <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, June 26, 2007 7:50:38 AM Subject: [sma1bks] Fw: [MuslimahFasilkom] Fwd: [pengajian_alumni70] Fw: [perisai] Dibalik hebohnya penangkapan teroris oleh densus 88 Setiap berita memang perlu di-"tabayun" -i alias diperiksa kebenarannya terlebih dahulu. Wallahu'alam bishowab (Hanya Allah Yang Maha Tau dan Maha Benar) ^_^ ~janganMainHakimSen diri ----- Forwarded Message ---- From: intan <[EMAIL PROTECTED] com> To: Muslimah Fasilkom <muslimahfasilkom@ yahoogroups. com> Sent: Sunday, June 24, 2007 8:57:46 AM Subject: [MuslimahFasilkom] Fwd: [pengajian_alumni70 ] Fw: [perisai] Dibalik hebohnya penangkapan teroris oleh densus 88 Note: forwarded message attached. Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com Source : http://www.republik a.co.id/koran_ detail.asp? id=297115&kat_id=3 Selasa, 19 Juni 2007 'Bapak Disuruh Jongkok, Terus Ditembak' JAKARTA -- Perjalanan bersama ayah dan dua adiknya, Sabtu (9/6) siang itu, tampaknya menjadi pengalaman paling traumatis dalam hidup Sidiq Abdullah Yusuf (8 tahun). Sidiq melihat sang ayah --Yusron Mahmudi alias Abu Dujana yang ditetapkan Polri sebagai tersangka teroris-- ditembak dari jarak dekat oleh anggota Detasemen Khusus 88 (Antiteror) Mabes Polri. ''Bapak disuruh turun dari motor, disuruh jongkok, terus ditembak dari belakang,'' ujar Sidiq pelan, ketika datang ke Mabes Polri bersama ibunya, Sri Mardiyati (35 tahun), dan rombongan keluarga, Senin (18/6). Sidiq berkisah, siang itu Yusron bersama dia serta dua adiknya, Salman Faris Abdul Rahman (6 tahun) dan Hilma Sofia (2,5 tahun), pergi untuk menonton pemilihan kepala desa di lapangan Desa Kebarongan, Kec Kemrajen, Kab Banyumas, Jateng. Sekitar 100 meter dari rumah, di suatu perempatan, kata Sidiq, sepeda motor ayahnya tiba-tiba dipepet pengendara sepeda motor lainnya. Ketiganya pun secara bersamaan terjatuh dari motor. Bahkan, Hilma yang saat itu membonceng di depan Yusron, sempat tertindih motor. ''Habis itu, aku dipegangi oleh orang itu,'' ujar Sidiq yang tampang polosnya menyiratkan trauma belum hilang darinya. Hanya kalimat-kalimat pendek yang bisa dikutip wartawan dari mulut Sidiq. Pengakuan Sidiq kepada Tim Pengacara Muslim (TPM) tak kalah mencengangkan. Menurut Qadhar Faisal, salah satu kuasa hukum keluarga Yusron, tidak hanya Sidiq yang melihat ayahnya ditembak dari jarak dekat. Dua adik Sidiq, kata Qadhar, juga ikut melihat ayah mereka tak berdaya ditembus timah panas, sebelum akhirnya mereka masuk kembali ke rumah. ''Saat lari, Sidiq mendengar empat kali tembakan, Salman tiga kali,'' kata Qadhar. Sri Mardiyati yang kemarin datang ke Mabes Polri sambil menggendong Hilma, menambahkan, tak lama setelah tiga anaknya sampai di rumah, beberapa petugas menjemput keluarganya. Lalu, mereka dibawa ke sebuah hotel di Yogyakarta . Sejak saat itu, Mardiyati dan anak-anaknya tidak pernah lagi bertemu Yusron. ''Saya tidak kenal Abu Dujana, suami saya bernama Yusron atau dikenal Ainul Bahri,'' tegas Mardiyati ketika wartawan menanyakan sejauh mana kedekatannya dengan Abu Dujana. Dia yakin, proses penangkapan polisi terhadap suaminya yang dianggap tersangka teroris, hanyalah rekayasa untuk memuaskan dunia Barat. Suaminya, kata Mardiyati, hanyalah pengrajin tas biasa. ''Saya menyangkal semua yang diekspose media.'' Merasa proses penangkapan Yusron melanggar HAM, Qadhar akan mempraperadilankan Kapolri, Jenderal Sutanto, ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Surat gugatan praperadilan akan didaftarkan pada Rabu (20/6). Pelanggaran HAM, katanya, terjadi karena ketika ditembak, Yusron tidak memegang senjata, tak mencoba melarikan diri, tidak melawan, dan bukan pelaku tindak pidana. Terlebih, penembakan Yusron disaksikan langsung ketiga anaknya. Sebelumnya, Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Bambang Hendarso Danuri, menegaskan tidak ada rekayasa dalam proses penangkapan teroris. Bambang mengatakan, bisa mempertanggungjawab kan aksi penggerebekan teroris secara hukum. Agus Wahyudin PT.Toyota Astra Motor Sales Division Sales Planning Department Demand & Supply Section P :+62 21 6515551 ext.2205/2247 F :+62 21 6515231 M: agus.wahyudin@ toyota.astra. co.id H :http://goslink. wordpress. com Got a little couch potato? Check out fun summer activities for kids. ____________________________________________________________________________________ Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, photos & more. http://mobile.yahoo.com/go?refer=1GNXIC
