Pagi ini ada email masuk. Seorang Bunda mempromosikan buku karya anak tercintanya. Judulnya Nadya, Kisah dari Negeri yang Menggigil. Saya sendiri belum pernah baca, selain buku ini memang baru terbit, sudah lama juga tidak ketemu dengan penulisnya (Abdurrahman Faiz, 11 tahun). Kalau sering ketemu seperti dulu (waktu masih tinggal di Depok), pasti jauh-jauh hari udah dapat bocorannya nih, karena Faiz selalu cerita. Siapa pun orang, pasti akan takjub ketemu Faiz. Bukan saja karena dia pandai menulis cerita dan puisi, meski anak-anak, kita akan sangat nyaman ngobrol dengannya. Anak itu EI nya tinggi, bergaul dengan siapa pun bisa menempatkan diri. Masih ingat saat dia mengamati HP baru saya waktu itu. Tante, aku boleh liat nggak? Lalu ia mulai meng-explore fitur-fitur yang ada. Tujuannya sih main game. Dia tahu kalau hati siapa yang tidak was-was melepas HP barunya ke tangan anak 7 tahun, makanya dia berusaha hati-hati dan segera mengembalikan setelah memainkan game-nya. Atau di sebuah acara di auditrium Diknas, ketika sedang asyik makan brownies kukus dari kotak kue, tiba-tiba dia dan sepupunya menghampiri saya. Tante, sorry ya, mau tanya, kue itu dari mana? Dari kotak kue, ambil di tempat konsumsi, jawab saya. Bukan itu Tante, maksudnya kue itu beli di mana? Sama mamanya Hani bukan? Hei sejak kapan anak kecil peduli dengan kue jualan ibu temannya? Pikir saya. Begitu melihat stiker yang menempel di kotak kue, kontan dia berseru ke sepupunya, tuh kan bener kue ibunya Hani, Faiz udah curiga. Wah, udah go publik sekarang makasih ya Tante Mereka berlari. Weleh, tahu go publik juga anak itu. Tidak Cuma go publik, kosa kata Faiz tidak kalah dengan orang dewasa. Coba aja buka blog-nya di http://masfaiz.multiply.com . Faiz juga anak yang sangat peduli, pengamatanya detail. Dan meski suka menulis dan puitis, ternyata anak ini cita-citanya jadi ahli komputer. Ck..ck..ck.. kalah deh tante ;)
--------------------------------- The fish are biting. Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.
