Tepatnya kejadian ini menimpa saya di hari Jumat,6 Juli 2007, sekitar jam
3 lewat. Awalnya ada telp yang mencari saya dia mengaku sebagai Putri dan
mengaku bahwa dia adalah karyawan dari Bank Mega dimana saya merupakan
salah satu nasabah kartu kredit dari bank tersebut. Ketika orang ini
berbicara dengan saya perkataannya sama sekali tidak mencurigakan,
intinya dia hanya ingin mengkonfirmasi saya untuk pengiriman kartu
tambahan. Tidak ada kecurigaan sama sekali di pikiran saya karena
pembicaraan ini hanya sekedar mencocokan data yang telah dia pegang untuk
kemudian dicocokkan kepada saya. Jadi di sini saya hanya disuruh menjawab
apakah data tersebut benar atau tidak, dan karena pernyataan dia memang
benar saya pun hanya mengatakan semuanya itu benar. 
Yang jadi masalah disini adalah ketika dia menghubungi saya dikarenakan
sebelumnya dia sendiri telah memegang seluruh data diri saya (entah
darimana dia mendapatkan semua itu) dan semuanya sama persis dengan
pernyataan seperti ketika kita dikonfirmasi mengenai kartu kredit. 
MENGATASNAMAKAN DIRI SEBAGAI PIHAK BANK MEGA 
Entah apakah saya dalam pengaruh hipnotis atau memang dia sendiri karena
sudah pegang seluruh data saya termasuk nomor rahasia yang seharusnya
tidak bisa diketahui, semuanya itu membuat dia leluasa menyalahgunakan
segala data saya. Setelah dia berhasil mencocokan data kemudian dia
mengatakan bahwa saya merupakan nasabah yang selama ini tidak pernah
bermasalah, yang jelas setiap ucapannya dia selalu bertindak
seolah-seolah sebagai pihak Bank. Dia bilang pihak bank hanya ingin
memastikan bahwa sayalah pemegang kartu Visa yang akan mendapatkan kartu
tambahan tersebut dan pihak mereka tidak ingin jika kartu tersebut sampai
jatuh ke tangan orang lain. Lebih dari dua kali dia mengulang semua
pertanyaan dia supaya saya benar-benar yakin bahwa dia adalah orang Bank
Mega. 
DITUPU MASALAH BIAYA 
Ketika saya merasa semuanya sudah benar kemudian dia mengatakan bahwa
setelah kartu ini sampai ditangan saya dengan otomatis saya langsung
dapat menggunakan kartu ini kapan saja dan di mana saja sejauh ada logo
visa nya. Sampai di situ saya sama sekali belum menaruh kecurigaan, dan
sama sekali tidak ada pembicaraan yang mengatakan kalau saya diharuskan
membayar bahkan ketika saya menanyakan apakah ada biayanya dia tetap
mengatakan TIDAK ADA dan ini benar-benar GRATIS karena saya sudah
memegang kartu Visa Utama. 
HATI2 dengan PT. GOLDEN MITRA INDONESIA! 
Begitu saya terus berusaha memastikan untuk biaya kemudian dia langsung
buru-buru menyelesaikan pembicaraan. Dia memberikan penegasan bahwa saya
telah menyetujui atas kartu tambahan yang telah dijelaskan tadi, dan dia
mengatakan bahwa dari pihaknya nanti kembali akan ada yang mengkonfirmasi
untuk persetujuan saya atas pernyataan Putri tadi dan saya diharapkan
agar tetap menunggu sampai kurir mereka yang akan membawa kartu tambahan
tadi datang karena dengan alasan mereka tidak akan menjamin kalau kartu
saya akan sampai di tangan orang lain. Sekali lagi disini saya tegaskan
kepada temen-temen semua bahwa yang saya setujui disini adalah bahwa
memang benar saya setuju untuk dikirimkan kartu tambahan dan memang benar
saya pemegang kartu Visa dari Bank Mega dan bukan setuju atas penawaran
yang akhirnya diketahui bahwa mereka adalah PT. Golden Mitra Indonesia
yang ternyata adalah Tours &Travel. 
Setelah saya menutup telp dari Putri tadi tidak berselang lama salah satu
pihak PT. GMI kembali menghubungi saya ( bernama Sharen) yang tiba-tiba
saja mengatakan bahwa dia dari bagian finance menanyakan apakah pihaknya
yang bernama Putri telah menghubungi saya. Jelas saja saya mengatakan
bahwa memang benar saya telah dihubungi, tapi ketika dia menjelaskan
mengenai jumlah uang yang saya harus keluarkan, dengan spontan saya kaget
dan dengan keras menolak saat itu juga atas penawaran itu karena saya
merasa tidak ada sama sekali penyataan dari saya yang menyetujui atas
penawaran dari mereka yang ternyata adalah travel. 
Tapi seakan-akan dalam posisi yang menang, si Sharen ini bilang kalau
saya tidak bisa membatalkan transaksi tersebut karena PT. GMI telah
mendebetkan kartu kredit saya dan dia berdalih semuanya itu sepersetujuan
saya. Di saat yang bersamaan, saya ditelp oleh pihak Bank Mega yang
sesungguhnya bahwa memang telah terjadi pendebetan oleh pihak GMI ini dan
saya dikonfirmasi untuk kebenarannya. Sudah pasti saat itu saya bilang
bahwa saya tidak pernah menyetujui transaksi tersebut dan akhirnya pihak
Bank Mega sendiripun mengatakan bahwa pendebetan ini memang mencurigakan
karena tidak ada Merchant yang jelas serta lokasi di mana transaksi
tersebut terjadi. 
Jadi hal ini sudah jelas bahwa pihak PT. GMI ini memang telah menipu saya
karena dari pihak Bank Mega sendiri tidak merasa bermitra dengan PT. GMI
ini. Langsung saat itu juga kartu kredit saya langsung diblokir oleh
pihak Bank Mega demi keamanan dan status pendebetan tersebut dibuat
menjadi dana menggantung sampai saya mendapatkan surat pembatalan resmi
dari PT. GMI. Intinya dari pihak Bank Mega memberikan kesempatan untuk
pembatalan transaksi tersebut asalkan saya mendapatkan surat pembatalan
resmi dari pihak GMI. 
Saat saya diberitahukan hal ini saya masih dengan cara baik-baik untuk
minta pembatalan dari pihak GMI, tapi tetap saja GMI ini menolak dan
bahkan semua pembicaraan saya sebelumnya diputarbalikan. Perdebatan saya
akhirnya diteruskan kepihak pimpinanannya dan tetap saja ini tidak
membuahkan hasil bahkan ketika saya mengancam bahwa pihak GMI akan saya
laporkan kepihak berwajib dia justru menantang saya. Saya tahu hal ini
telah direncanakan oleh mereka secara matang di mana sasaran terhadap
korban dilakukan disaat hampir jam pulang kantor di hari Jumat disaat
kantor mereka terakhir kerja karena hari sabtu minggu libur. Saya
langsung kesana ternyata kantornya sudah tutup. Saya pikir hal ini tidak
bisa saya diamkan, dan begitu hari seninnya saya langsung kesana dan
didampingi oleh saudara saya yang kebetulan laki-laki. 
MENDATANGI ALAMAT KANTOR GMI 
Untuk informasi teman-teman, kantor mereka ini berada di Ruko Duta Mas
Fatmawati dengan alamat : Jl. Fatmawati Blok A1 No.42. telp 021-725 1747,
723 7379. Benar saja, begitu saya masuk kantor mereka sudah ada korban
penipuan selain saya yang datang lebih dulu. Yang saya tidak habis pikir
kenapa sebuah kantor Agent Travel terasa begitu sangat tertutup,
seharusnya kalau memang benar mereka resmi Agent Travel harusnya tidak
akan menutupi apabila ada customer yang datang ingin menemui sales yang
sebelumnya menghubungi si customer tersebut, tetapi ini justru
sebaliknya. 
Korban yang sebelum saya telah datang mencari sales mereka yang bernama
Joko tapi staf mereka yang menyebut dirinya Sheila mengatakan bahwa
marketing tidak akan bisa dipertemukan dengan customer apalagi dia
menambahkan bahwa orang yang bernama joko sudah tidak lagi bekerja di PT.
GMI. Ketika korban ini masih terus berusaha minta dipertemukan ke Joko
tiba-tiba saja wanita ini perlahan-lahan membuka kancing bajunya untuk
mengalihkan perhatian. Akhirnya entah bagaiman, si korban ini pulang
tanpa membawa hasil apa-apa. 
Selesai korban ini pergi akhirnya giliran saya berhadapan dengan wanita
ini. Dengan menahan emosi saya coba dengan cara baik-baik dulu. Saya
pikir saya datang ketempat tersebut tidak mau terjebak kembali dengan
setiap pembicaraan dia karena mereka sangat pintar menggunakan setiap
kelengahan dari korban untuk dijadikan bukti. Kasus saya di sini karena
saya tidak membawa bukti tertulis apa-apa yang bisa saya tuntut ke mereka
, karena semuanya masih pihak Bank Mega yang memegang bukti pendebetan
saya. 
Kemudian setelah saya mengutarakan alasan saya datang kesana untuk minta
surat pembatalan dia mencoba mangkir dengan mengatakan tidak mengerti
maksud kedatangan saya karena saya tidak membawa bukti apa-apa untuk
dijadikan pembatalan. Dia bilang tidak pernah ada transaksi yang mereka
lakukan terhadap saya. Sebagai orang yang merasa sudah jelas-jelas ditipu
oleh mereka saya sangat emosi tapi untungnya saudara saya mengambil alih
pembicaraan karena dia memang sengaja membuat kita terpancing dan
terjebak dengan setiap kalimat-kalimat dia. Wanita ini kemudian mencoba
memberikan penjelasan dengan dalih prosedur supaya saya menganggap
pelaporan saya tidak kuat karena tidak membawa bukti-bukti tertulis. Saya
bilang bagaimana mungkin saya punya bukti transaksi sementara mereka
melakukan transaksi sepihak tersebut melalui telepon. Setelah saya
meninggikan suara saya dan sedikit mengancam bahwa akan melaporkan
masalah ini ke pihak yang berwenang serta ditambah argumentasi saudara
saya yang memang tidak bisa dikelabui akhirnya wanita ini baru membuatkan
surat pembatalan tersebut. 
GMI MASIH BERUSAHA MENIPU DALAM SURAT PEMBATALAN 
Tapi sampai surat pembatalan yang terpaksa dia buat karena saya memaksa
dia masih saja berusaha mengelabui saya dengan kesalahan yang sengaja
dibuat dalam surat pembatalan tersebut. Di surat dijelaskan bahwa apabila
dalam waktu 14 hari kerja dari tanggal kejadian transaksi yaitu tgl 06
Juli'07 Bank Mega tetap menagihkan tagihan sejumlah yang mereka debet ke
saya, pihak GMI akan membayarkan seratus persen kerugian tersebut dalam
bentuk tunai. Ketika dia menunjukan surat tersebut saya lihat kalimat
keterangan barusan sudah benar, tetapi saya minta tambahkan untuk
dituliskan secara jelas untuk perihal disurat tersebut dengan menuliskan
keterangan "SURAT PEMBATALAN TRANSAKSI" dengan tujuan supaya pihak Bank
Mega benar-benar yakin bahwa surat itu merupakan surat pembatalan. 
Mendengar saya terlalu spesifik dalam permintaan surat pembatalan
tersebut wanita ini agak sedikit kesal karena dianggapnya pihaknya sudah
benar-benar tidak berhasil menipu saya kembali. Disaat surat saya
direvisi oleh dia kemudian dia kembali menjebak saya dengan merubah
tanggal transaksi tersebut menjadi tanggal 06 Juni'07. Otomatis apabila
tanggal itu yang disebutkan dianggap pengaduan saya nanti ke pihak Bank
Mega akan percuma karena tanggal tersebut sudah lewat. Tetapi sayangnya
saya menyadari ini setelah saya keluar dari kantor tersebut dan langsung
menuju ke Bank Mega. Dan setelah saya merasa semuanya sudah berhasil saya
dapatkan saya kembali pulang kerumah dengan menyimpan kelegaan. Tapi
ternyata setelah saya membaca kembali surat tersebut ternyata pihak GMI
mengganti tanggal transaksi. Tanpa menunggu waktu lama saya langsung
kembali ke kantor GMI dan meminta revisi tanggal transaksi tersebut
sambil menaruh perasaan kesal yang amat sangat. Dan rupanya begitu saya
kembali wanita yang bernama sheila tadi terlihat kesal karena mungkin
kesalahan yang sengaja dibuatnya disadari oleh saya. Kalau saja saya
tidak berpikir jauh mungkin saya sudah bertindak secara fisik karena
emosi saya sudah tak terbendung. 
Tapi untungnya dia tidak banyak bicara lagi dan langsung merubah tanggal
transaksi tersebut sesuai tanggal kejadian. Sampai saya menuliskan ini
semua, sebenarnya saya masih belum merasa puas, karena saya mengharapkan
agar PT. GMI ini mendapatkan sanksi hukum karena saya yakin banyak sekali
korban penipuan yang telah dilakukan oleh mereka hanya saja saya tidak
memiliki bukti yang lengkap untuk pengaduan saya kepada pihak berwajib.
Tapi saya disini hanya mau mengingatkan kepada teman-teman semua untuk
berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan yang dilakukan melalui
cara-cara telepon yang mengatasanamakan pihak Bank (bukan hanya Bank Mega
saja) dan hati-hati juga jika ada orang yang sekiranya sudah mengetahui
anda siapa apalagi identitas seperti yang terlampir pada aplikasi kartu
kredit sudah diketahui agar segera menutup telepon dan segera untuk
menghubungi Call Center untuk memastikan apakah kartu kredit anda telah
disalahgunakan atau tidak, karena sudah bisa dipastikan data anda sudah
bocor ke pihak lain yang siap menyalahgunakannya. 
Terimakasih untuk kesediaannya membaca informasi ini, mudah-mudahan tidak
terjadi lagi kasus seperti ini kepada teman-teman dan waspadalah. Bila
ada tanggapan/pertanyaan, silahkan langsung ke email saya 

. 


















Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses 
using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin 
accept no liability for any loss or damage arising 
from the use of this E-Mail or attachments. 







Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses 
using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin 
accept no liability for any loss or damage arising 
from the use of this E-Mail or attachments. 














 

Kirim email ke