Kok bisa Koran seperti tempo bisa salah berita..fatal akibatnya..
_____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Ardian Pettrucci Sent: Monday, 15 October, 2007 1:32 AM To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; Ricky Yusman; [EMAIL PROTECTED] Subject: [sma1bks] Fw: [jurnalisme] koran tempo berbohong? ----- Forwarded Message ---- From: palce amalo <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Sunday, October 14, 2007 3:56:46 PM Subject: [jurnalisme] koran tempo berbohong? Headline koran tempo, Kamis, 11 Oktober 2007 tentang 17 Warga Tewas Kelaparan di Desa Rafae, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, ternyata tidak benar. tiga orang teman saya. satu dari Oxfam dan dua dari PMPB, sebuah LSM di Kupang yang menangani masalah food security berangkat ke desa tersebut beberapa waktu lalu untuk memastikan kebenaran yang ditulis koran tempo. Hasil penelusuran mereka antara lain Kepala Desa Rafae mengaku tidak pernah diwawancarai wartawan koran tempo. Yang benar adalah 17 warga itu meninggal karena berbagai macam penyakit dan kecelakaan lalu lintas. Kades Rafae menyatakan saat itu wartawan televisi Al Jazeera hanya menanyai berapa warga yang meninggal selama masa kepemimpinannya sejak Mei, dan dia menyebut ada 17 warga, tetapi kemudian diberitakan oleh koran tempo bahwa ada 17 warga Rafae meninggal karena kelaparan. Kades Rafae hanya diwawancarai oleh Al Jazeera yang langsung datang ke lokasi 1 kali, tetapi tidak pernah diwawancarai oleh wartawan Koran Tempo. palce Kamis, 11 Oktober 2007 > Headline 17 Warga Tewas Kelaparan > Bantuan susu, obat, ataupun makanan bayi tak > kunjung datang. > JAKARTA - Sebanyak 17 warga Desa Rafae, > Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa > Tenggara Timur, tewas kelaparan. > > Sejak 5 bulan lalu, hampir 70 persen orang dewasa di > desa yang mayoritas penduduknya petani jagung ini > sulit mencari makanan karena dilanda paceklik. > > "Sejak Mei sampai Agustus, sudah 17 orang yang > meninggal karena kelaparan," kata Kepala Desa Rafae, > Yosef Tefa, kepada Tempo kemarin. > > Kelaparan juga menyebabkan 14 anak balita menderita > gizi buruk. "Satu di antara mereka meninggal," kata > Yosef. > > Kondisi kesehatan balita yang usianya rata-rata 2 > bulan hingga 2 tahun itu terus menurun. Keadaan > mereka sangat mengenaskan. Tubuh mereka semakin > kurus, perut membesar, dan wajah pucat. Bantuan > susu, obat, ataupun makanan bayi tak kunjung datang. > > > Yosef menjelaskan musim kemarau telah menyebabkan > berhektare-hektare ladang jagung kekeringan. Kondisi > itu diperparah dengan munculnya hama belalang yang > menyerang tanaman jagung yang tersisa. Akibatnya, > penduduk desa kehilangan mata pencaharian dan sumber > makanan. > > Di wilayah itu, 1.716 jiwa atau 351 keluarga kini > hanya mengandalkan makanan seadanya. Sejak Mei, > ratusan warga Desa Rafae hanya makan umbi-umbian > yang diambil dari halaman rumah. "Tidak ada lagi > jagung dan beras di lumbung desa kami," kata Yosef. > > Selain paceklik, pada Agustus lalu wabah diare juga > sempat menyerang ratusan anak-anak di desa tersebut. > Tidak ada korban meninggal, tapi diare menyebabkan > kondisi fisik anak-anak semakin lemah. > > Berkaitan dengan masalah ini, Yosef menyatakan > bantuan obat-obatan dari Dinas Kesehatan setempat > sudah diberikan. Namun, jumlahnya sangat terbatas. > "Banyak orang sakit yang belum ditangani," katanya. > > Untuk itu, kata Yosef, warga desa sangat > mengharapkan bantuan. Sebab, sudah tidak ada lagi > persediaan makanan ataupun obat-obatan. Penduduk > juga kesulitan mencari air bersih karena kemarau > mengeringkan sumur dan mata air. NININ DAMAYANTI > KORAN > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ Tonight's top picks. What will you watch tonight? Preview the hottest shows on Yahoo! TV. http://tv.yahoo. com/ <http://tv.yahoo.com/> _____ Pinpoint <http://us.rd.yahoo.com/evt=48250/*http:/searchmarketing.yahoo.com/arp/spons oredsearch_v9.php?o=US2226&cmp=Yahoo&ctv=AprNI&s=Y&s2=EM&b=50> customers who are looking for what you sell.
