Bukan Pak Ary Ginanjar namanya kalau tidak sampai membuat suasana balairung bergetar apalagi lengkap dengan tiga layar raksasa yang menampilkan slide-slide keren khas trainingnya Pak Ary (halah, kayak udah tau sebelumnya aja..:)). Tapi memang, musik yang dipakai sebagai ilustrasi dengan pengeras suara ribuan watt itu benar-benar membuat dada bergetar. Seorang Ibu Dosen Bahasa Inggris, yang kalau bicara serta mengajar sangat-sangat ekspresif itu sampai memegangi dada, takut jantungnya copot. Hehehe... Becanda tentunya. Pagi menjelang siang hari ini memang giliran halal bi halal tingkat universitas (nantikan saja, masih akan banyak halal bi halal yang lain dalam berbagai tingkatan hehehe.. kidding ;). Kami akan saling bermaaf-maafan dengan semua hadirin yang terdiri dari jajaran pimpinan fakultas dan universitas, dosen dan guru besar, staf karyawan dan mahasiswa. Ada sekitar seribuan orang yang hadir. Kebayang pegel dan panjangnya antrian. Tiba-tiba saja, si ibu dosen inggris itu keluar dari barisan dengan smooth. Ketara nggak kalo gue mau ngabur..? bisiknya. Banged... Huahaha... si ibu langsung cepat ngacir. Ibu yang satu ini emang funky abis, padahal usianya sudah tidak terbilang muda lagi. Nggak heran disukai mahasiswanya. Akhirnya, saya pun keluar dari barisan. Nggak tahan dengan antrian yang panjang. Lagi pula sebelum acara dimulai tadi sebenarnya sebagian sudah saling bermaaf-maaf lho. Ya sudahlah, itung-itung ngurang-ngurangin beban pak rektor juga. Biar nggak nambahin pegel karena harus salaman dan tersenyum manis hehehe... so, langsung saja ngembad makanan :D Ceramah Pak Ary tadi ESQ banget. Kembali ke fitri beliau kaitkan dengan rumus god spot-nya yang kesohor. Sembilan puluh sembilan nama Allah. Lalu Pak Ary juga mengingatkan kembali pada misi dan visi kehidupan, yang bisa sangat cantik beliau hubungkan dengan misi dan visi kampus UI. Terang saja pak rektor manggut-manggut, seneng dong. Diikuti anggukan kepala dari Pak Walikota Depok yang ikut hadir, para profesor yang dahinya 'kinclong-kinclong' itu..:) juga para mantan rektor. Kembali fitri berdasarkan penjelasan Pak Ary artinya kita para jati diri yang sebenarnya. Menjadi fitri artinya kita tahu untuk apa kita diciptakan.. Menjadi fitri artinya kita tahu siapa diri kita... Menjadi fitri artinya kita tahu mau ke mana arah tujuan kita... Menjadi fitri artinya kita mengerti prioritas dalam hidup.. Menjadi fitri artinya... ya pokoknya bisa meningkatkan personal values kita karena kita memahami dan menyadari sepenuhnya tentang apa yang ada di dalam diri kita, diri orang lain dan lingkungan sekitar kita... Amiiin. Moga-moga aja ya...
__________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
