Jadi mestinya ga usah ada tu RUU Wajib Militer yang bikin biaya 
bengkak...mending pengangguran di seluruh Indonesia aja yang direkrut militer 
plus para lasykar-lasykar yang doyan razia pake nama agama yang masuk militer. 
Uji coba pertama Malingsya...itu juga kalo berani...
 
It's only a transition...

Dicky Kurniawan
News Camera Person
NEWS DIVISION
PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV)
Gd. Trans TV 3rd Fl.
Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A
Jakarta Selatan 12790
+628174964705
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
omongkosongku.blogspot.com  
 



----- Original Message ----
From: "Rahman, Tiar" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Cc: "Josef, Herman" <[EMAIL PROTECTED]>; "Baryadi, Kusno" <[EMAIL PROTECTED]>; 
"Sapari, Riki" <[EMAIL PROTECTED]>; "Aryanto, Dhona I" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, November 1, 2007 12:19:16 PM
Subject: [sma1bks] TOP Secret: Indonesia sasaran AS berikutnya???

Sebuah dokumen berklasifikasi sangat rahasia (TOP SECRET!) bocor ke tangan 
wartawan. Dokumen ini adalah laporan CIA kepada Pentagon yang sebenarnya akan 
diteruskan ke Gedung Putih. 

Menurut dokumen tsb, setelah Irak , Indonesia akan jadi sasaran berikutnya. 
Tapi intel2 CIA yang lebih dahulu diterjunkan ke Indonesia , menyimpulkan bahwa 
jika diteruskan maka perang tsb akan menjadi sangat mahal biayanya dan 
dipastikan AS akan menderita banyak kerugian. 

Ini isi dokumen yang telah diterjemahkan ke bahasa paling gaul: 
,
,
,
,
.
.
,
,
,
,
,
,
Kepada Yth, 
Kepala Staf Gabungan 
Jenderal Richard Myers 
Tembusan: Direktur CIA 

Rencana penyerangan ke Indonesia sebaiknya dipertimbangkan lagi mengingat 
mahalnya biaya yang akan timbul dari peperangan tersebut. Berikut data-datanya. 

Begitu memasuki perairan, Armada ketujuh kita akan dihadang pihak Bea Cukai 
karena membawa masuk senjata api dan peralatan tanpa surat izin dari pemerintah 
RI. Ini berarti kita harus menyediakan "uang damai". Coba hitung berapa 
besarnya jika peralatan yang dibawa sedemikian banyak. 

Kemudian bila kita mendirikan base camp militer , bisa ditebak di sekitar base 
camp pasti akan banyak dikelilingi tukang bakso, tukang es kelapa, lapak VCD 
bajakan, sampai obral celana dalam Rp 10.000 dapat 3. Belum terhitung jika 
pedagang komedi puter juga ikut mangkal di sekitar base camp. 

Kemudian kendaraan tempur serta tank-tank lapis baja yang diparkir dekat base 
camp akan dikenakan retribusi parkir oleh petugas dari dinas perparkiran daerah 
maupun preman-preman sekitar. Jika dua jam pertama dikenakan Rp 10.000 (tarif 
untuk orang bule), berapa yang harus dibayar oleh pemerintah AS jika kendaraan 
harus parkir sebulan atau setahun lebih seperti di Irak sekarang ini. 

Belum lagi pengusaha parkir swasta yang bisa melobi Gubernur Sutiyoso untuk 
menaikkan tarif parkir. Lobi itu sangat mulus karena salah satu komisaris di 
sebuah perusahaan parkir terbesar di Jakarta itu adalah adalah bekas tentara. 
Nah, Sutiyoso ini juga kan tentara. 

Belum lagi di sepanjang jalan menuju lokasi base camp kita harus menghadapi 
para Pak ogah yang berlagak mengatur jalan sambil memungut biaya dari kendaraan 
yang memutar. Bisa dibayangkan berapa recehan yang harus disiapkan jika harus 
melakukan operasi tempur menuju pusat-pusat musuh seperti Cilangkap. Dari 
Tanjung Priok (pelabuhan tempat Kapal induk merapat dan lokasi pasukan 
mendarat) ke Cilangkap saja ada berapa pertigaan, perempatan dan putaran. bakal 
pusing deh kita. 

Suatu kerepotan besar jika rombongan pasukan harus berkonvoi. Karena konvoi 
yang berjalan lambat pasti akan dihampiri para pengamen, dan anak-anak jalanan. 
Ini berarti harus mengeluarkan recehan lagi. Belum lagi jika di jalan bertemu 
polisi bokek, udah pasti kena semprit karena konvoi tanpa izin terlebih dahulu. 
bayangkan berapa uang damai yang harus dikeluarkan untuk polantas-polantas itu. 

Itu baru polantas Pak Myers. Belum petugas DLLAJ. Anda harus melihat sendiri 
bagaimana mereka beraksi. Kendaraan2 dan tank2 itu kan belum di kir.Itu 
pertanda buruk.Setiap kali kir, berapa uang yang harus kita keluarkan untuk 
membayar yang resmi dan tidak resmi. Belum lagi kalau mau menyerbu KODAM di 
daerah lain. Kita harus melewati jembatan Timbang milik DLLAJ. Siapkan saja 
uang pelicin yang lebih banyak. 

Di base camp militer , tentara AS sudah pasti tidak bisa tidur nyenyak, karena 
nyamuknya busyet gede-gede kayak vampire. Ini bisa dibasmi dengan penyemprotan 
dari Dinas kesehatan. Lagi-lagi harus menyiapkan amplop untuk mereka. 

Untuk urusan mandi pasukan kita pasti nggak akan mendapatkan fasilitas 
semestinya alias kagak bisa mandi karena di sungai banyak dilalui "rudal 
kuning" yang ditembakkan penduduk setempat dari flying helicopter atau WC 
terapung di atas sungai. 

Tentara AS juga nggak bisa jauh2 dari peralatan perangnya, karena di sekitar 
base camp sudah mengintai pedagang besi loakan yang siap mempreteli peralatan 
perang canggih yang kita bawa. meleng sedikit saja, tank Abraham kebanggan kita 
bakal siap dikiloin. 

Belum lagi para pencuri kendaraan bermotor yang sudah siap beraksi dengan kunci 
T-nya bakal merebut jip-jip perang kita yang kalau didempul dan cat ulang bisa 
dijual mahal ke anak-anak orang kaya yang pengen gaya-gayaan disekitar Menteng 
(dekat Kedutaan Besar kita). 

Dan yang menyedihkan lagi, badan tentara kita akan jamuran dan gatal-gatal atau 
penyakit kulit lain karena tidak bisa berganti pakaian. Soalnya, kalau nekad 
menjemur pakaian dan meleng sedikit saja, besok pakaian mereka bakal mejeng di 
Pasar Jatinegara di lapak-lapak pakaian bekas. 

Peralatan telekomunikasi kita, yang menjadi alat vital dalam pertempuran, juga 
harus dijaga ketat, karena bandit kapak merah sudah mengincar peralatan itu. 

Dan kita juga harus membayar sewa tanah yang digunakan sebagai base camp kepada 
Haji husin, Haji mamat dan Engkong Jai para juragan tanah yang berdarah betawi. 

Di samping itu juga ada aturan wajib lapor kalau bawa tamu jika lebih dari 1 x 
24 jam, dan harus izin RT setempat. Belum RW dan kelurahan. berapa banyak meja 
yang harus dilalui dengan amplopan. Apalagi tentara AS suka bawa cewek. 

Membayangkan ini semua, kami mewakili intel CIA di lapangan sepakat untuk 
meninjau ulang rencana penyerangan ke Indonesia . 

Salam . 

Just kidding.. no offense .. (^_^) 
Have a nice work..
CONFIDENTIALITY NOTICE 
The information in this email may be confidential and/or privileged.
This email is intended to be reviewed by only the addressee(s) named
above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email
and its attachments, if any, or the information contained herein is
prohibited. If you have received this email in error, please
immediately notify the sender by return email and delete this email
from your system. Thank you.



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke