Dari milis sebelah:

 

Posted by: "Bambang Sidharta" [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]
ga%20dan%20KEjeniusan%20Anak%20Indonesia>   

Wed Nov 21, 2007 1:53 am (PST) 

Kemarin saya bertemu dengan adik kelas yang baru pulang dari Belanda.
Ternyata riset PhD dia cukup dahsyat, memecahkan persoalan matematika
gelombang yang digunakan oleh perusahaan minyak Shell untuk mencari
cadangan minyak. Hasil riset dia cukup menghebohkan dunia minyak,
terutama dengan kemungkinan membuat profil 3 dimensi dari cadangan
minyak. Metode dia berhasil memproses data-data seismik seratus kali
lebih cepat dari metode yang sekarang biasa digunakan.

Saya jadi ingat kembali kehebatan Pak Habibie. Beliau dulu menemukan
rumus yang mampu mempersingkat prediksi perambatan retak. Rumus beliau
ini yang kini digunakan negara-negara , termasuk NASA Amerika.

Saya yakin SDM Indonesia memang jagoan kaliber internasional. Sayangnya
visi dan finansial negeri ini jauh dari menggembirakan. Semua SDM kita
yang sangat bagus ditelantarkan (karena tidak ada kerjaan yang bisa
dilakukan di dalam negeri). Akhirnya negara lain lah yang memanfaatkan.

Yogi Ahmad Erlangga, teman saya itu dengan sedih menceritakan. Setelah
hasil dia dipublikasikan maka dia mendapat kontak dari Schlumberger
untuk menindaklanjuti hal itu. Shell tentu saja sudah memakainya. Bahkan
di Belanda dia diliput oleh media massa, juga media TV Belanda berencana
mewawancarainya (tapi dia keburu pingin pulang, jadi tidak sempat).
Jelas hal ini menunjukkan potensi ekonomi luar biasa dari algoritma
matematik yang dia temukan.

Karya Erlangga (demikian nama belakang yang populer di internet, dia
bahkan di klaim sebagai matematikawan Belanda, haha) ini juga diyakini
menjadi solusi bukan hanya untuk minyak tapi juga untuk berbagai hal
lain yang menyangkut gelombang. Salah satunya adalah industri yang
berminat untuk menggunakan metode dia dalam merancang Blu-Ray, keping
DVD super yang nantinya bisa memuat hingga puluhan GB data. 

Sedikit yang menarik, Yogi sebenarnya adalah sarjana teknik aeronautika
(penerbangan) ITB, yang kemudian mengambil riset bidang matematika.
Ternyata hasilnya bisa diaplikasikan ke dunia minyak. Sekarang dia
mendapat post-doc di Jerman untuk meneliti bagaimana meredam bising dari
mesin jet.

Demikian luar biasa respon di dunia, sayang kata dia, hingga saat ini
Pertamina justru tidak pernah mengontak dia. (yah, jangan-jangan bahkan
Pertamina pun tidak tahu ada karya anak bangsa ini yang menghebohkan
dunia.... atau jangan-jangan tidak peduli? kan tinggal bayar
Schlumberger...)
Kita ini memang bangsa pintar, sayang kurang cerdik...



CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. 
This email is intended to be reviewed by only the addressee(s) named 
above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified 
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email 
and its attachments, if any, or the information contained herein is 
prohibited. If you have received this email in error, please 
immediately notify the sender by return email and delete this email 
from your system. Thank you.

Kirim email ke