Yah, bagi orang yang nggak sepakat dengan Konsep P2KP
(Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan) Punya
Departemen PU bakal ngomong begitu .....

Soalnya gw ngutip dari Latar Belakang Kemiskinan versi
P2KP.

Silahkan kritik ke www.p2kp.org

--- Didit Rahardi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> comment saya ini based on NCB-nya Mba' Vita on
> Wednesday, 14 Nov 2007 at 3.59 pm...
> 
> ----- Original Message ----
> From: kurniawan iswanto
> <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Monday, November 19, 2007 7:29:42 AM
> Subject: Re: [sma1bks] Re: kira-kira MAU DIBERIKAN
> KE SIAPA NEH SUARA kita..
> 
> itu dah 'better argument' nya dia kale *ups, diam 
> aja ahhhh*
> 
> 
> On Nov 19, 2007 1:51 AM, Apip Kamil
> <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED] .com, Didit Rahardi
> <didit_rahardi@ ...> wrote:
> >
> > so' tahu banget sih lo'...
> > 
> 
> 
> Aduh kumaha iyeu teh....
> if you have better argument just say it, 
> kalau engga ya diam aja lah.
> 
> Apip Kamil 91
> 
> > imsa iwan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: !!! Hebatnya
> Indonesia !!!
> 
> > Definisi Kemiskinan itu bisa berbeda di berbagai
> > sektor dan lembaga (Departemen) . Sehingga
> kebijakan
> > yang dibuat oleh Pemerintah menjadi absurd baik di
> > tingkat interdept sampai di lapangan.
> > Sesungguhnya persoalan inti dari kemiskinan
> bukanlah
> > pada aspek sosial ekonomi, tetapi perilaku.
> > 
> > Gw coba pake tulisan, sbb: (Dan ini yang
> menjadikan gw
> > yakin bahwa CALON WALIKOTA & WAKIL TIDAK ADA YANG
> > PUNYA GREGET UNTUK PRO POOR)
> > Cuma mikirin kelompoknya aje 
> > 
> > Pada berbagai program kemiskinan yang bersifat
> > parsial, sektoral dan charity yang pernah
> dilakukan,
> > sering menghadapi berbagai kondisi yang kurang
> > menguntungkan, misalnya salah sasaran, menumbuhkan
> > ketergantungan masyarakat pada bantuan luar,
> > terciptanya benih-benih fragmentasi sosial, dan
> > melemahkan kapital sosial yang ada di masyarakat
> > (gotong royong, musyawarah, keswadayaan dll).
> Lemahnya
> > kapital sosial pada gilirannya juga mendorong
> > pergeseran perubahan perilaku masyarakat yang
> semakin
> > jauh dari semangat kemandirian, kebersamaan dan
> > kepedulian untuk mengatasi persoalannya secara
> > bersama.
> > Kondisi kapital sosial dan perilaku masyarakat
> yang
> > yang melemah serta memudar tersebut salah satunya
> > disebabkan oleh keputusan, kebijakan dan tindakan
> dari
> > pengelola program kemiskinan dan pemimpin-pemimpin
> > masyarakat yang selama ini cenderung tidak
> > berorientasi kepada masyarakat miskin, tidak adil,
> > tidak transparan dan tidak tanggung gugat (tidak
> pro
> > poor dan good governance oriented). Sehingga
> > menimbulkan kecurigaan, kebocoran, stereotype dan
> > skeptisme di masyarakat. Keputusan, kebijakan dan
> > tindakan yang tidak adil ini dapat terjadi pada
> > situasi tatanan masyarakat yang belum madani, yang
> > salah satunya indikasinya dapat dilihat dari
> kondisi
> > kelembagaan masyarakat yang belum berdaya, yang
> tidak
> > berorientasi pada keadilan, tidak dikelola dengan
> > jujur serta terbuka dan tidak berpihak serta
> > memperjuangkan kepentingan masyarakat miskin. 
> > Kelembagaan masyarakat yang belum berdaya tersebut
> > pada dasarnya disebabkan oleh karakterisitik
> lembaga
> > masyarakat yang ada di masyarakat cenderung tidak
> > mengakar, dan tidak representatif. Di samping itu,
> > ditengarai pula bahwa berbagai lembaga masyarakat
> yang
> > ada saat ini dalam beberapa hal lebih berorientasi
> > pada kepentingan pihak luar masyarakat atau bahkan
> > untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu,
> > sehingga mereka kurang memiliki komitmen dan
> > kepedulian pada masyarakat di wilayahnya, terutama
> > masyarakat miskin. Dalam kondisi ini akan semakin
> > mendalam krisis kepercayaan masyarakat terhadap
> > berbagai lembaga masyarakat yang ada di
> wilayahnya. 
> > Kondisi kelembagaan masyarakat yang tidak
> mengakar,
> > tidak representatif dan tidak dapat dipercaya
> tersebut
> > pada umumnya tumbuh subur dalam situasi
> perilaku/sikap
> > masyarakat yang belum berdaya. Ketidakberdayaan
> > masyarakat dalam menyikapi dan menghadapi situasi
> yang
> > ada di lingkungannya, yang pada akhirnya mendorong
> > sikap skeptisme, masa bodoh, tidak peduli, tidak
> > percaya diri, mengandalkan bantuan pihak luar
> untuk
> > mengatasi masalahnya, tidak mandiri, serta
> memudarnya
> > orientasi moral dan nilai-nilai luhur dalam
> kehidupan
> > bermasyarakat, yakni terutama keikhlasan, keadilan
> dan
> > kejujuran.
> > Dengan demikian, dari paparan di atas cukup jelas
> > menunjukkan bahwa situasi kemiskinan akan tumbuh
> subur
> > dalam situasi perilaku/sikap dan cara pandang
> > (paradigma) masyarakat yang belum berdaya.
> > 
> 
> 
> 
> 
> 
> -- 
> Kurniawan I
> Kanwil DJP Kaltim
> www.kurniawan. co.nr 
> 
> 
> 
>      
>
____________________________________________________________________________________
> Get easy, one-click access to your favorites. 
> Make Yahoo! your homepage.
> http://www.yahoo.com/r/hs 



      
____________________________________________________________________________________
Get easy, one-click access to your favorites. 
Make Yahoo! your homepage.
http://www.yahoo.com/r/hs 

Kirim email ke