assalamualaikum, nimbrung ahh
nambahin komentar bang ari yg ok punya.
Betulll....tapi bukan cuma paradigma aja yg di ubah tp sikap riil kita. Kalau
cuma paradigma n cara berpikir aja dengan teori2 enterprenernya tanpa
dipraktekkan sih ya ga akan merubah segalanya.Udah banyak seminar2 tp
kebanyakan g ada follow upnya.
Saya, sarjana skrg bisnis di dunia voucher pulsa sering di lecehkan oleh
temen2 yg kerja kantoran. Padahal kalau mereka tahu....?
komarudin ibnu mikam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
makasih ari, kayaknya saya gak pernah lihat postingannya. baru kali
ini. TOP BGT!
bisa bantu saya dong...jadi instruktur sablon......gimana/
On 11/24/07, arie kadir <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Permasalahan
lapangan pekerjaan tidak akan musnah bilamana konsep berpikir manusia sendiri
belum berubah. Selama ini yang ada didalam pikiran kita adalah bagaimana
caranya kita dapat bekerja di satu perusahaan yang bonafid. Menurut saya pola
pikir ini harus dirubah menjadi bagaimana kita dapat membuka lapangan kerja
sendiri....tapi ,...tapi,...pasti banyak sanggahannya. dan salah satunya adalh
bicara masalah modal ...jika sudah berbicara hal itu cina tidak akan sebesar
ini ...Keahlian adalah salah satu masalah pokok jika saja kita berani untuk
mencoba jalan untuk membuka lapangan pekerjaan . berusalah untuk mempromosikan
diri kita dengan keahlian apapun yang kita punya. Contoh Yogyakarta sekarang
berkembang menjadi salah satu kota yang terkenal akan kerajinan tangannya ,
bali atau pun kalimantan atau saudara kita satu propinsi ...tasik .kenapa
bekasi tidak ...? pola pikir kita masih bicara tentang lapangan
pekerjaan yang ada dikantor besar...gengsi , takut miskin, dan mudah putus asa
adalh hal yang selalu muncul dikepala kita . Coba buang jauh jauh dan ambil
kertas lantas menulis seperti bang komar tentu suatu saat ada penerbit yang
tertarik . Saya tidakl bicara muluk disini tapi banyak darei saudara kita
enggan untuk mengembangkan potensi yang mereka milik atau mungkin belum tau mau
diapakan potensi yang mereka miliki, terlebih lagi yang bermasalh dengan
jenjang pendidikan. Sebab itu mungkin kita bisa membantu saudara kita dengan
berbagi pengalamn dan berbagi keahlian yang kita miliki..bukankah kita
diciptakan untuk saling berbagi ?
arie kadir <[EMAIL PROTECTED]> wrote: ikut nimbrung ahhh...
setuju sama bang komar ,...kalo kita masih mempermasalahkan PEMKOT ,,mah cape.
Paling simple adalah dengan tekad ingin membantu kita coba untuk berbagi apa
yang kita punya. Namun masalahnya nggak selesai sampai disitu yang dibantu pun
harus mau terima apa adanya karena banyak hal yang membuat orang malas membantu
seseorang dalam hal lapangan pekerjaan salah satunya adalh orang yang dibantu
terlalu banyak maunya dan berharap lebih dari yang mau membantu ... saya punya
solusi kongkrit ...gimana kalo kita adain semacam workshop kecil ...tapi
pesertanya jangan banyak dulu ...contohnya workshop sablon ...karena saya punya
masalah mencari tenaga kerja ynag bisa sablon ...dan menurut saya
penghasilannya pun cukup lumayan ....kita coba bantu saudara kita dengan
bernagi keahlian yang kita punya ...karena menurut saya sekecil apapun keahlian
yang kita punya pasti bermanfaat dan dapat dijadikan salah satu mata
pencaharian ...sok atuh kalo ada yang tertarik buat ngadain acara ini
kita bisa ngomong lebih panjang lagi ...
---------------------------------
Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.
---------------------------------
Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it
now.
--
Komarudin Ibnu Mikam
WTS - Writer Trainer Speaker
komarmikam.multiply.com
0818721014
karya-karya ;
sekuntum cinta untuk istriku (GIP)
prahara buddenovsky (GIP)
dinda izinkan aku melamarmu (KBP)
sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat)
nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat)
merit yuk! (qultum media)
rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.