----- Forwarded Message ----
From: rosa <[EMAIL PROTECTED]>
To: Imaz imoet <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; Tria <[EMAIL 
PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Cc: dado <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, December 3, 2007 7:16:36 AM
Subject: Re: ANGIN DUDUK- UNTUK DIKETAHUI


FYI



 


 

 
ANGIN DUDUK- UNTUK DIKETAHUI.
 
Kemarin ada seorang teman dikantor yang meninggal di usia yang ke-31 dengan 
status single. Menurut dokter-dokter yang turut melayat, kemungkinan 
penyebabnya adalah angin duduk, karena pagi harinya dia masih masuk kantor, 
walaupun pada saat jam istirahat minta ijin pulang karena kepalanya pusing. 
Kebetulan ybs tidur sekamar dengan kakak perempuannya yang juga bekerja di 
kantor yang sama,dan masih sempat terbangun karena adiknya menanyakan minyak 
kayu putih sekitar setengah 12 malam, lalu paginya waktu dibangunkan pagi hari 
untuk berangkat ke kantor, ternyata sang adik sudah meninggal dengan posisi 
tidur dengan wajah sedikit menahan rasa sakit, dan kebiruan sekitar leher.
 
Atas dasar itulah saya informasikan sedikit mengenai angin duduk atau nama 
kerennya Sindrom Jantung Koroner Akut. Angin Duduk sama dengan Sindrom Jantung 
Koroner Akut Hanya dalam 15 menit sampai 30 menit, orang yang terserang angin 
duduk bisa meninggal.  Padahal, penderita, sebelumnya terlihat sehat-sehat 
saja. Dunia kedokteran selama dua tahun terakhir berhasil mengidentifikasi 
istilah baru penyakit jantung yang akrab d isebut angin duduk. Ternyata, 
penyakit ini tak sekedar masuk angin berat, tetapi identik dengan sindrom 
serangan jantung koroner akut (SSJKA). 
Teridentifikasinya istilah ini, menurut Guru Besar Bidang Ilmu Penyakit Dalam 
FKUI, Prof DR dr Teguh Santoso.SpPD, di Jakarta, pekan lalu. Menandai sebuah 
koreksi besar terhadap mitos yang berkembang di masyarakat selama ini. Bahwa 
masuk angin hebat itu adalah penyakit yang berbahaya, bahkan bisa menimbulkan 
kematian hanya dalam waktu 15 hingga 30 menit sejak serangan pertama.
 
Jadi kata Teguh lagi, jika Anda tiba-tiba merasa nyeri dada, sebaiknya tidak 
melakukan aktivitas fisik apapun termasuk berhubungan seks. Segeralah pergi ke 
rumah sakit yang menyediakan fasilitas penanganan Gawat darurat jantung. 
Ingat!. Tidak boleh lebih dari 15 menit setelah serangan nyeri pertama.
 
Sindrom serangan jantung koroner akut merupakan penemuan terbaru akhir banyak 
disikapi masyarakat dengan tindakan yang salah. Misalnya, penderita dikerok, 
diberi minuman air panas, atau diberi ramu-ramuan untuk mengeluarkan angin. 
Padahal, penderita bisa meninggal mendadak tanpa ada tanda-tanda sakit.
 
Gejalanya:
       * Muncul keluhan nyeri ditengah dada, seperti:
        - Rasa ditekan
        - Rasa diremas-remas, menjalar ke leher,lengan kiri dan kanan, serta 
ulu hati.
        - Rasa terbakar dengan sesak napas dan keringat dingin.
        - Keluhan nyeri ini bisa merambat ke kedua rahang gigi kanan atau kiri, 
bahu,serta punggung. Lebih spesifik, ada juga yang disertai kembung pada ulu 
hati seperti masuk angin atau maag.
 
Sumber masalah sesungguhnya hanya terletak pada penyempitan pembuluh darah 
jantung (vasokonstriksi).
 
Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal :
        * Pertama, adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah 
akibat konsumsi kolesterol tinggi.
        * Kedua, sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus).
        * Ketiga, Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah akibat kejang 
yang terus menerus.
        * Keempat, infeksi pada pembuluh darah.
 
Penyempitan itu,lanjutnya lagi, mengakibatkan berkurangnya oksigen yang masuk 
ke dalam jantung. Ketidak-seimbangan pasokan dengan kebutuhan oksigen pada 
tubuh mengakibatkan nyeri dada yang dalam istilah medisnya disebut angina.Namun 
kata Teguh,hendaknya dibedakan antara keluhan nyeri pada sindrom serangan 
jantung koroner akut (SSJKA)dengan serangan jantung koroner (SJK) (infark 
miokard). Pada SJK, angina terjadi akibat sumbatan total pembuluh darah jantung 
karena aktivitas fisik yang berlebihan.  Sementara pada SSJKA angina terjadi 
akibat sumbatan tidak total yang dirasakan saat istirahat. "SSJKA ini memang 
mendadak.Bukan karena capek, masuk angin, atau penyakit-penyakit lainnya. 
Biasanya penderita akan meninggal paling lama lima belas menit setelah keluhan 
rasa nyeri pertama kali dirasakan".Kata Teguh.
 
Masyarakat diminta waspada terhadap keluhan angina ini. Soalnya penderita 
sebelum terserang akan tampak sehat-sehat. Solusi satu-satunya hanyalah 
melonggarkan sumbatan yang terjadi, yaitu dengan memberikan obat anti platelet 
(sel pembeku darah) dan anti koagulan. Atau, obat untuk mengantisipasi 
ketidak-seimbangan supply oksigen dan kebutuhan oksigen. Misalnya nitrat, 
betabloker, dan kalsium antagonis.
 
Di tempat terpisah, ahli jantung RS Jantung Harapan Kita dr. Santoso Karo-Karo 
MPH, SpJp mengungkapkan kondisi rumah sakit di Indonesia tidak terlalu bisa 
diharapkan untuk pengobatan SSJKA. Rumah sakit terkesan lambat menangani 
pasien.Untuk itu ia menyarankan agar penderita yang sudah tahu bahwa dirinya 
memiliki gangguan jantung sebaiknya membawa tablet antiplatelet ke manapun ia 
pergi. Obat antiplatelet yang paling murah dan gampang di cari adalah aspirin. 
Obat ini selain bermanfaat sebagai pertolongan pertama mengatasi nyeri dan 
melonggarkan kembali pembuluh darah yang tersumbat oleh thrombosit atau 
platelet (sel pembeku darah)


      
____________________________________________________________________________________
Be a better pen pal. 
Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.  
http://overview.mail.yahoo.com/

Kirim email ke