Untuk temanz yang masih suka berkutat di alam bebas, sekedar mengingatkan untuk selalu menghormati kebudayaan lokal, kepercayaan masyarakat setempat, tidak meremehkan petuah-petuah bujak warga disekitar. Dan terakhir, tetap selalu berpikiran dan bernat jernih dalam setiap pendakian...
Kencing Sembarangan Siluman Harimau Marah Jumat 14 Desember 2007, Jam: 10:13:00 KUNINGAN (Pos Kota) - Mitos siluman harimau memang masih dipercayai masyarakat yang tinggal di kaki Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, hingga kini. Hanya saja, pengakuan Pahru telah kesurupan roh halus hingga secara sadis mencongkel bola mata seorang perawat saat melakukan pendakian (Pos Kota, 13/12), merupakan kejadian baru dan menakutkan. Watim, 57, warga Blok Cigembang, Kuningan, Jawa Barat, menuturkan jumlah harimau jadi-jadian atau siluman di Gunung Ciremai sangat banyak. Siluman ini ada di sekeliling hutan di gunung tersebut. Siluman harimau ini biasanya muncul dan marah ketika ada tingkah laku pendaki yang mengusik ketenteraman mereka. Seperti kencing sembarangan serta berbicara tidak sopan atau jorok. ”Pada batas tertentu penampakan harimau jadi-jadian ini tidak mengganggu,” tuturnya. Soal mitos atau hal-hal mistis yang menyelimuti Gunung Ciremai itu juga diyakini Avo Juhartono, dari LSM AKAR. Avo selama ini konsen mengamati setiap geliat Gunung Ciremai. “Intinya tinggal niat masing-masing orang saja. Jika niatnya ingin mendaki maka soal mitos itu tentu akan dijadikan pegangan agar waspada dan hati-hati,” katanya. Kendati demikian, menurut Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Linggarjati, Kuningan, Jawa Barat, Maman Surahman, mitos semacam itu hanya sebagai dasar acuan kesopanan saja. Maksudnya agar pendaki tetap mengedepankan kewaspadaan. Khusus mengenai pendakian Pahru bersama sejumlah perawat satu rumah sakit di Jakarta, jelas tidak melalui jalur resmi. Karena pada Sabtu (8/12) Kamis (13/12), memang tidak ada laporan soal pendakian. TUNTUT PELAKU Sementara itu, keluarga Dila, perawat yang menjadi korban pencongkelan mata, menuntut pelaku. “Kami mohon pada aparat yang menangani kasus ini agar menghukum pelaku seberat-beratnya. Kasihan saudara saya itu, kalau sembuh pun dia cacat seumur hidup,” kata sepupu korban yang tak mau disebut namanya. Sepupu korban itu mengaku heran karena teman-teman korban tak ada yang melapor ke kantor polisi setempat. Peristiwa itu baru diketahui setelah korban dibawa ke RSPAD Gatot Subroto. Mewakili keluarga, pria yang berprofesi sebagai polisi ini juga menyatakan rasa terima kasihnya pada pihak RSPAD yang begitu cepat menangani kasus ini. Bahkan berhasil membekuk pelaku saat ia membesuk di rumah sakit. BUTA SEUMUR HIDUP Menurut DR Tjahyono Gondhowiardjo, kepala bagian mata RSCM, Dila dipastikan bakal mengalami kebutaan seumur hidup. Meski bola matanya bisa ditemukan, proses penyambungan tidak mungkin dilakukan lagi. Termasuk kemungkinan dia mendapatkan cangkok donor mata. ”Jika bola mata sudah terlepas dari tempatnya, dipastikan semua syarafnya sudah terputus dan sistemnya pun sudah rusak,” tutur dokter spesialis mata ini. HARUS DIADILI Dalam pandangan praktisi dan pakar hukum, menganiaya dengan alasan kesurupan tidak dikenal dalam dunia peradilan. “Yang tidak dapat diadili hanya pelaku yang menderita sakit ingatan, “ ucap Petrus Bala Patyona SH. Dengan demikian, Ketua Bidang Hubungan Badan Peradilan ini menambahkan, tersangka pencongkel mata perawat ini bisa diadili dengan tuduhan penganiayaan berat. “Apapun alasannya pelaku harus diadili, “ ucap Hj. Yanti Nurdin SH, pakar hukum lainnya. Menurutnya dalam dunia peradilan tidak mengenal kesurupan, jadi pelaku biasa diproses secara hukum, “ tambah pengurus DPP Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) tersebut. ------------ --------- --------- --------- --------- - Mata Perawat Dicongkel Kamis 13 Desember 2007, Jam: 13:53:00 KUNINGAN (Pos Kota) – Mengaku mendapat bisikan gaib saat mendaki Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, seorang pemuda melakukan perbuatan sadis.Ia mencongkel mata teman wanitanya saat menuruni gunung tersebut. Saat ini korban, Dila, 22, seorang perawat yang punya hobi naik gunung itu dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, dengan kondisi tak memiliki bola mata yang sampai kemarin masih dicari di kaki Gunung Ciremai. Sementara pelaku, Pahru, 24, diamankan di Polsek Menteng. Ia digelandang ke kantor polisi ketika berusaha menjenguk korban di rumah sakit. Menurut informasi yang diperoleh, korban mendaki gunung Sabtu (8/12) pagi bersama 10 rekannya termasuk tersangka yang berprofesi sebagai pedagang gorengan. Sampai di puncak, malam. Pada pagi harinya seluruh rombongan, kecuali tersangka, adalah karyawan sebuah rumah sakit di Jakpus ini turun gunung. Rombongan pertama terdiri dari 6 orang. Korban baru menyusul turun pada siang harinya bersama empat rekan lainnya. Di tengah perjalanan menuruni gunung, beberapa kali korban mengalami kelelahan sehingga harus dibantu oleh tersangka. “Setiap Dila lelah saya selalu mijitin kakinya,” kata tersangka kepada Pos Kota. Namun yang membuat kesal tersangka, tiga temannya seperti tidak senang setiap ia membantu korban. Tak senang, bagai dirasuki siluman harimau, tersangka ngamuk dan menyerang 3 rekannya. Keempat pria ini kemudian terlibat perkelahian. Meskipun badannya kecil, tersangka ternyata mampu memenangkan perkelahian itu. DAPAT BISIKAN Setelah lawannya kabur, tersangka tinggal berduaan dengan Dila. Saat itulah Pahru mengaku melihat di mata Dila banyak setan. Dengan alasan ingin mengusir setan di mata korban, Pahru mencekik Dila dan membenturkan kepalanya ke batu. Bahkan tidak cukup sampai di situ, tersangka mengatakan mendapatkan lagi bisikan gaib yang menyuruhnya mencongkel dua biji mata gadis asal Padang itu. Dengan kedua tangannya, Pahru secara sadis mencongkel bola mata korban. Teriakan kesakitan Dila seolah tak dihiraukan lagi karena tersangka sudah seperti orang kerasukan. Bahkan yang lebih sadis, usai mencongkel, kedua bola mata korban sempat digenggam dan diamatinya sebelum dibuang ke jurang. Setelah itu korban ditelanjangi oleh pelaku. “Anehnya, saya melihat mata itu tak mengeluarkan darah. Saya seperti orang kesurupan dan tak sadar melakukannya,” kata Pahru saat ditemui Pos Kota, di Polsek Menteng, tadi malam. Usai menyiksa korban, pelaku kembali memperoleh bisikan. Ia lagi-lagi diperintah oleh suara gaib untuk terjun ke jurang. Perintah itu dilaksanakan, namun pemuda asal Tasikmalaya, Jabar ini hanya pingsan dan mengalami cedera memar. Ia baru sadar Senin (10/12) pagi dan kembali bergabung dengan rombongan. Ketika ditanya temen- temannya mengenai keberadaan korban,Pahru menjawab tidak tahu. Akhirnya dilakukan lah pencarian terhadap korban dan baru diketemukan siang harinya dalam keadaan mengenaskan. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat sebelum dirawat di RSPAD Gatot Subroto. JENGUK KORBAN Dua hari kemudian, Rabu (12/12) siang, tanpa diduga tersangka datang bersama keluarganya menjenguk korban di rumah sakit. Keluarga korban yang telah mendapat informasi bahwa Pahru adalah pelaku penganiayaan, langsung menggiring tersangka ke Polsek Menteng guna mempertanggungjawab kan perbuatannya. Kepada petugas, Pahru mengaku baru mengenal korban saat pendakian. Dia bisa masuk dalam rombongan karena diajak oleh salah satu kerabatnya. Endang, kakak ipar pelaku, menyatakan pasrah dan tidak menyangka Pahru bisa berbuat sekeji itu. “Kami serahkan semuanya sesuai hukum yang berlaku.” Rencananya tersangka Pahru akan diserahkan ke Polres Kuningan, Jawa Barat, sesuai dengan tempat kejadian perkara. hsgautama <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: KomunitasPMI@ yahoogroups. com [mailto:KomunitasPM [EMAIL PROTECTED] com] On Behalf Of robert simatupang Sent: Friday, December 14, 2007 9:50 PM To: KomunitasPMI@ yahoogroups. com; indofirstaid@ yahoogroups. com Subject: Komunitas PMI Dukungan dan Empati untuk Relawan PMI Jakarta TImur (MOHON DUKUNGANNYA! ) Kepada seluruh rekan - rekan relawan se Indonesia , Seperti mungkin yang telah rekan - rekan ketahui, seorang rekan Relawan dari PMI Jakarta Timur telah mengalami musibah. Namanya Dilla Nuraini (24 tahun). Rekan Dilla telah menjadi korban Penganiayaan yang luar biasa keji dan sadis. Tiada ungkapan yang cukup menggambarkan penderitaan seorang Dilla pada saat ini. Dia telah di pukuli, disiksa, dan sekarang terbaring di rawat di ruang Bedah Isolasi 2, RSPAD Gatot Subroto jakarta . Selain dianiaya, kedua bola mata Dilla telah dicongkel oleh orang yang sangat sadis. Kami rekan - rekan Dilla telah berinisiatif untuk mencoba menggalang bantuan yang nyata untuk Dilla dan menghubungi keluarga dari Dilla. Bantuan dan Dukungan inipun mungkin belum dapat berarti banyak untuk menghilangkan penderitaan rekan Dilla, tapi paling tidak semoga dapat membantu. Bagi yang ber-empati mohon salurkan dukungan saudara - saudari ke : Rekening : Bank Central Asia - Cab. Wolter Mongonsidi Jakarta No. Rek : 524 - 012 - 7433 A/N : ARNEZ ANDINI (kakak Dilla) Untuk contact langsung dapat menghubungi Arnez di 0812 8925 405 Mohon sekali kerelaan rekan - rekan semuanya untuk juga menyambungkan upaya nyata ini ke pihak lain yang mungkin dapat ikut membantu. Semoga Yang Maha Kuasa menguatkan Dilla agar tabah menghadapi cobaan ini dan semoga dukungan kita dapat membantu Dilla dalam melewatinya. Salam Kemanusiaan, Robert Simatupang Kantor Pusat Palang Merah Indonesia Jl. Gatot Subroto Kav. 96 Jakarta - 12790 Indonesia Telp. : 021 - 7992325 ext 207 Fax : 021 - 7995188 Mobile: 0813 - 1687 8512 Email : robert_simatupang@ pmi.or.id or simatupang_robert@ yahoo.com ----- Forwarded Message ---- From: Euis Komala <[EMAIL PROTECTED] com> To: Dheni Prasetyo <[EMAIL PROTECTED] com> Sent: Friday, December 14, 2007 9:05:50 AM Subject: Empati untuk Relawan PMI Jakarta TImur Yth, Teman-teman Komunitas PMI se Indonesia . Atas nama keluarga besar PMI Cabang Jakarta Timur mohon doanya, mengingat salah satu anggota Korps Sukarela PMI Cabang Jakarta Timur an Dilla Nuraini (24 tahun) yang pada saat ini sedang menjalani perawatan intensive (masih di ruang Isolasi) pasca menjalankan operasi di RSPAD Gatot Subroto Jakarta . Teman kita Dila mengalami musibah tragis saat sedang berkemah di Gunung Ceremai-Cirebon beberapa hari lalu, penganiayaan terjadi terhadap dirinya yang mengakibatkan sekujur tubuh Dila luka- dan memar di seluruh bagian wajah dan muka, tidak hanya itu saja yang paling menyedihkan adalah Dila harus kehilangan kedua bola matanya. Saat ini kasus sedang ditangani oleh pihak yang berwajib. Untuk itu sesama relawan dan komunitas PMI, tidak ada salahnya kita bersama-sama ber-empati, berdoa dan memberikan dukungan kepada Dila dan keluarga, agar segala sesuatunya dapat berjalan lancar dan Dila dapat pulih, paling tidak kondisi psikisnya kembali pulih. Dila adalah anggota KSR PMI Cabang Jakarta Timur yang sangat aktif, memiliki potensi dan SMART. Walaupun bekerja di Rumah Sakit sebagai assisten perawat, tetapi ditengah kesibukannya bekerja, Dila tidak pernah luput dari partipasipasinya dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan yang diselenggarakan oleh PMI Cabang Jakarta Timur dan PMI Provinsi DKI Jakarta. Perlu teman-teman ketahui, Dila adalah salah satu Ambulans Crew yang cukup diandalkan, sebagai Pelatih Perawatan Keluarga yang komunikatif di tingkat Provinsi DKI Jakarta dan anggota SATGANA aktif di PMI Cabang Jakarta Timur. Segala bentuk ucapan empati dan dukungan yang teman-teman berikan akan kami sampaikan kepada Dila, sebagai wujud kepedulian sesama relawan dan komunitas PMI kepada Dila. Mudah-mudahan dengan adanya support dari teman-teman semua, dapat memberikan semangat kepada Dila. Sampai hari ini banyak anggota KSR PMI Jakarta yang secara bergantian menemani Dila dan keluarga di RSPAD. Terima kasih. It's only a transition... Dicky Kurniawan News Camera Person NEWS DIVISION PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV) Gd. Trans TV 3rd Fl. Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A Jakarta Selatan 12790 +628174964705 [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] omongkosongku.blogspot.com ____________________________________________________________________________________ Never miss a thing. Make Yahoo your home page. http://www.yahoo.com/r/hs
