Note: forwarded message attached.


It's only a transition...

Dicky Kurniawan
News Camera Person
NEWS DIVISION
PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV)
Gd. Trans TV 3rd Fl.
Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A
Jakarta Selatan 12790
+628174964705
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
omongkosongku.blogspot.com  

 

       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.
--- Begin Message ---
Tribun Timur Makassar.  - Sabtu, 05-01-2008  
                                
Hati-hati, TV Bikin Otak Bayi Tumpul 
                                Hasil Penelitian
                                  
                                Stasiun TV kerap menawarkan program 
khusus untuk anak dan bayi. TV mengklaim program tersebut bagus 
untuk perkembangan anak dan bayi. 
                                Nyatanya, sejumlah peneliti dari 
dokter spesialis anak menyimpulkan TV sama sekali tak ada gunanya 
bagi bayi.
                                  
                                Bahkan TV menjadi penyebab otak bayi 
tak berkembang dan tumpul. 
                                "Acara khusus televisi dan DVD 
rancangan khusus bagi bayi yang mengklaim dapat meningkatkan 
perkembangan otak secara nyata lebih membawa pengaruh buruk bagi 
perkembangan otak bayi," demikian pernyataan dokter ahli yang dimuat 
dalam majalah kedokteran Jerman, Neu-Isenburg, belum lama ini. 
                                Bayi belajar mengalami gangguan dari 
televisi, kata laporan ilmuwan yang mengacu kepada daya kerja otak 
yang merupakan penelitian Profesor Manfred Spitzer dari Ulm, 
Hamburg, Jerman. 
                                Menurut Spitzer, bayi tak dapat 
memproses rangkaian dari tampilan benda maupun suara dari televisi. 
                                Spitzer mengatakan dalam satu 
penelitian di AS, sekelompok bayi yang memiliki kisaran umur 
sembilan hingga 12 bulan dibacakan cerita dalam bahasa Cina 
sementara sekelompok bayi lainnya mendengarkan cerita yang sama dari 
sebuah televisi. 
                                Bayi-bayi dari kelompok pertama 
dalam waktu dua bulan berselang dapat mengenali suara dalam bahasa 
Cina namun kelompok dua yang melulu hanya mendengarkan dan melihat 
tampilan layar di televisi tidak mempelajari apapun. 
                                Para peneliti otak mengatakan bahwa 
letak televisi yang salah dapat berbahaya apabila seorang dewasa 
membacakan cerita bagi bayinya. 
                                Menurut satu penelitian lainnya yang 
melibatkan 1.000 keluarga yang memiliki bayi dengan kisaran usia 
delapan hingga 16 bulan yang secara berkala dibacakan cerita, maka 
anak-anak tersebut mengenali atau mengetahui jumlah kata delapan 
persen lebih banyak dari rata-rata. 
                                Jumlah perbendaharaan kata anak-anak 
yang banyak melihat acara Baby TV atau DVD yang khusus diperuntukkan 
bagi bayi adalah 20 persen lebih rendah dari jumlah kata yang 
dimiliki anak-anak secara rata-rata. 
                                Video Bayi 
                                Sebuah penelitian juga dilakukan di 
AS, tahun lalu, juga mengungkapkan, rekaman yang dimaksudkan untuk 
merangsang pertumbuhan otak bayi malah justru memperlambat 
perkembangan kosakata pada bayi, jika semua itu digunakan secara 
berlebihan. 
                                Peneliti dari University of 
Washington, Frederick Zimmerman, mengungkapkan, video khusus bayi 
itu justru membuat bayi yang berusia antara delapan bulan hingga 16 
bulan  memahami kata-kata lebih sedikit. 
                                Bayi yang menonton video dan DVD 
bayi selama empat jam per hari rata-rata memahami enam sampai 
delapan kata lebih sedikit dibandingkan dengan bayi yang tidak 
menontonnya. 
                                Bayi yang lebih tua tak terpengaruh 
atau terbantu oleh video itu, kata para peneliti tersebut dalam 
Journal of Pediatrics. 
                                "Fakta paling penting yang datang 
dari studi ini ialah tak ada bukti jelas mengenai manfaat yang 
berasal dan DVD dan video, dan ada petunjuk mengenai keburukannya," 
kata Zimmerman. 
                                Zimmerman dan rekannya melakukan 
wawancara telepon secara acak dengan lebih dari 1.000 keluarga di 
Minnesota dan Washington yang memiliki bayi dan mengajukan 
pertanyaan terperinci mengenai kegiatan menonton video dan televisi. 
                                "Hasilnya mengejutkan kami, tapi 
semuanya masuk akal. Hanya sejumlah jam terbatas saat bayi melek dan 
sadar," kata Andrew Meltzoff, ahli psikologi yang ikut dalam studi 
itu. 
                                "Jika bayi belajar mengenal kata 
lewat DVD dan TV, dan bukan dengan orang yang berbicara dengan cara 
kebapakan atau keibuan, gaya bicaya melodis yang kita gunakan dengan 
anak kecil, bayi tak memperoleh pengalaman linguistik yang sama," 
kata Meltzoff. 
                                Dua penelitian ini sepakat orangtua 
adalah guru pertama dan terbaik bagi bayi. 
                                Bayi secara insting menyesuaikan 
cara bicara, pandangan mata, dan tanda sosial guna mendukung 
ketepatan bahasa. 
                                Menonton TV dan DVD yang menarik 
perhatian mungkin bukan pengganti yang setara bagi interaksi hangat 
sosial manusiawi pada usia ini. 



mediacare
http://www.mediacare.biz

--- End Message ---

Kirim email ke