magsi dah mau pulang ya??awas lo ga bawa oleh2.... magsi On 1/17/08, Ochep <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Lo blon tau khan..? box belakang motor gw sekarang jadi akuarium.... > kalo gitu.. gw minta oleh2 ikan khas daerah sana yaaa... > > > ----- Original Message ----- > *From:* Papa Bravo <[EMAIL PROTECTED]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Thursday, January 17, 2008 10:14 AM > *Subject:* Re: [sma1bks] Fw: Ikan Sapu-Sapu > > Kalo menurut gw, ikan sapu2 tuh indah banget,.. mirip ikan purbakala... > cuman ikannya kurang atraktif... > Btw,.. elo miara ikan sapu2 Tedz? Udah ganti trend ya... dari anak motor > jadi > hobi miara ikan? he..he..he.... > > ----- Original Message ---- > From: Ochep <[EMAIL PROTECTED]> > To: [EMAIL PROTECTED] > Sent: Thursday, January 17, 2008 9:57:17 AM > Subject: [sma1bks] Fw: Ikan Sapu-Sapu > > > > *Ikan Sapu-Sapu* > > > Sudah satu minggu ini ikan sapu-sapuku meninggal dunia. Sejak saat dia > meninggalkan akuariumku, baru tiga hari saja tidak dibersihkan, lumut pasti > akan bermunuculan di akuarium kesayanganku. Aku tidak ada waktu untuk > membersihkan lumut-lumut itu dan juga tidak ada waktu untuk membeli ikan > sapu-sapu yang baru. > > Suatu hari kudapati lumut sudah memenuhi kaca bagian dalam akuariumku. > Aku berpikir, ini tidak bisa dibiarkan. Keindahan ikan-ikan kokiku akan > tersembunyi jika lumut-lumut itu kurelakan tumbuh dengan sehatnya menemani > mereka. > Ikan-ikan sapu-sapu, bisa menjadi solusi untuk membantuku membersihkan > lumut- lumut itu. Sapu-sapu adalah ikan yang makanan utamanya adalah lumut > dalam akuarium atau kolam ikan. > > Di sela-sela sempitnya waktuku, sepulang kerja, kuluangkan waktu untuk > mampir ke toko ikan dekat rumahku. Aku berkeliling mencari ikan hitam yang > tidak menarik dan berkulit kasar itu. Akhirnya kutemukan satu ikan > sapu-sapu > yang tidak begitu suram kulitnya, walaupun tetap tidak indah dipandang > mata > dan tetap saja kulitnya akan kasar. > > "Berapa Pak, harganya?" tanyaku pada si penjual ikan itu. "Tujuh ratus > lima > puluh rupiah, Mbak," jawab si penjual itu. > Segera kusodorkan uang dan setelah itu langsung kutapakkan kakiku menuju > rumah. > Ikan sapu-sapu itu lalu aku cemplungkan ke dalam akuarium. > Dengan sigap dan bagai habis lepas dari kurungan ikan itu langsung > meliuk-liuk. Dan ... betapa senangnya dia menemukan sebuah sisi kaca yang > penuh dengan lumut. Ikan itu langsung menempel di kaca penuh lumut > tersebut. > Tidak peduli dengan ikan-ikan kokiku yang seakan sedang mengerumuni ikan > sapu-sapu itu untuk berkenalan. > Lagi-lagi karena tidak ada waktu, ikan itu memang hanya kucemplungkan dulu > tanpa kubersihkan akuariumnya. > Pikirku weekend nanti pasti aku ada waktu. > > Keesokan harinya, saat akan berangkat ke kantor, kusempatkan menyapa > ikan-ikan kokiku. Wow, pagi ini mereka tampak begitu indah .... Tapi > bukankah memang ikan kokiku itu warnanya indah. Ehhh .... tapi kok lain > ya? > > Warnanya bukan saja indah, tapi begitu bersinar. > Terus kuamati ikan-ikan kokiku dengan sirip mereka yang panjang bagaikan > kain sutera yang berkibar-kibar seolah ditiup angin. Terus > kuperhatikan mereka karena terlalu indah bagiku untuk kutinggalkan. > > Saat pandanganku tertuju di pojok akuariumku, ada seekor ikan hitam yang > tidak bersinar sama sekali. Dia seolah sedang menepi dalam dunianya > sendiri > dan takut untuk bergabung dengan koki-koki indah itu. > > Aku tersadar .... Ya, ikan-ikan kokiku terlihat begitu indah dan bersinar > bukan karena ikan-ikan itu yang berubah, tetapi keadaan di sekitar > > merekalah yang berubah. Lumut-lumut yang membuat kaca akuariumku buram > sudah > lenyap! > Ya, lenyap! Kaca akuariumku kembali bening sehingga ikan-ikan indahku > terlihat semakin indah. Ikan yang tidak menarik yang kubeli kemarin dengan > harga murah itu telah melahap habis lumur-lumut itu. Memang untuk itulah > ikan itu kubeli, tetapi aku tidak tahu akan mendapat ketakjuban yang luar > biasa seperti ini. > > Kupandangi kembali ikan hitam yang sedang menyendiri itu. Dia yang tidak > menarik itu telah membuat sesuatu yang indah untukku pagi ini. Ikan > sapu-sapu sangatlah tidak menarik. Dia tidak punya kelebihan fisik yang > dapat dibanggakan. Harganya pun sangat murah. Tetapi, TUHAN memberikan > kelebihan luar biasa pada dia. Dia dapat membersihkan permukaan kaca yang > begitu kotor menjadi bening kembali. Itulah yang membuat ikan sapu-sapu > begitu dicari-cari oleh siapa saja yang ingin akuarium atau kolam ikannya > terbebas dari lumut. > > Aku ingat diriku. Begitu banyak protesku pada TUHAN karena merasa aku > tidak > memiliki kelebihan dari segala sisi. TUHAN memakai ikan kecil itu untuk > menyadarkan aku, "KU-ciptakan dirimu bukan untuk hal yang tidak berguna. > Kau ada di dunia ini karena kau berarti bagi-KU, untuk melakukan hal-hal > besar bagi-KU!" > Aku masih terpaku di depan akuariumku. Aku masih menatap ikan kecil yang > tidak menarik itu. Aku seperti menatap diriku. Hari ini TUHAN memberikan > aku > pelajaran indah dari seekor ikan. Hari ini, TUHAN tidak ingin aku semakin > tenggelam dalam pencarian arti hidupku di dunia ini. > > Aku berarti bagi-NYA, aku berharga bagi-NYA. Dalam pandangan mata aku > memang > tidak semenarik mereka yang ada di sekelilingku, tetapi ada hal istimewa > yang TUHAN berikan padaku, dan aku yakin itu akan jadi berkat bagi > banyak orang, karena TUHAN yang menganugerahkannya. > Aku beranjak dari depan akuariumku. Jam di tanganku sudah menunjukkan > waktu > untuk segera berangkat ke kantor. Semangatku menapaki hari-hari ke depan > kembali menyala. Kuucapkan syukur untuk semua pelajaran indah ini. > > Terima kasih TUHAN! Terima kasih ikan sapu-sapuku! > > > > ------------------------------ > Never miss a thing. Make Yahoo your > homepage.<http://us.rd.yahoo.com/evt=51438/*http://www.yahoo.com/r/hs> > > >
-- regards, Adji Pratomo KPP Pratama Jakarta Kelapa Gading
