mas Boy, keep going kalau anda mengembalikan ke Quran dan Hadis, tidak ada 
yg memvonis keyakinan anda, meskipun bagi orang lain bisa jadi keyakinan 
anda tidak berarti apa apa.
tulisan bla.. bla.. bla.. dari orang2 barat bisa jadi juga bukan apa apa 
bagi anda, demikian pula sebaliknya Quran dan hadis yg 'everything' buat 
anda, bisa jadi bukan apa apa bagi yg lain. 

 keyakinan itu menuntut sebuah 'definisi' ,karena tanpa definisi anda tidak 
bisa  me running anda punya keyakinan dalam hidup anda, ketika keyakinan 
menjadi berbeda, berbeda pula  definisi2 yg ada didalamnya, apakah Quran itu 
? apakah Hadis itu ? siapa kah muslim itu? siapa nabi muslim itu? siapa 
Muhammad ? siapa Yesus? semuanya jadi  object untuk di definisikan,  semua 
menjadi tidak masalah kalau semua manusia memiliki definisi yang sama, tapi 
itu utopis, karena kenyataannya, manusia hidup diatas definisi yang berbeda,
sebetulnya pembicaraan kita ini ,termasuk postingan tentang nabi muslim itu, 
tidak untuk memaksakan satu definisi kedalam keyakinan kata, tapi hanya 
meminta kita untuk melihat definisi yg diyakini manusia lain, sekali lagi 
hanya melihat, beyond belief, bahwa diluar keyakinan kita ada keyakinan2 
lain, bahwa diluar kebenaran kita, ada kebenaran kebenaran lain...



Ronne Hendrajaya
-----------------------------------------------------------------------
PT KRAKATAU STEEL (www.krakatausteel.com)
Slab Steel Plant 1 Division
Cilegon-Indonesia
Phone   : 0254-371279
Fax       : 0254-371120
Email    : [EMAIL PROTECTED]
Blog      : ronne-hendrajaya.blogspot.com
---------------------------------------------------------------------



-----Original Message-----
From: boy eliza <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Date: Mon, 11 Feb 2008 22:48:42 -0800 (PST)
Subject: Re: [sma1bks] Re: Nabi Muslim Lahir di Bethlehem (Karen Armstrong)

Kalo gue pikir liat konteks aja deh, bro ! Sumpeh ga niat nyinggung siapa2 
nih, just a thought, bukan ga setuju forwardnya, cuma kritik (dalam arti ga 
setuju) aja atas isi tulisan tersebut. Ga nyalahin yang forward juga. 

Kembali ke konteks buat tulisan di diskusi kita
1. Judul udah ga menggambarkan isi, "Nabi Muslim Lahir di Betlehem". Ini 
maksudnya siapa? Nabi Muhammad s.a.w. udah pasti bukan. Nabi Isa bin Maryam 
a.s. bukan juga karena yang di gambarkan Yesus. Pasti beda lah Nabi Isa bin 
Maryam sama Yesus. Gue rasa yg Kristen juga setuju. Lah terus nabi muslim 
ini siapa? Yang jelas nabi muslim itu yg pertama ikrar pake syahadat yg umat 
Islam pake sampai sekarang ya Nabi Muhammad. 
2. Trus menggambarkan sejarah yang ga pernah ada di hadist, pertama soal 
lukisan.

Kalo ini sebuah cara supaya org pada toleransi dalam beragama, jelas udah 
merupakan 'pembodohan' buat Islam. Ga usah bikin sejarah 'bohong' kalo cuma 
sekedar ingin bertoleransi, supaya ga sombong dalam beragama dan alasan lain 
yang dibuat-buat. Ga perlu kita cari cerita 'utopis' yang ga sesuai 
kenyataan. Kalo ga mau sombong ya cukup bersandar pada agama masing2 dengan 
teguh dan menjalankan. Gue yakin ga bakal ada yang bilang agamanya ngajarin 
sombong :P  Kalo hal ini dibaca yg udah tau, mungkin ga masalah. Gimana buat 
orang-orang yg baru belajar? Sedangkan didalam tulisan sama sekali ga 
menjabarkan yang tertera pada judul.

Dan jangan juga mem 'punish' muslim yang hanya mau menggunakan rujukan dari 
Quran dan hadist aja. Bukan kita ga mau baca, cuma semua informasi tadi kita 
balikin lagi ke rujukan dasar kita Al Quran dan hadist. Selain dengan alasan 
ada dasar hukum sunnahnya dari riwayat shahih juga banyak alasan lain yang 
sangat kuat dan banyak salah satunya 'kesalahan' diatas. 
Silakan aja menyajikan karya intelektual tapi semua ke 'intelektual'an 
kembali dibandingkan dengan nilai2 kebenaran di Quran dan hadist. Karena 
pada dasarnya yg kami pegang agama bukan sebagai ilmu semata tapi juga 
pegangan hidup. Sukur2 apa2 yang diomongin bisa ada dipraktekan.
Karen ataupun selain Karen, karena ini sebagai jalan hidup yg kudu di 
pertanggung jawab kan, gue harus nge-balikin penilaian ke Quran dan hadist. 
Dan ga keberatan jika umat Kristiani juga mengembalikan penilaian ke Bible.
Gimana temen2?


kurniawan iswanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
kan ga semua 'barang' baru harus dilalap bos, tergantung kepentingan dan 
interestnya. jaman sekarang, informasi dapat diperoleh dengan mudahnya, dah 
kayak banjir, sehingga diperlukan filter untuk menyaring mana yang sampah 
dan mana yang bukan. terlebih lagi untuk hal yang fundamental, seperti 
masalah agama. bisa jadi tradisi keilmuan bung komar tidak payoyeh sehingga 
mudah untuk bersikap objektif terhadap buku2 sejenis. cuma ane ga kebayang 
aja, jika suatu saat nanti, kita menceritakan tentang sejarah islam dimulai 
dengan kata-kata "menurut karen amstrong, pada suatu malam nabi muhammad 
mengalami peristiwa isra dan mi'raj" daripada  "menurut hadits riwayat ...." 



2008/2/12 komarudin ibnu mikam <[EMAIL PROTECTED]>:

ASYIIIIk....
MANTAP NEH...kalao diterusin bisa 124 sks jurusan pemikiran islam atau 
oksidentalisme.
TOP lah...ini yang gue mau.

Tidak ada bantahan soal Karen Armstrong. Buku-bukunya buat gue termasuk yang 
wajib beli. Buat referens. Ia terkenal objektif. Persoalannya memang ada 
'curigation' dari sejumlah orang kita terhadap karya-karya barat. Karena 
disana, selembut apa pun, ada ideologi yang mendasari. Dan, cenderung anti 
Islam.  Khawatirnya ketika dibaca merasuk dan merusak. 

Hanya, dalam hemat gue, segalanya bisa terjadi baik merusak atau malah 
menguatkan keyakinan (good impact). Persoalannya tradisi ilmu di lingkungan  
kita cenderung payah. Bener, payoyeh! Terkadang, belum apa-apa sudah maen 
punish. Tanpa dilihat secara objektif, mana yang item, mana yang putih. 
Sendal bagus ambil, sendal jepit buang ke laut. Khan mestinya gitu....

Ah, alangkah indahnya...bila ketika mendapatkan informasi baru. Segera 
diskusikan. Diwacanakan menjadi sesuatu yang mampu menjadi intelectual 
discourse. Mematangkan. Mendewasakan. Plus, mencerdaskan. Lebih bagus lagi 
kalau kemudian dibukukan. Sehingga, pas meninggal ada warisannya gitu 
lho....

So, mulai sekarang...gue pikir waktu yang tepat untuk berubah. Menatap masa 
depan yang lebih baik. Mengambil yang terbaik. Dari manapun datangnya. 

ok..salut buat semuanya!




-- 
Kurniawan I
Kanwil DJP Kaltim
www.kurniawan.co.nr 




Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
 

Kirim email ke