Waaahhh...... Subhanallaahh.... Semoga kita bisa lebih banyak belajar... dan menjadi manusia yg lebih baik.. :)
Let's make the world a better place..., smangaattt...!!! Salam hangat, Fitri Sos2 '95 2008/2/14 Rahman, Tiar <[EMAIL PROTECTED]>: > Dari milis sebelah… sangat kontradiktif dengan postingan yang tadi… > > ------------------------------ > > _____ > > Tanpa disadari terkadang sikap apatis menyertai saat langkah kaki > mengarungi > tuk coba taklukkan ibukota negri ini. Semoga kita selalu diingatkan. > > > Sekedar berbagi cerita di forum orang orang super dalam keindahan hari > ini : > > Siang ini February 6, 2008 , tanpa sengaja ,saya bertemu dua manusia > super. Mereka mahluk mahluk kecil , kurus ,kumal berbasuh keringat. > Tepatnya diatas jembatan penyeberangan setia budi , dua sosok kecil > berumur kira kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong > plastik hitam. Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya > tissue diujung jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya > hanya mengangkat tangan lebar lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan > sopannya oleh mereka dengan ucapan "Terima kasih Oom !". Saya masih tak > menyadari kemuliaan mereka dan Cuma mulai membuka sedikit senyum seraya > mengangguk kearah mereka. > > Kaki - kaki kecil mereka menjelajah lajur lain diatas jembatan , menyapa > seorang > laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, > laki laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi lagi > sayup sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka . > Kantong hitam tampat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok disudut > jembatan > tertabrak derai angin Jakarta . Saya melewatinya dengan lirikan kearah > dalam kantong itu , duapertiga terisi tissue putih berbalut plastic > transparan > . > > Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka > tengah > mendapatkan pembeli seorang wanita, senyum diwajah mereka terlihat berkembang > seolah memecah mendung yang sedang manggayut langit Jakarta . > > " Terima kasih ya mbak .semuanya dua ribu lima ratus rupiah!" tukas > mereka , tak lama siwanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah > sepuluh ribu rupiah . > > " Maaf , nggak ada kembaliannya ..ada uang pas nggak mbak ? " mereka > menyodorkan > kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak > yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka > bertiga pada jarak empat meter. > > " Oom boleh tukar uang nggak , receh sepuluh ribuan ?" suaranya mengingatkan > kepada anak lelaki saya yang seusia mereka . sedikit terhenyak saya > merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court > sebesar > empat ribu rupiah . > > " Nggak punya , tukas saya !" lalu tak lama siwanita berkata " ambil saja > kembaliannya > , dik !" sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya kearah ujung > sebelah timur. > > Anak ini terkesiap , ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya > dengan > uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih > tetap berhenti , lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang > empat ribu rupiah tadi. Siwanita kaget , setengah berteriak ia bilang > "sudah buat kamu saja , nggak apa..apa ambil saja !", namun mereka > berkeras > mengembalikan uang tersebut. " maaf mbak , Cuma ada empat ribu , nanti kalau > lewat sini lagi saya kembalikan !" Akhirnya uang itu diterima siwanita karena > sikecil pergi meninggalkannya. > > Tinggallah episode saya dan mereka , uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu > bukan sepenuhnya milik saya . mereka menghampiri saya dan berujar " Om , > bisa tunggu ya , saya kebawah dulu untuk tukar uang ketukang ojek !". > > " eeh .nggak usah ..nggak usah ..biar aja ..nih !" saya kasih uang itu ke > sikecil, > ia menerimanya tapi terus berlari kebawah jembatan menuruni tangga yang > cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek. > > Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya , "Nanti > dulu Om , biar ditukar dulu ..sebentar " > > " Nggak apa apa , itu buat kalian " Lanjut saya > " jangan ..jangan Om , itu uang om sama mbak yang tadi juga " anak itu > bersikeras > > " Sudah ..saya Ikhlas , mbak tadi juga pasti ikhlas ! saya berusaha > membargain, > namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari keujung > jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat , secepat kilat > juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari kearah saya. > > " Ini deh om , kalau kelamaan , maaf .." ia memberi saya delapan pack > tissue > > " Buat apa ?" saya terbengong > " Habis teman saya lama sih Om , maaf , tukar pakai tissue aja dulu " > walau dikembalikan ia tetap menolak . > > Saya tatap wajahnya , perasaan bersalah muncul pada rona mukanya . Saya kalah > set , ia tetap kukuh menutup rapat tas plastic hitam tissuenya . Beberapa > saat saya mematung di sana , sampai sikecil telah kembali dengan genggaman > uang receh sepuluh ribu , dan mengambil tissue dari tangan saya serta > memberikan uang empat ribu rupiah. > > "Terima kasih Om , !"..mereka kembali keujung jembatan sambil sayup sayup > terdengar > percakapan " Duit mbak tadi gimana ..? " suara kecil yang lain menyahut " > lu hafal kan orangnya , kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin ..." > percakapan itu sayup sayup menghilang , saya terhenyak dan kembali kekantor > dengan seribu perasaan. > > Tuhan ..Hari ini saya belajar dari dua manusia super , kekuatan > kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh , mereka berbalut > baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra , mereka tahu hak > mereka dan hak orang lain , mereka berusaha tak meminta minta dengan > berdagang Tissue. Dua anak kecil yang bahkan belum baligh , memiliki > kemuliaan diumur mereka yang begitu belia. > > YOU ARE ONLY AS HONORABLE AS WHAT YOU DO > > Engkau hanya semulia yang kau kerjakan. > > MT > > Saya membandingkan keserakahan kita , yang tak pernah ingin sedikitpun > berkurang > rizki kita meski dalam rizki itu sebetulnya ada milik orang lain . > > "Usia memang tidak menjamin kita menjadi Bijaksana , kitalah yang memilih > untuk menjadi bijaksana atau tidak" > > Semoga pengalaman nyata ini mampu menggugah saya dan teman lainnya untuk > lebih > SUPER. > > > > Aryadi N SM 0304 > QHSE Manager I BHM Corp I 0817 149369 I Oil and Gas > > The light in the eyes has dimmed, > The smile at the corner of the mouth has been extinguished. > But the day isn't dark, > People go by in the streets, laughing merrily. > > Lets make Jakarta better > > email :[EMAIL PROTECTED] > > > . > > > CONFIDENTIALITY NOTICE > The information in this email may be confidential and/or privileged. > This email is intended to be reviewed by only the addressee(s) named > above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified > that any review, dissemination, copying, use or storage of this email > and its attachments, if any, or the information contained herein is > prohibited. If you have received this email in error, please > immediately notify the sender by return email and delete this email > from your system. Thank you. > > >
