setuju... disini lah kekurangan bangsa indonesia, terlalu bangga dengan budayanya tapi tidak bisa mengikuti perkembangan jaman... teknologi? wah, kita sudah sangat ketinggalan hampir semua teknologi nyang ada disini adalah teknologi orang negara ini kaya, potensi alamnya luar biasa, penduduk yg bakal jadi marketnya juga sangat banyak, tapi itu semua akhirnya dinikmati oleh orang asing, dan kita hanya mendapat sisa-sisanya saja negara ini kaya minyak, emas, dll, tapi tidak bisa mengelolanya...jadilah perusahaan2 sekelas exxon, freeport, dll yg kesenengan penjualan motor disini tercatat sebagai yg terbesar ketiga didunia... tapi hampir semua adalah motor jepang astra jadi salah satu perusahaan pembayar pajak terbesar.. tapi "setoran" astra kepada jepun jauh lebih besar dari pajak yg dibayar di indonesia kita memang baru belajar untuk mengenal huruf, sementara negara-negara lain sudah mahir dalam menulis indah
On 3/5/08, evida kartini <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > buat saya sih ini terlalu sempit statemennya... > ngapain juga kapitalis seperti jepun kudu begitu > lah komoditi tekhnologi mereka kita yang cari koq > ngapain juga susah-susah lewat budaya > perasaan udah kayak jaman wali songo aja > yang manfaatin budaya hindu buat masuknya islam > ini kan masalah modal/kapital yang berperan.... > > > > *komarudin ibnu mikam <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: > > > > so, semua penetrasi budaya ujungnya adalah penetrasi produk dan hasil > teknologi..... > > > > tapi, buat yang gelisah....maafin gue yah sayang............ > gue ngingetin karena gue sayang..... > > komar, yang seneng kalo dianggap abang > > > ------------------------------ > Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! > Search.<http://us.rd.yahoo.com/evt=51734/*http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping> > > > -- OpiK http://taufiek.wordpress.com
