Trip to Central Java 6/4/08
Akhirnya kesampaian juga jalan-jalan ke daerah jawa tengah lagi. Terakhir kali kayaknya waktu aku masih esde dan masih ada saudara di pekalongan. Pencetusnya, kebetulan ada temen (eh sekarang jadi bos ku: Matsaid BR) yang nikah di slawi... tapi karena akadnya aja habis maghrib maka kita niatkan trip ini untuk wisata kuliner dan jalan-jalan saja, ke penganten hanya mampir... pokoknya pas AKAD, kita harus ada di sana. TITIK, kalo sebelum akad mah ga seru. Kita berlima, P Didy, Bims, Aku, Atong dan Bams, bolehlah disebut pandawa lima. Jadilah begini skenarionya: Puntadewa (Didy), Bima (Bims), Arjuna (Tiar), Nakula-Sadewa (Bams, Atong). Sebetulnya aku lebih memilih jadi Bima, karena badanku besar. Tapi karena sudah ada yang namanya Bima, maka aku jadi Arjuna aja deh, kebetulan juga wajahku sangat mendukung (Halaah...). Perjalanan cikampek-tegal ditempuh hanya dengan 4 jam, jam 8 berangkat jam 12 dah sampe deh... Dan berikut laporan perjalanannya. 1. Mengunjungi mertua p Dwi di rumah sakit kardinah. Sekalian sholat dzhuhur. Beliau terkena tetanus, Alhamdulillah bisa disembuhkan. Insya Allah rabu ini akan keluar dari rumah sakit. 2. Makan Sauto (Soto) Tegal SEDAP MALAM. Padahal sepanjang jalan banyak sekali warung soto sedap malam, tapi yang asli hanya satu katanya. Cabang-cabang ini dibuat karena menjelang liburan lebaran warung selalu penuh, sehingga dibuatlah warung yang dijaga oleh anak-kerabatnya. Semboyannya WASGITEL alias Wangi, Panas, Sepet, Legi, Kenthel. Sauto Tegal ini memakai racikan tauco disajikan dalam mangkuk kecil. Kecil banget mangkuknya, tapi isinya sampe munjung. Harus punya keahlian sendiri agar sambal dan tauco bisa diaduk merata. Pilihan sauto ada Sauto Ayam, Sauto Babat atau Sauto Daging, dicampur dengan nasi atau ketupat. Selain itu ada tambahan tulang ayam goreng, ada-ada aja deh.. tapi kriuk pisan euy. Untuk kerupuk ada kerupuk kulit dan juga kerupuk tahu. Yang suka boleh tambah paru goreng. Licin tandas pokoknya. 3. Beli dan makan tahu MURNI. Sudah disertifikasi depkes lho. Tahunya sangat lembut, coba terigunya ditambah tumbukan ikan... pasti lebih nendang. 4. Mengantarkan anak yang 2 tahun tidak pulang ke rumah orang tuanya. Bams. Wah rumahnya luas banget, dan desainnya juga unik. Kalo Bima bilang kolosal, maksutnya jadul... sebab film Brama Kumbara kan kolosal tuh... habis deh dia diceramahi arti kolosal. Ada rumah tua yang dibangun sejak 1932. Ada TPQ-nya juga, yang menarik anak-anak disini tidak dipungut biaya. Bapaknya Mas Bams ini kebetulan guru kesenian, so.. karya lukisnya bertebaran menghiasi seantero rumah. 5. Makan Sate Tegal. Masih di rumah Bams juga. Ternyata selain sauto sedap malam, Sate Barokah juga sangat terkenal dan banyak di Tegal. Yang enak sih katanya yang no 5. Kita disuguhin yang no 5 ini. Tapi karena agak mingin, p Didy sempet manasin satenya pake lilin. Dari sini kita memutuskan apa mau ke pekalongan dulu or guci saja. Karena perjalanan ke tegal 2 jam lagi, maka kita putuskan ke Guci saja, dan bapaknya p Bams ikut sebagai penunjuk jalan. Dan kebetulan juga bapaknya ini ada hubungan guru dan hubungan keluarga juga dengan si penganten. 6. Kanvas rem habis... wah daripada tidak safety, kita betulin dulu deh... habis satu setengah jam sendiri ini. Tapi ga cocok juga, terpaksa digerinda dulu deh... yang kiri malah ga diganti, karena rodanya ga bisa dibuja. Kuncinya malah kalah. 7. Isi bensin lagi di POM-nya Titik Sandora, setelah itu jalan lagi... di sebelah kanan ternyata ada pompa bensin milik janda kembang kata si Bapak... wah pade ribut deh se-mobil cari informasi. Ada yang mau daftar ga? 8. Naik-naik ke puncak Gunung... ya Guci memang obyek wisata di aatas gunung... tempat pemandian air panas alam yang asyik. P Didy coba ke gerojokan yang besar, tapi cuma tahan 3 detik, ternyata air di sekeliling gerojokan dingin luar biasa... pantesan orang-orang tidak berani ke situ. Akhirnya kita mandi di pool air panas, panas asyik... hangat-hangat aja. Tidak seperti di ciater yang panas banget. Mandi di sini sangat menyegarkan badan. Tapi habis mandi malah jadi ngantuk. Setelah sholat maghrib kita turun, ke rumah yang punya acara. 9. Lebak siu 19.30, ternyata kita ga ketinggalan akad... wong baru baca Quran kok... sambil menunggu kita makan martabak telor, asyik banget deh. Akadnya lancar dan langsung diterima. Mas kawin 22.6 gram emas diserahkan. Anak-anak di depan riuh rendah menimpali sesi belah ayam dan photo-photo. Setelah photo dengan mempelai kita pamit, tapi kemudian disuruh mampir dulu ke rumah mempelai pria. Salam dengan ibunya, photo lagi dan kemudian pamit. 10. Mengantarkan bapaknya mas Bams, ke rumahnya. Dan pulang.... 11. Eh mampir dulu ke brebes deng, beli oleh-oleh telur asin, poci tanah liat dan lain-lain. Enak lho telur asinnya. Mantabs. 12. Setelah lewat tol Cirebon driver Bima yang sudah lelah dan ngantuk, diganti oleh Didy schumacher, dengan Co-driver tetap Mr Bams. Balapan yang menempuh jalur lurus ini seru sekali. Didy Schumacher yang mengendarai kijang, harus bersaing ketat dengan DMI, SSM dan Dedy jaya dengan mobil Mercedes. Bikin sport jantung aja nih. 13. Sampai cikampek malah macet, akhirnya kita ambil jalur memutar dan melawan arus dari depan sampai tol cikampek. Akhirnya sampe juga di kantor jam 2.30 pagi. Semua bawaan dibongkar, dan aku harus nerus untuk ngerjain report mingguan sampe jam 5 pagi. Capek bangetss. Sampai jumpa dengan laporan perjalanan dan kuliner selanjutnya. Have a nice dream, Your cute pilot Tiar Rahman CONFIDENTIALITY NOTICE The information in this email may be confidential and/or privileged. This email is intended to be reviewed by only the addressee(s) named above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any review, dissemination, copying, use or storage of this email and its attachments, if any, or the information contained herein is prohibited. If you have received this email in error, please immediately notify the sender by return email and delete this email from your system. Thank you.
