----- Forwarded Message ----
From: mohamad ayatulloh <[EMAIL PROTECTED]>
To: smu 1 <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, April 22, 2008 8:50:34
Subject: [planetsatu] Ndeso
"NDESO"
oleh: Ika S. Creech
Deso (baca ndeso) itulah
sebutan untuk orang yang norak, kampungan, udik, shock culture, countrified dan
sejenisnya. Ketika mengalami atau merasakan sesuatu yang baru dan sangat
mengagumkan, maka ia merasa takjub dan sangat senang, sehingga ingin terus
menikmati dan tidak ingin lepas, kalau perlu yang lebih dari itu. Kemudian ia
menganggap hanya dia atau hanya segelintir orang yang baru merasakan dan
mengalaminya. Maka ia mulai atraktif, memamerkan dan sekaligus mengajak orang
lain untuk turut merasakan dan menikmatinya, dengan harapan orang yang diajak
juga sama terkagum-kagum sama seperti dia.
Lebih dari itu ia berharap agar orang lain juga mendukung
terhadap langkah-langkah untuk menikmatinya terus-menerus. Hal ini biasa,
seperti saya juga sering mengalami hal demikian, tetapi kita terus berupaya
untuk terus belajar dari sejarah, pengalaman orang lain, serta belajar
bagaimana
caranya tidak jadi orang norak, kampungan alias deso.
Semua kampus di Jepang penuh dengan sepeda, tak terkecuali
dekan atau bahkan Rektorpun ada yang naik sepeda datang ke kampus. Sementara si
Pemilik perusahaan Honda tinggal di sebuah apartemen yang sederhana. Ketika
beberapa pengusaha ingin memberi pinjaman kepada pemerintah Indonesia mereka
menjemput pejabat
Indonesia di Narita. Dari Tokyo naik kendaraan umum, sementara yang akan
dijemput, pejabat Indonesia naik mobil dinas Kedutaan
yaitu mercy.
Ketika saya di Australia
berkesempatan melihat sebuah acara seremoni dari jarak yang sangat dekat,
dihadiri oleh pejabat setingkat menteri, saya tertarik mengamati pada mobil
yang
mereka pakai merk Holden baru yang paling murah untuk ukuran Australia. Yang
menarik, para pengawalnya tidak terlihat karena tidak berbeda penampilannya
dengan tamu-tamu, kalau tidak jeli mengamati kita tidak tahu mana pengawalnya.
Di Sidney saya berkenalan dengan seorang
pelayan restoran Thailand . Dia seorang warga negara
Malaysia keturunan Cina, sudah
selesai S3, sekarang lagi mengikuti program Post Doc. Dia anak serorang
pengusaha yang kaya raya. Tidak mau menggunakan fasilitas orang tuanya malah
jadi pelayan. Dia juga sebenarnya dapat beasiswa dari perguruan
tingginya.
Satu bulan saya di Jepang tidak
melihat orang pakai HP Communicator, mungkin kelemahan saya mengamati. Dan
setelah saya baca koran ternyata konsumen terbesar HP communicator adalah
Indonesia . Sempat berkenalan juga
dengan seorang yang berada di stasiun kereta di Jepang, ternyata dia anak
seorang pejabat tinggi negara, juga naik kereta. Yang tak kalah serunya saya
juga jadi pengamat berbagai jenis sepatu yang di pakai masyarakat Jepang
ternyata tak bermerek, wah ini yang deso siapa yaa?
Sulit membedakan tingkat ekonomi seseorang baik di Jepang atau
di Australia , baik dari penampilannya,
bajunya, kendaraannya, atau rumahnya. Kita baru bisa menebak kekayaan seseorang
kalau sudah tahu pekerjaan dan jabatannya di perusahaan. Jangan-jangan kalau
orang Jepang diajak ke Pondok Indah bisa pingsan melihat rumah segitu gede dan
mewahnya. Rata-rata rumah di sana memiliki tinggi plafon yang bisa dijambak
dengan tangan hanya dengan melompat. Sehingga duduknyapun banyak yang
lesehan.
Sampai akhir hayatnya Rasulullah
tidak membuat istana Negara dan Benteng Pertahanan (khandaq hanyalah strategi
sesaat, untuk perang ahzab saja), padahal Rasulullah sudah sangat mengenal
kemewahan istana raja-raja negara sekelilingnya, karena beliau punya pengalaman
berdagang. Ternyata beliau tidak menjadi silau terus ikut-ikutan latah ingin
seperti orang-orang. Lalu dimana aktivitas kenegaraan dilakukan? Mengingat
beliau sebagai kepala negara. Jawabannya ya di masjid.
Beliau punya banyak jalan yang legal untuk bisa membangun
istana. Di Mekkah nikah dengan janda kaya, di Madinah jadi kepala negara, punya
hak prerogatif dalam mengatur harta rampasan perang dan ada jatah dari Allah
untuk dipergunakan sekehendak beliau, belum hadiah dari raja-raja. Tetapi
mengapa beliau sering kelaparan, ganjal perut dengan batu, puasa sunnah niatnya
siang hari, shalat sambil duduk menahan perih perut dan seterusnya?
Ketika Indonesia sedang terpuruk, hutang
lagi numpuk, rakyat banyak yang mulai ngamuk, negara sedang kere, banyak yang
antri beras, minyak tanah, minyak goreng dll. Maka harga diri kita tidak bisa
diangkat dengan medali emas turnamen olah raga, sewa pemain asing, banyak
seremonial yang gonta-ganti baju seragam, baju dinas, merek mobil, proyek
mercusuar, dll, dsb, dst.
Bangsa ini akan
naik harga dirinya kalo utang sudah lunas, kelaparan tidak ada lagi, tidak ada
pengamen dan pengemis, tidak ada lagi WTS (Wanita Tidak Sholat, di Malaysia
"Wanita Tak Senonoh") ,
angka kriminal rendah, korupsi berkurang, punya posisi tawar terhadap kekuatan
global. Maka orang Deso (alias norak) tidak mampu mengatasi krisis karena tidak
bisa menjadikan krisis sebagai paradigma dalam menyusun APBD dan APBN. Nah,
karena yang menyusun orang-orang norak maka asumsi dan paradigma yang dipakai
adalah negara normal atau bahkan mengikut negara maju.
Bayangkan ada daerah yang menganggarkan sepak bola 17 milyar
sementara anggaran kesra-nya 100 juta, wiiieh!
Akhirnya penyakit norak ini menjadi wabah yang sangat
mengerikan dari atas sampai bawah :
- Orang
bisa antri raskin sambil pegang HP
- Pelajar
bisa nunggak SPP sambil merokok
-
Orang tua lupa siapkan SPP, karena terpakai untuk beli tv dan
kulkas
- Orang bule mabuk krn kelebihan uang, orang kampung mabuk
beli minuman patungan
- Pengemis bisa pake
walkman sambil goyang kepala
- Para pengungsi bisa berjoged dalam
tendanya
- Orang beli gelar akademis di
ruko-ruko tanpa kuliah
- Ijazah S3 luar negeri
bisa di beli sebuah rumah petakan gang sempit di Cibubur
- Kelihatannya orang sibuk ternyata masih sering keluar masuk
McDonald
- Kelihatannya orang penting,
ternyata sangat tahu detail dunia persepakbolaan.
- Kelihatan seperti aktivis tapi habis waktu untuk mencetin
HP
- 62 tahun merdeka, lomba-lombanya masih
makan kerupuk saja
- Agar rakyat tidak
kelaparan maka para pejabatnya dansa dansi di acara tembang kenangan.
- Agar kampanye menang harus berani sewa
bokong-bokong bahenol ngebor
- Agar masyarakat
cerdas maka sajikan lagu goyang dombret dan wakuncar
- Agar bisa disebut terbuka maka harus bisa
buka-bukaan
- Agar kelihatan inklusif maka hrs
bisa menggandeng siapa saja, kalo perlu jin Tomang jg
digandeng
Yang lebih mengerikan lagi adalah
supaya kita tidak terlihat kere, maka harus bisa tampil keren. Makin kiamatlah
kalo si kere tidak tahu dirinya kere.
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try
it now.
<!--
#ygrp-mkp{
border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;}
#ygrp-mkp hr{
border:1px solid #d8d8d8;}
#ygrp-mkp #hd{
color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;}
#ygrp-mkp #ads{
margin-bottom:10px;}
#ygrp-mkp .ad{
padding:0 0;}
#ygrp-mkp .ad a{
color:#0000ff;text-decoration:none;}
-->
<!--
#ygrp-sponsor #ygrp-lc{
font-family:Arial;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
margin-bottom:10px;padding:0 0;}
-->
<!--
#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean,
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean,
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}
#ygrp-reco {
margin-bottom:20px;padding:0px;}
#ygrp-reco #reco-head {
font-weight:bold;color:#ff7900;}
#reco-grpname{
font-weight:bold;margin-top:10px;}
#reco-category{
font-size:77%;}
#reco-desc{
font-size:77%;}
#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a{
text-decoration:none;}
#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc{
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o{font-size:0;}
.MsoNormal{
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq{margin:4;}
-->
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com