punten sadayana, ikutan ngasi komentar dikit...


Koran SINDO, Senin, 14 April 2008. 
        BEKASI(SINDO) – Pemkot Bekasi bakal memberlakukan jam malam bagi 
seluruh pelajar tingkat SD–SMA.
   Kebijakan ini dinilai mampu meningkatkan kualitas pendidikan. Wali Kota 
Bekasi Mochtar Mohamad mengatakan,kebijakan memberlakukan jam malam ini 
dinamakan Pemberlakuan Jam Belajar di Lingkungan Keluarga.Pada saat 
pemberlakuanjammalam, seluruh pelajar di kota ini diwajibkan belajar di rumah 
masing-masing mulai pukul 19.00-21.00 WIB.
   Untuk memantapkan kebijakan ini, Mochtar segera memanggil dinas 
terkait.“Dari hari apa hingga hari apa masih kami kaji, tapi yang jelas 
mereka wajib belajar pada jam yang telah ditentukan,” ujar Mochtar,kemarin. 
Menurut Mochtar, pemberlakuan jam belajar ini rencananya dilaksanakan pada 2 
Mei mendatang, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. 
   ”Kebijakan ini kami akan perkuat dengan surat keputusan wali 
kota,”tegasnya. Dia mengakui, pemberlakuan jam belajar ini sangat wajar 
dilakukan karena sebelumnya pemkot telah mengeluarkan kebijakan menggratiskan 
biaya pendidikan di tingkat SD,SMP dan SMA negeri.
   “Kalau sekolah sudah gratis, tentunya mereka harus giat belajar sebagai 
timbal balik yang kami lakukan,”katanya. Mochtar menjelaskan, bila 
pemberlakuan jam belajar ini telah berjalan, tidak ada alasan bagi pelajar Kota 
Bekasi untuk ke luar rumah.Bila ini dilanggar, mereka akan mendapatkan sanksi 
berat. 
   Salah satunya adalah memindahkanmerekake sekolah swasta jika pelajar yang 
bersangkutan berada di sekolah negeri.“Selain ke sekolah,kebijakan ini bakal 
disosialisasikan kepada camat, lurah, ketua RW dan RT,”ucapnya. Untuk 
memonitoring pelaksanaan program itu,pihaknya akan mengerahkan petugas Satpol 
PP untuk menggelar razia di beberapa lokasi termasuk pusat perbelanjaan dan 
keramaian. 
   Ketua Komisi D DPRD Kota Bekasi Zubaidi Asnan mendukung kebijakan 
pemberlakuan jam wajib belajar bagi pelajar.Menurut dia, dengan kebijakan ini 
diharapkan membantu kualitas pendidikan di kota ini. “Kami sangat mendukung, 
bila perlu Wali Kota harus membuat payung hukum agar kebijakan ini berjalan 
efektif,”ucapnya. 
   Di tempat terpisah,Pemkot Bogor tidak memiliki rencana memberlakukan jam 
malam terhadap pelajar. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Bambang Gunawan 
Suganda menegaskan,kebijakan Pemkot Bekasi menerapkan kewajiban tidak ke luar 
malam terhadap siswa tidak akan diikuti. “Pemkot Bogor cukup dengan 
menjalankan peraturan di sekolah masing-masing dan meningkatkan kesadaran 
siswa.” jelas Bambang. (wahab firmansyah/ haryudi)
 
 
 well... kayaknya bapak-bapak pejabat kita ini lama2 emang kurang kerjaan ya. 
 
 Apa mreka nggak berempati, memikirkan jika mereka yg berada di posisi para 
pelajar yg dipaksa belajar pada jam-jam tertentu ini?
 Yang bener aja Pak... 
 
 Udah sekolah seharian dari pagi sampe sore, PR bejibun, standar kelulusan yg 
tinggi dan Jakarta-sentris -> Jakarta jadi patokan, padahal diberlakukanb 
seluruh Indonesia (tapi berbanding terbalik dengan fasilitas yang disediakan 
pemerintah), ini lagi.. harus dipaksa pada jam-jam tertentu...
 Pake petugas Satpol PP sgala disuruh patroli. bener2 kurang kerjaan...
 Mau jadi apa bangsa ini, kalau untuk belajar saja, para pelajar harus ditodong 
oleh SATPOL PP ? untuk sesuatu yang HARUSnya berupa kesadaran pribadi aja harus 
dengan tindakan paksaan.
 Orang tua yg ngasih makan aja, klo nyuruh anak nya blajar blum tentu si anak 
nurut. apalagi ini SATPOL PP? yang ada plajarnya nyletuk: "siapa elo, PAK?"
 
 
 Jujur, saya sangat prihatin melihat anak sekolah jaman sekarang. Mereka sudah 
dipaksa begitu berat dan tingkat stress nya sangat tinggi untuk ukuran umur 
segitu. Standar yg tinggi& jika tidak terpenuhi, tak hanya rasa malu yang harus 
ditanggung. Tapi juga masa depan yang terhambat (kalau tidak lulus UN), hanya 
karena proses belajar selama bertahun-tahun... ditentunkan hanya dalam beberapa 
hari Ujian Nasional. Kasihan!
 
 
 Bagaimanapun, pendidikan harus tetap memberikan ruang kenyamanan bagi para 
pelaksananya. Khususnya pelajar, yang jiwa-jiwa nya masih banyak memikirkan 
'senang-senang'. Biarpun mereka punya kewajiban untuk belajar, tapi jangan 
lupa, mereka juga punya HAK untuk BERMAIN dan menikmati dunianya. 
 Belum lagi bagi yang hobi mengikuti ekstrakurikuler dan kegiatan non-akademis 
lainnya. Harus kita dukung. Bukankah begitu?
 
 Jadi inget jaman dulu, saya termasuk yg punya prinsip
 "Sekolah jangan sampai mengganggu kegiatan ekskul!"
 Nah lo... suka2 dong.. pilihan, kan..??
 
 
   www.firafira.multiply.com
www.imajinasi-ku.blogspot.com

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke