Mungkin ini bentuk sindiran atas ketidakmampuan masyarakat dan menurunnya daya beli kala BBM naik....Pake minyak mahal, pake gas takut meleduk, pake kayu disangka illegal logging, jadi ya pake sampah plastik aja... Lagian, tiap ada yang dibakar emang meninggalkan racun tertentu khan??
It's only a transition... Dicky Kurniawan News Camera Person NEWS DIVISION PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV) Gd. Trans TV 3rd Fl. Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A Jakarta Selatan 12790 +628174964705 [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] omongkosongku.blogspot.com answerlieswithin.multiply.com ----- Original Message ---- From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Monday, May 19, 2008 8:58:37 AM Subject: RE: [sma1bks] briket plastik Betul Pak Taufik, Saya juga sempet heran kok limbah plastik dipakai untuk pengganti bahan bakar. Apakah mereka tidak tahu efek dari plastik terhadap makanan yang dimasak dengan menggunakan briket ini. with best regards Vanda ________________________________ From:[EMAIL PROTECTED] .com [mailto: [EMAIL PROTECTED] .com ] On Behalf Of Taura Sent: Sunday, 18 May, 2008 10:51 PM To: [EMAIL PROTECTED] .com Subject: [sma1bks] briket plastik Sabtu pagi kamarin, sekitar setangah 6 saya lihat tayangan di Metro TV sisa SMAN 1 Bekasi memenangi lomba kreativitas (?) dengan karyanya berupa briket p[lastik dan kompornya yan terbuat dari kaleng-kaleng bekas. Sehabis berita, ternyata ada wawamcara khusus dengan siswa dan guru pembimbingnya (Pak Toto). Dalam dialog tersebut Siswa bilang bahwa yang punya ide sebenarnya guru pembimbingnya tersebut. Dalam wawancara itupun pak Toto lebih doiminan bicara dan memperagakan metoda kerja dari karya siswa tersebut. Ide membuat briket plastik untuk dibakar sebagai pengganti minyak tanah, sayangnya menurut saya ide yang SANGAT berbahaya. Sampah plastik sangat tidak dianjurkan untuk dibakar karena potensi mengandung dioksin yang berbahaya bagi kesehatan manusia ! Segera saja saya sms beberapa teman di Bekasi, termasuk dua orang guru SMA N 1 Bekasi yang saya punya nomornya, dan seorang staf di Pemda, karena lomba tersebut diadakan oleh Pemda. Saya bilang agar karya tersebut jangan disosialiasikan kepada masyarakat karena berbahaya ! Belum saya "send" sms, seorang teman, dosen dari Teknik Lingkungan ITB, mengirim sms pada saya dan menyampaikan keheranannya bahwa karya tersebut menjadi pemenang dan bahkan diliputi khusus oleh Metro TV ! Dia sangat menyayangkan hal yang berbahaya tersebut. http://taufikurahma n.wordpress. com
