Kamis 24 Apr, 09:39 AM (Terjemahan dari tulisan di bawah, mohon maaf bila
ada kekurangan)

Bismillahirrahmanirrahiim

As-Salaamu Alaikum wa-Rahmatullahi wa-Barakaatuh, 

Pertama-tama, saya berdo'a semoga surat ini sampai kepadamu, saya berdo'a
ketika surat ini sampai, kamu dalam puncak keimanan dan keyakinan.

Saya mendapatkan begitu sulit untuk menulis surat ini, karena saya tidak
tahu harus memulai dari mana. Tidak banyak yang dapat dikatakan dalam waktu
yang singkat dan sulit ini, jadi maafkan saya kalau isi surat ini
acak-acakan. 

Saya ingin memulai dengan mengatakan bahwa menikahimu adalah suatu keputusan
yang paling baik yang pernah saya buat di dunia ini.

Banyak yang telah terjadi di tahun-tahun belakangan ini, dan setelah saya
ditangkap banyak rencana kita yang berantakan gara-gara orang-orang kafir
(semoga laknat Allah atas mereka). Tapi Allah berfirman, 'mereka berkomplot
dan membuat rencana, tapi Allah sebaik-baik pembuat rencana'. Mungkin
penangkapan saya adalah yang terbaik untuk kita berdua dan juga untuk
anak-anak kita, untuk meneguhkan keimanan kita, kembali kepada Tuhan kita
dalam do'a yang dalam dan mengingatkan kita bahwa dunia ini bukanlah
apa-apa. 

Sekarang saya dalam posisi yang tidak tahu kapan akan berjumpa denganmu
lagi. Sebenarnya ada kemungkinan saya tidak melihatmu lagi, jika si kuffar
menambahkan hukumannya kepadaku. Tetapi jangan sedih. Kita terima apa yang
Allah telah putuskan untuk kita, takdir buruk dan takdir baik. 

Jika saya mati hari ini, apa yang kamu lakukan ? Kamu harus lanjutkan
hidupmu. Hanya Allah tempat kita bergantung dan meminta. Jadi ada atau tidak
ada saya, Allah akan tetapi menghidupi dan menjaga kita. Allah saja sudah
cukup bagi kita, dan Dia adalah sebaik-baik Yang Mengurus.

Di hari berbangkit, kamu akan terpisah dariku dan anak-anakmu, karenia
setiap orang pada hari tersebut sibuk dengan urusannya masing-masing. Kamu
harus fokus mempersiapkan diri untuk hari tersebut dan lebih mementingkannya
dari urusan apapun, karena hari tersebut bisa saja besok, minggu depan atau
dalam beberapa bulan lagi

Lanjutkan mendalami agama, khusyu dalam sholat dan do'a, jadilah dirimu
berbeda dari orang-orang kafir (meski hanya dengan cara berpakaianmu),
lakukan da'wah, bekerja untuk menguatkan agama Allah dan hafalkanlah al
Qur'an. Selalu berada ditengah teman-teman yang baik (teman-teman yang patuh
kepada Allah dan suaminya) dan beradalah dalam jama'ah yang mengikuti sunnah
Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Ingatlah syaitan selalu menggoda.

Investasi terbaik yang kita punya di dunia ini adalah anak-anak kita. Ajari
mereka membaca Qur'an dan ajarkan mereka mana halal mana haram. Kamu dan
saya insyaallah akan mendapatkan pahala dari setiap perbuatan baik mereka,
meski kita sudah tiada. Dan yakinkan mereka selalu makan makanan yang halal.
Periksa setiap lable dan produk. Anak yang dibesarkan dengan makanan haram
akan  menjadi penentang Allah, bahkan dirimu.

Istriku yang tercinta, bagiku hari ini kamu adalah wanita yang paling cantik
di dunia, tidak saja dengan penampilanmu tapi juga akhlakmu. Saya
benar-benar yakin, kamu adalah teman, istri, sahabat dan rekan terbaikku.
Kamu bagai permata yang berharga yang tak tergantikan. Kamu isnyaallah
seperti yang diutarakan ayat berikut:

'..sebab itu wanita yang sholeh adalah yang yang taat kepada Allah lagi
memelihara diri ketika suaminya tidak ada...'(Surah An Nisa:34)

Kamu tulus, terhormat, mulia, cantik dan penuh kharisma. Kamu selalu patuh
padaku, memenuhi hak-hakku dan menjaga kesucianmu dan hartaku. Ketika saya
memandangmu, itu membawa kebahagian, nabi Muhammad SAW bersabda:

'Sebaik-baik wanita adalah yang membuatmu bahagia ketika memandangnya, yang
patuh padamu, dan menjaga kesuciannya dan dan hartamu ketika kamu tidak ada'
(Tabaraani)

Saya menikmati waktu-waktu bersamamu, entah duduk bersama, atau minum teh,
makan dengan keluarga, makan di restoran favorit kita, diskusi tettang
da'wah, menyanyikan nashid, baca qur'an, ngobrol-ngobrol, atau bawa
anak-anak ke taman. Bahkan kadang-kadang, saya menikmati angin yang menerpa
ketika kamu bangun dari duduk ! Saya rindu segalanya tentang kamu, senyummu,
tingkah laku, kecantikan, kehangatan, masakan, cara berpakaian, dan
ketelitian.

Tolong maafkan saya setiap kali menyakiti atau berlaku kasar. Seringkali
kamu stress terutama karena banyaknya tagihan yang tertunda
berminggu-minggu. Benar-benar menghancurkan saya melihatmu dalam keadaan
tertekan bahkan saya merasa tidak mampu, karena itu semua tanggung jawab
saya untuk membayar tagihan, berbelanja dan membuat mu merasa aman.
Kadang-kadang saya merasa sebagai seorang suami yang gagal, tapi saya yakin
kamu sadar kehidupan yang saya jalani sebagai seorang da'i bukanlah hal yang
ringan. Kamu tahu priritas saya adalah untuk Allah dan agamaNya, khususnya
pada masa krisis sekarang ini, ketika shariat tidak ditegakan, tidak ada
Ammirul Mukminin, dan negeri kaum muslimin dalam penjajahan. Saya percaya
karena selama ini kamu sabar, dan membantu saya dalam memenuhi tugas-tugas,
Allah selalu membantu memberikan jalan keluar. Dan ketika saya sibuk dengan
urusan dunia dan melupakan tugas saya untuk amar ma'ruf nahi munkar, adalah
waktu-waktu kita berdebat hebat. Nabi muhammad SAW bersabda : 'setiap wanita
yang meninggal dunia dan suaminya bahagia bersamanya maka dia akan masuk
syurga' (Ahmad)

Saya ingin kamu tahu, saya sangat bahagia bersamamu, dan saya berdo'a agar
Allah menempatkanmu di syrga Firdaus, insyaallah.  Tidak banyak wanita yang
mampu membuat suaminya bahagia, tapi kamu bisa. Kamu punya kesempatan emas
untuk memasuki syurga yang paling tinggi. Kamu menikah dengan lelaki yang
dipenjarakan oleh orang-orang kuffar karena agamanya, dan kamu tetap teguh
dan sabar, kamu akan mendapat balasan yang setimpal di akhirat nanti,
isnyaallah.

Saya punya kesempatan untuk mempertahankan syahadat (jika saya mati di dalam
sel) dan saya ingin berbagi kenikmatan syahid, jika Allah menerima saya. Di
syurga kita akan memiliki rumah yang selalu kita impikan. Pangeran mana,
raja mana atau selebriti mana yang memiliki istana yang tinggi dan lebarnya
60 mil, batu batanya terbuat dari mutiara ? Raja mana yang punya pembantu
80000 orang ? Bisa nggak Kamu membayangkannya ? Nggak perlu masak, nyuci
atau nyetrika. Setelah tahu itu semua, bagaimana seorang istri meratapi
suaminya yang sedang dipenjara atau berjihad ? Wanita yang seperti itu
sangat bodoh. 

Rasullullah SAW bersabda bahwa tidak ada halangan antara orang yang dizalimi
(tetapi bergantung kepadaNya) dengan Nya.

Mudah-mudahan Allah menyatukan kita di syurga dan menguatkan kita teguh pada
kebenaran dan menjadikan kita wafat dalam Islam. Ingat saya dalam do'a mu
dan jaga amanah yang saya percayakan kepadamu.

Ya Allah hancurkanlah orang-orang yang telah memisahkan ku dengan istri dan
anak-anakku ! Ya Allah ikatkanlah mereka dengan rantai api dan jadikanlah
mereka berjalan dengan muka mereka di hari berbangkit ! Ya Allah pecah
belahlah keluarganya, hancurkan hidupnya dan beri mereka kematian yang
lambat dan menyakitkan !

Ya Allah hancurkanlah  syaitan keji yang berpikir telah berhak menghukumku
dan mengambil hak-hakMu ! Ya Allah sumbatlah dia dengan ludahnya dan masukan
kedalam neraka.

Ya Allah jadikanlah kami tunduk patuh kepadaMu dan patuh kepadaMu dalam
susah dan senang.

 

Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami
istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan
jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (Al Forqaan : 74)

 

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau
dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada
Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji
kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima
tobat lagi Maha Penyayang. (Al Baqoroh :128)

 

Sumber:  <http://www.captivesupport.org/> www.captivesupport.org

 

 

Kamis 24 Apr, 09:39 AM 

In the Name of Allah, ar-Rahmaan, ar-Raheem. 

As-Salaamu Alaikum wa-Rahmatullahi wa-Barakaatuh, 

Firstly, I pray that this letter reaches you, and if it does, I pray that it
reaches you in the best of Imaan and Tawheed. 

I'm finding it extremely difficult to write this letter, simply because I
just don't know where to start. There's so much to say in such little time
and difficult circumstances, so forgive me if the content of this letter
seems all over the place. 

I want to start by saying marrying you was definitely one of the best
decisions I have ever made in this dunya. And I have enjoyed every day,
month and year with you. 

A lot has happened in the past year or so, and after I was arrested much of
our plans were shattered by the Kuffaar (may Allah curse them). But Allah
says, "they plot and plan, but Allah is the best of planners." Perhaps my
arrest was for the best of both of us, and our children - to strengthen our
Imaan, return to our Lord in worship (exclusively) and remind us of how
insignificant this dunya is. 

I am now in a position where I do not know when I will see you next. In
fact, there's a possibility that I may never see you again, if the Kuffaar
trump up more charges against me. But do not be disheartened. We accept
whatever Allah has decreed and destined for us - the good and the bad of
al-Qadr.

What if I were to pass away today, what would you do? You would have to
continue with your life. And what about before we were married, weren't you
able to cope with life? You do not need or rely on me. It is Allah we need
and rely upon. So whether I'm with you or not, Allah will continue to
provide for us and look after our affairs. Allah is sufficient for us, and
He is the best Disposer of affairs. 

On the Day of Judgement you will flee from me and your children, as every
person on that Day will have enough to worry about for themselves. You need
to focus and prepare for this Day more than anything else, because that Day
could be tomorrow, next week or in a few months. 

.

Continue studying the Deen, focusing on your Salaat and prayers,
distinguishing yourself from the Kuffaar (even by your dress), carrying
da'wah, working to establish Allah's Deen and memorising from the Book of
Allah. Always be around good company (practising sisters who are obedient to
Allah and to their husbands) and be with the Jamaa'ah that is following the
manhaj of the Messenger (SAW) and his Companions. Remember that Shaytaan is
with the individual. 

One of the best investments we have in this dunya is our children. Teach
them to read the Qur'aan, and teach them what is halaal and haraam. You and
I (inshallah) will both get the reward for every good deed they do, even
after we pass away! And make sure they always eat halaal. Check every label
and product. A child that grows up eating haraam will be disobedient and
rebellious to Allah, and even to you!

My dear wife, to me you are the most beautiful woman of this dunya today -
not just by your looks but also by your character. I have every bit of faith
in you. And you have been the best friend, companion, wife and partner. You
are a precious jewel that is simply irreplaceable. You are, inshallah, as
the Aayah states: 

".Therefore the righteous women are devoutly obedient (to Allah and to their
husbands), and guard in the husband's absence what Allah orders them to
guard (e.g. their chastity, their husband's property, etc.)." (4:34) 

You are upright, honourable, dignified, beautiful and charismatic. You have
always been obedient to me, fulfilled my rights and guarded your chastity
and my property. And every time I look to your face it brings happiness to
my heart. The Messenger Muhammad (SAW) said: 

"The best woman is one who pleases you when you look at her, obeys you when
you order her, and guards herself (her chastity) and your wealth in your
absence." (Tabaraani) 

I have enjoyed every moment with you - whether by sitting by your side,
having a cup of tea, dinner with the family, eating at our favourite
restaurants, discussing the da'wah, singing nasheeds, reading Qur'aan, going
to talks, or taking the kids to the park. I even used to enjoy winding you
up sometimes! I miss everything about you - your smile, character, beauty,
friendship, cooking, taste in fashion, and attention to detail. 

Please forgive me for every time I have hurt you or been discourteous
towards you. There have been many times when you have been under much
stress, particularly when the bills have pilled up over many weeks. It
really breaks me when I see you distressed, and sometimes I even feel
incompetent, because it is my responsibility to pay the bills, do the
shopping and make sure you feel safe, secure and tranquil. I sometimes feel
I have failed you as your husband, but I'm sure you are aware that the life
I lead as a daa'ie is not an ordinary one. You know my priorities are to
Allah and His Deen, particularly in this time of crisis, in which the
Shariah is not being implemented, we have no Ameer ul-Mu'mineen and Muslim
land is under occupation. But I believe because you have been so patient and
helped me with my responsibilities, Allah has always helped us find a way
out of our difficulties. And whenever I became busy with the dunya and
neglected my duty of commanding good and forbidding evil, those were the
times when we would argue and face hardship. 

The Messenger Muhammad (SAW) said: "Any woman who dies and her husband is
pleased with her will enter Paradise." (Ahmad)

I want you to know that I am very pleased with you, and I pray that Allah
enters you into Jannat ul-Firdaws, inshallah. Not many women are able to
attain their husband's pleasure, but you have done it. You have the golden
opportunity to reach the highest level in Jannah. You are married to a man
who was imprisoned by the Kuffaar for his Deen, and if you remain steadfast
and patient you will earn a great reward in the Akhirah, inshallah. 

I have the opportunity to attain shahaadah (if I die behind bars), and I
want you to enjoy with me the privileges of the Shaheed, if Allah accepts
me. We will have, in Jannah, the house we have always dreamed of. Which
prince, king or celebrity today has a palace 60 miles high and wide, that is
made of gold bricks and pearls? Which king today has 80,000 servants? Can
you imagine that? Never having to cook and clean or do the ironing again.
After such a prospect, how could any woman contemplate on abandoning her
husband while he is in prison or in jihad? Such a woman can only be
described as foolish, to say the least! 

The Messenger Muhammad (SAW) said that there is no barrier between Allah and
the oppressed person who supplicates to Him. 

May Allah unite us in Jannah and keep us firm to the haq, and make us die as
Muslims. Remember me in your du'aa and look after the amaanah I have
entrusted you with. 

O Allah destroy all of those who have separated me from my wife and
children! O Allah put them in chains of fire and make them walk on their
faces on the Day of Resurrection! O Allah divide their families, ruin their
lives and give them a slow and painful death! 

O Allah destroy the filthy Taaghout who thought he had the right to judge me
and steal Your attributes! O Allah make him choke on his own saliva and burn
him in Hell. 

O Allah, make us submissive to You and obey You in hardship and ease. 

"Our Lord! Bestow on us from our wives and our offspring who will be the
comfort of our eyes, and make us leaders for the Muttaqoon." (25:74) 

"Our Lord! And make us submissive unto You and of our offspring a nation
submissive unto You, and show us our Manaasik (all the rituals), and accept
our repentance. Truly, You are the One Who accepts repentance, the Most
Merciful." (2:128) 

 

Source:  <http://www.captivesupport.org/> www.captivesupport.org 

 

<<image001.png>>

Kirim email ke