Sang Pemimpi ****
Nah buku yang ini lebih realistis dan lebih membumi. Aku lebih senang baca yang ini. Dan lebih kocak juga. Aku tersentuh dengan kesetiakawanan si Arai, sepupu Ikal, 2 kali. Pertama, dia itu berlian ketika melihat ibunda Nurmi yang mau meminjam uang dengan menggadaikan biola kesayangan anaknya... serentak dia memecahkan celengan, yang diikuti si Ikal juga. Kirain mau langsung dikasih uangnya atau dibelikan bahan pokok aja. Ternyata dia membelikan bahan kue, agar si ibu bisa membuat kue dan Arai-Ikal akan membantu menjualnya. Dia memberi kail, bukan ikan. Dan sebagai balasannya, dia minta Nurmi memainkan biola dengan lagu juwita malam. Kedua, dia bekerja di kandang kuda, demi akhirnya bisa membawa Pangeran Mustika Baja Brana, kuda putih cantik luar biasa untuk dikendarai sahabatnya Jimbron - si Maniak Kuda... dan akhirnya kuda itu di bawa melewati pasar menuju fabrik cincau untuk diperlihatkan kepada Laksmi, yang disukai Jimbron dan membuatnya tersenyum untuk pertama kalinya. (Di akhir cerita Jimbron menikahi Laksmi). Kemudian aku tersentuh juga dengan kerelaan hati Jimbron yang memberikan celengan kudanya untuk 2 sahabatnya untuk berlayar dan sekolah di pulau jawa. Dia memang meniatkan untuk itu, sebab dia sadar dia sendiri tak kan mampu kuliah dan meninggalkan kampungnya. Ada pula tokoh... penyanyi orkes yang ramah, Bang Zaitun, punya empat istri dan selalu ketawa hi hi hi... lewat dia Arai belajar bagaimana menggaet cewek kesayangannya, Nurmala. Gmana lagi, dengan surat cinta, puisi dan bunga sudah ga mempan. Akhirnya dia ikuti sarannya karena sudah terbukti sang pemain orkes mempunyai banyak pacar dan 4 istri pula. Walau dengan suara jauh dari sempurna dan kemampuan gitar seadanya... di hari ultah sang doi, Arai bernyanyi When I Falling Love... tapi si pujaan malah menyetel piringan asli sang penyanyi dengan keras. Jelas dia kalah set. Di pertempuran kedua, Arai memilih lipsing dibantu 2 sahabatnya... dan akhirnya Ramputzel pun membuka jendela, tersenyum dan melihat aksi sang pangeran yang sudah dipinjami kostum istimewa dari Bang Zaytun. Singkat cerita mereka sampai di jakarta, Ikal kuliah di UI sambil menjadi juru sortir pos, sementera Arai pergi ke kalimantan. Ternyata dia kuliah di universitas mulawarman sambil kerja menjadi pengasah permata. Ikal sempat bertemu Nurmala yang ternyata menanyakan Arai (teori Arai betul... Nurmala tembok, dan Arai melempar lumpur ke tembok tersebut... memang tidak meruntuhkan hatinya, tapi akan membekas selamanya)... dan Akhirnya Ikal - Arai bertemu di seleksi penerimaan beasiswa ke Europa, mereka pulang bareng dan pengumumannya ternyata... mereka di terima di universitas yang sama... Luar biasa. Jangan mendahului nasib... itu intinya ================================= Yang ini juga...kebelet posting... Vita, dah abis neeech. CONFIDENTIALITY NOTICE The information in this email may be confidential and/or privileged. This email is intended to be reviewed by only the addressee(s) named above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any review, dissemination, copying, use or storage of this email and its attachments, if any, or the information contained herein is prohibited. If you have received this email in error, please immediately notify the sender by return email and delete this email from your system. Thank you.
