penggunaan data lain, dalam hal ini majalah ataupun informasi lain yg dpt dipertanggungjawabkan,adalah sah. saya sih kurang paham yg dimaksud dgn 'menekan' Nara sumber. jika nara sumber melaporkan penghasilan dlm laporan pajak berbeda dgn yg dilaporkan dlm majalah (lebih kecil dilaporan pajak misalnya) adalah wajar jika kemudian atas kekurangannya dihimbau untuk membayar kekurangan tersebut. yang ga wajar adalah jk petugas pajak menggunakan data tersebut untuk kepentingan pribadi dan wajib pajaknya lbh memilih untuk membayar si petugas pajak agar urusan beres drpd membayarnya ke kas negara.
On 6/3/08, OpiK <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Mo protes nih ke pihak DPJ (karena beberapa orang DPJ ada di milis ini) > > beberapa nara sumber ane (dan temen2 disini) mengeluh karena disamperin > orang DPJ setelah dimuat di majalah tempat ane bekerja. pihak DPJ > menggunakan data-data yang disajikan pada artikel2 yg kami terbitkan untuk > "menekan" si nara sumber. bahkan, beberapa petugas DPJ membawa majalah (yg > ada artikel tentang si nara sumber) ketika menyambangi si nara sumber. > > hal ini menghambat pekerjaan ane, karena banyak nara sumber yg takut kalo > mau ditulis > > enak bener yah pake data orang, gratis lagi. gak ada cara yg lebih kratif > apah???? mending kalo ada kompensasi buat perusahaan ane (misal, bebes pajek > seumum idup, dll) > > > 2008/6/3 Adji Pratomo <[EMAIL PROTECTED]>: > >> mohon perhatian sebentar >> smoga bermanfaat.. >> >> -- >> regards, >> >> Adjie >> "AC Milan atau tidak sama sekali" >> >> > > > > -- > OpiK > http://taufiek.wordpress.com > -- The New World is not America It is Internet .....and I wanna take my share in the New World
