Enakan mikirnya begini kali yach... Bahwa orang yang awalnya memiliki segudang kegagalan, dianggap bodoh, drop out kuliah, tidak istimewa dan gak hebat dalam akademik aja bisa berhasil * kenapa* kita yang (alhamdulillah) lebih baik startnya 'nggak bisa berhasil....?
Ayo tetep semangat.... Kita bisa... Kita boleh... Inget guru SD saya bilang: 'Nggak ada orang bodoh... yang ada cuma orang malas... Salam, Morry Infra +966-533214840 On 6/11/08, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kayaknya banyak banget orang2 sukses yg awalnya memiliki segudang > kegagalan, dianggap bodoh, drop out kuliah, tidak istimewa apalagi > jenius secara akademik. > Mudah2an artikel di atas ga dibaca bang komar. Kalo ketahuan doi bisa > teriak "AYO JADI PENGUSAHAAAA" > > On 6/11/08, Tubagus Farid <[EMAIL PROTECTED] <farid%40nagai.co.id>> wrote: > > Soichiro Honda" > > > > Amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu > > terbentur pada kendaraan bermerek Honda, baik berupa mobil > > maupun motor. Merek kendaran ini memang selalu menyesaki padatnya lalu > > lintas. Karena itu barangkali memang layak disebut sebagai raja > > jalanan. > > > > Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri kerajaan bisnis Honda -- > Soichiro > > Honda -- selalu diliputi kegagalan saat menjalani > > kehidupannya sejak kecil hingga berbuah lahirnya imperium bisnis mendunia > > itu. Dia bahkan tidak pernah bisa menyandang gelar insinyur. > > Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak > > pernah > > di depan, selalu menjauh dari pandangan guru. > > > > Saat merintis bisnisnya, Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia > > sempat > > jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun, ia terus > > bermimpi dan bermimpi. Dan, impian itu akhirnya terjelma dengan bekal > > ketekunan dan kerja keras. ''Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak > > bersedih, karena dunia saya di > > sekitar mesin, motor dan sepeda,'' tutur Soichiro, yang meninggal pada > usia > > 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo , akibat mengidap lever. > > > > Kecintaannya kepada mesin, jelas diwarisi dari ayahnya yang membuka > bengkel > > reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah. Di > > kawasan inilah dia lahir. Kala sering bermain di bengkel, ayahnya selalu > > memberi catut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di > > tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor > > penggeraknya. Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906 ini dapat > berdiam > > diri berjam-jam. Tak > > seperti kawan sebayanya kala itu yang lebih banyak menghabiskan waktu > > bermain penuh suka cita. Dia memang menunjukan keunikan sejak awal. > > Seperti misalnya kegiatan nekad yang dipilihnya pada usia 8 tahun, dengan > > bersepeda sejauh 10 mil. Itu dilakukan hanya karena ingin menyaksikan > > pesawat terbang. > > > > Bersepada memang menjadi salah satu hobinya kala kanak-kanak. > > Dan buahnya, ketika 12 tahun, Soichiro Honda berhasil menciptakan sebuah > > sepeda pancal dengan model rem kaki. Sampai saat itu, di benaknya belum > > muncul impian menjadi usahawan otomotif. Karena dia sadar berasal dari > > keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga > membuatnya > > selalu rendah diri. > > > > Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke kota , untuk bekerja di Hart Shokai > > Company. Bossnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda > > teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, > setiap > > oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja di > situ, > > menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, > Saka > > Kibara mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu . Tawaran ini > > tidak > > ditampiknya. > > > > Di Hamamatsu prestasi kerjanya kian membaik. Ia selalu menerima reparasi > > yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil > > pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya tak jarang > > hingga larut malam, dan terkadang sampai subuh. Yang menarik, walau terus > > kerja lembur otak jeniusnya tetap kreatif. > > > > Kejeniusannya membuahkan fenomena. Pada zaman itu, jari-jari mobil > terbuat > > dari kayu, hingga tidak baik untuk kepentingan meredam goncangan. > Menyadari > > ini, Soichiro punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan > logam. > > Hasilnya luar biasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke > seluruh > > dunia. > > > > Pada usia 30 tahun, Honda menandatangani patennya yang pertama. Setelah > > menciptakan ruji. Lalu Honda pun ingin melepaskan diri dari bosnya, > membuat > > usaha bengkel sendiri. Mulai saat itu dia berpikir, spesialis apa yang > > dipilih ? Otaknya tertuju kepada pembuatan ring piston, yang dihasilkan > > oleh > > bengkelnya sendiri pada 1938. Lalu, ditawarkannya karya itu ke sejumlah > > pabrikan otomotif. > > > > Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi > > standar. Ring Piston buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia > > ingat > > reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu dan menyesalkan dirinya > keluar > > dari bengkel milik Saka Kibara. Akibat kegagalan itu, Honda jatuh sakit > > cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali > > memimpin bengkelnya. Tapi, soal ring pinston itu, belum juga ada > solusinya. > > Demi mencari > > jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. > > > > Siang hari, setelah pulang kuliah, dia langsung ke bengkel mempraktekkan > > pengetahuan yang baru diperoleh. Tetapi, setelah dua tahun menjadi > > mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah. ''Saya > > merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan > dijejali > > penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya, '' ujar > > Honda, yang diusia mudanya gandrung balap mobil. Kepada rektornya, ia > > jelaskan kuliahnya bukan > > mencari ijazah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap > > penghinaan. Tapi dikeluarkan dari perguruan tinggi bukan akhir > > segalanya. Berkat > > kerja kerasnya, desain ring pinston-nya diterima pihak Toyota yang > langsung > > memberikan kontrak. Ini membawa Honda berniat mendirikan pabrik. > Impiannya > > untuk mendirikan pabrik mesinpun serasa kian dekat di pelupuk mata. > > > > Tetapi malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak > > memberikan dana kepada masyarakat. Bukan Honda kalau menghadapi kegagalan > > lalu menyerah pasrah. Dia lalu nekad mengumpulkan modal dari sekelompok > > orang untuk mendirikan pabrik. > > Namun lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya > terbakar, > > bahkan hingga dua kali kejadian itu menimpanya. > > > > Honda tidak pernah patah semangat. Dia bergegas mengumpulkan karyawannya. > > Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal > > Amerika Serikat, untuk digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. > > Penderitaan sepertinya belum akan selesai. Tanpa diduga, gempa bumi > meletus > > enghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik ring > pinstonnya > > ke Toyota . Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang > semuanya > > gagal. > > > > Akhirnya, tahun 1947, setelah perang, Jepang kekurangan bensin. Di sini > > kondisi ekonomi Jepang porak poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat > > menjual mobilnya akibat krisis moneter itu. Padahal dia ingin menjual > mobil > > itu untuk membeli makanan bagi keluarganya. > > > > Dalam keadaan terdesak, ia lalu kembali bermain-main dengan sepeda > > pancalnya. Karena memang nafasnya selalu berbau rekayasa mesin, dia pun > > memasang motor kecil pada sepeda itu. Siapa sangka, sepeda motor-- cikal > > bakal lahirnya mobil Honda -- itu diminati oleh para tetangga. Jadilah > dia > > memproduksi sepeda bermotor itu. Para tetangga dan kerabatnya > > berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Lalu Honda > > kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas > > dari > > tangannya. Motor Honda berikut mobilnya, menjadi raja jalanan dunia, > > termasuk Indonesia. > > > > Semasa hidup Honda selalu menyatakan, jangan dulu melihat keberhasilanya > > dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan > yang > > dialaminya. > > > > ''ORANG MELIHAT KESUKSESAN SAYA HANYA SATU PERSEN. > > > > TAPI, MEREKA TIDAK MELIHAT 99 PERSEN KEGAGALAN SAYA,'' tuturnya. Ia > > memberikan petuah, ''KETIKA ANDA MENGALAMI KEGAGALAN, MAKA SEGERALAH > MULAI > > KEMBALI BERMIMPI. DAN MIMPIKANLAH MIMPI BARU.'' > > > > Jelas kisah Honda ini merupakan contoh, bahwa sukses itu bisa diraih > > seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, dan hanya > berasal > > dari keluarga miskin. > > > > Kind Regards > > > > RENO FANTHI > > Export / Local Creative > > > > > > -- > > No virus found in this incoming message. > > Checked by AVG. > > Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.24.1/1466 - Release Date: > 25/05/2008 > > 18:49 > > > > > > -- > > No virus found in this incoming message. > > Checked by AVG. > > Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.24.4/1477 - Release Date: 6/1/2008 > > 5:28 PM > > > > > > > > -- > The New World is not America > It is Internet > .....and I wanna take my share in the New World > > >
