Program kejar paket B ato C menurut vie bagus. Tapi kayaknya lebih
efektif kalau mereka2 yg dah berusia 30-an keatas itu di orientasiin ke
keahlian/ keterampilan. Kan setidaknya mrk dah bebas dari buta calistung
(kecuali yg buta huruf, perlu kejar paket A). memang ada peluang kerja
siy. tapi silahkan dipertimbangkan menurut bang komar :-)
 
Kalo yg masiy usia2 sekolah (tapi gak bisa sekolah krn biaya) baru yg
diorientasikan utk ikut program tersebut, karena usia mereka masiy muda,
karena bkn gak mungkin mereka nanti punya kesempatan utk kuliah
(meskipun program Universitas Terbuka)
(menurut vie loh :-):-)).
 Nah yg usia kerja tadi (>30) lebih efektif diikutkan program seperti
pelatihan untuk petani tambak/perikanan, perkebunan (sawah/kebun disana
masiy luas kan-belum jadi beton alias perumahan maksudnya he--),
keahlian memasak, keterampilan menjahit/kerajinan tangan dll (bkn Bpk2
nya aja yg di ajak, ibu2nya libatkan juga)
 
trus juga pelatihan untuk wirausaha serta training motivasi untuk
membangkitkan motivasi mereka. Ini penting.
 
Trus mereka dibikinin kelompok2 (supaya lebih teratur dan solid). Nanti
masing2 kelompok focus ke salah satu bidang yg menurut mereka paling
mereka sukai. Lalu didatangkan Pembina dari dinas pertanian atau ahli
lainya (pelatihan wirausaha yg bang komar adain kemarin bagus). Klo
perlu datengin pelaku2 bisnis yg sukses kayak bob sadino dll. Vie yakin
mereka pasti mau berbagi ilmu. Kabarnya Om bob juga butuh partner petani
untuk memenuhi permintaan impor bisnis sayurannya (agrobisnis). 
Trus untuk dana, coba deh tanya2 untuk bantuan dana UMKM. Rasanya
sekarang Bank dah banyak yg buka program pinjaman untuk UMKM. 
Dari pada uang bank di pinjem sama satu orang konglomerat trus dananya
macet. Mending di pinjem sama rakyat kecil. Bisa kebagian banyak orang
dan lebih lancar pengembaliannya. Ya gak?..jadi gak yg kaya aja semakin
kaya!!.. (sorry emosi, bukan berarti anti kemapanan loh :-))
 
Bang daerah sana deket laut gak ya?...
 
Vie pernah baca suatu artikel tentang budidaya ikan (ato lobster ya?
Hehe lupa)yang di combine dengan pertanian. Di lakukan di dekat laut,
Trus diantaranya ada juga ditanam tanaman lain (vie lupa jenisnya..) yg
mana mereka itu saling membantu. Maksudnya. Sawah membantu menyediakan
makanan dan tempat utk ikan berkembang biak dan bertelur trus tanaman
lain itu membantu mengurangi hama dari padi (detailnya vie lupa). 
Karena menarik artikel itu sempat vie gunting (karena kebetulan rumah
tante di padang deket laut, kali aja suatu waktu kepake hehe), sayang
gak langsung di pisahkan Cuma disimpan di dalam buku, dan lagi itu vie
cari gak ketemu hihi dasar pikun. 
 
Yg paling penting siy cara berfikir dan motivasi mereka dulu yg perlu
dirubah. Karena, terlahir sebagai bagian dari keluarga kurang mampu itu
adalah takdir, tapi menjadi orang sukses dikemudian hari itu pilihan.
 
Kan bang komar dulu pernah bilang ke aku "Bermimpilah!! karena
sesungguhnya segenap alam akan memeluk mimpi-mimpi mu dan berdoa untuk
mu". "Jangan pernah takut bermimpi!. Karena semua hal besar yg terjadi
di dunia selalu diawali dari mimpi. bang komar kan yg ngajarin vie
bermimpi. (oya, mimpi vie masih vie genggam kok bang, dan progress
kesana dah berjalan, walopun gak sesuai rencana alias jalannya masih
amat sangat pelan sekali. Hihi, jadi malu.mudah2an bertahap speednya
bisa dipercepat :-))
 
Waduh ceritanya kepanjangan ya:-)
Moga2 bisa memberi inspirasi. Vie doain usaha bang komar berhasil.
 
Salam,
Vavi
 
 
 
 
 
 
________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of komarudin ibnu mikam
Sent: Friday, June 13, 2008 10:19 AM
To: [email protected]
Subject: [sma1bks] Adakah sedikit yang bisa di Berikan?
 
Frends,
assalamu'alaikum wr.wb
salam sejahtera buat semuanya,

Ceritanya dalam setahun terakhir saya aktif di  LSM ALiansi Utara (ALU).
Lo bisa longok di aliansiutara.multiply.com
<http://aliansiutara.multiply.com> 

Anggotanya, jujur aze, emang kebanyakan preman. Paling gak mereka yang
ngedepanin otot dibanding otak. "Yah, gimana bang, gua bisanya berantem.
Mau apa lagi kalau mau idup?" gitu kata Mandor Engkar. Doi biasanya
beroperasi di Muara Tengah, desa Suka Tenang.

Dua bulan kemarin, gue inventarisir semua. Terhitung ada 2423 orang,
formulir yang masuk jadi anggota. Itu belon semua yang dikumpulin.
Kebanyakan dari Kec. Tarumajaya. 

Perasaan gue bahagia bercampur ngeri. Bahagia karena berarti banyak yang
percaya sama ALU. Ngerinya kalau apa yang mereka harapkan kagak
kesampaian. Aih, berat cing!

Kepala gue muter mikir, gimana caranya ngasih sesuatu yang bisa jadi
solusi bagi mereka. Alhamdulillah, Pak Sanusi Nasihun, sang ketua ALU
punya channel ke Marunda Centre. Kawasan Industri dan Pergudangan. Titik
cerah mulain keliatan. Yakni, peluang kerja bagi temen-temen anggota
kita.

Ups, masalah muncul. Kebanyakan lulusan SD dan SMP!
Gila!

Mikir lagi, munculah ide untuk bikin program ujian kesetaraan. jadi yang
sd bisa up grade ke smp. SMP ke SMA. yang kagak sekolah bikin buat Paket
A. Alhamdulillah, dalam tempo sehari, perizinan kelar di Diknas Kab,
Bekasi.

Selesaikah masalah sampai di situ?

Halagh, ternyata ada lagi........."Ya, bang. Gimana biayanya?"
Kembali gue terdiam. 
Gue narik nafas, beraaat...kayaknya gak sampe tenggorokkan. 
Gue nelen ludah....pahiiit!
.......................maju, maju, maju....jangan patah semangat mar!


--------kira-kira ada yang punya solusi?


kampung kepu, sukaringin, Kec, Sukawangi





 
 


Confidentiality Notice: This message, including any attachments, is for the 
sole use of the intended recipient(s) and may contain confidential and 
privileged information. Any unauthorized review, use, disclosure, or 
distribution is strictly prohibited. If you are not the intended recipient, 
please contact the sender by reply e-mail and destroy all copies of the 
original message.

Kirim email ke