MENGENANG INONG... (ANNA SITTI HERDIYANTI)

 

Ga kerasa, hampir 2 tahun, Inong meninggalkan kita... ketika aku pengen
menyelesaian RITME, kayaknya aku harus masukin puisi untuk beliau
lagi... secara aku pernah kenal dekat lewat milis [EMAIL PROTECTED],
dan pernah 2 kali ketemu juga. Ada dua sih yang aku buat sebelum beliau
menikah dengan Haris (ITB EL-92)...

 

Orangnya seru... dulu aku terkagum-kagum dengan kemampuan bikin
websitenya Homepagenya Inong
<http://www.geocities.com/CollegePark/Quad/2371/index2.html> . Setelah
menikah dan punya anak, beliau membuat blog khusus memasak Dapur Bunda
<http://dapurbunda.blogspot.com>  ditulis terakhir 27 August 2006
(banyak banget penggemarnya), dan juga Cerita Bunda
<http://zidansyifa.blogspot.com>  terakhir ditulis 29 August 2006.
Beliau sendiri meninggal karena asma pada 31 Aug 2006. Kalau diberi
kesempatan hidup lebih lama, kayaknya beliau akan menjadi selebriti MP
yang banyak penggemarnya juga.

 

Dan ketika aku mencari bahan-bahan untuk tulisan di milis
[EMAIL PROTECTED], sempet terenyuh juga melihat beliau menulis
puisi terakhirnya...

================================================

Tuhan, Kau masih ingat janjiku malam itu?
Aku sudah menepatinya bukan?
Lalu..
Mengapa kabut semakin tebal menggigitku
dan tiada setitik pun berkas sinar di kejauhan

Aku semakin kedinginan, Tuhan
Jangan biarkan ku membeku

Monday, August 28, 2006. (by Inong).

=================================================

 

serentak... kawan di milis penyair, memberikan penghormatan terakhir...
dan malah ada yang punya ide untuk mengumpulkan puisi beliau yang
terserak dan menjadikannya buku. ga tahu udah jadi belum... soale aku
juga ga aktif di milis ini.

 

Berikut puisi spontan dari teman-teman ketika mendengar kabar duka... 

Inong semoga kasih Allah menjadi selimutmu. Amiin.

 

===================================================

Sajak Terakhir (mengenang inong haris)

Tulus W.

 

jika puisi bersedia mengganti waktuwaktu yang hilang
akan kutuliskan semesta lirik tak hentihenti
menabuh percakapan yang tak pernah terjadi

seorang bocah tersenyum kepadamu
memastikan dongeng tak alpa malam ini
dan dunia tenteram dalam selimut hangatmu
lalu riwayat dituliskan dengan tinta biru
lalu angin berbisik di sebuah pagi,
dan Sang Kekasih tersenyum kepadamu

esok matahari menjalani janji
akan kureka-reka kabarmu pada ujung cahayanya.

01/09/06

 

===================================================

SEBUAH RAHASIA

zidan, syifa
yakinlah setiap tetes doa yang luruh bersama air mata
menyempurnakan tangga bunda
menuju kekasih yang maha
tempat sebenarbenar cinta mencahaya!

indah ip
1 sept 2006
7.00 am

 

===================================================

MENUJU CAHAYA
: inong

demikian katup mata redup cahaya
namun ruh melesat meniti tangga
menuju cahaya, sang maha cahaya.




kedoya elok, detik ini. Anggoro

 

===================================================

Jakarta-Surga, Pulang atau Pergi?

 

ia menggenggam selembar tiket
perjalanan menuju cahaya
tapi bagaimana jika dia tak punya sayap?
buat apa ada malaikat
apakah aku malaikat?
bukan, kamu adalah kesayanganku...
sejak kapan?
kamu tak perlu tahu, waktu hanya membuatmu pilu
karena waktu adalah satu-satunya yang hilang
yang terbuang
yang lengang
antara kau dan aku
dia termangu
menggenggam tiket
menuju sulur cahaya
dia memandangku lagi
di ruang tunggu waktu
bukankah tugasku untuk merindu?
lalu dia menggoreskan senyum
pada luka dada
pada sebuah jeda
antara ada dan tiada
ini namanya jembatan rambut dibelah tujuh?
di ujung sana di situlah surga
di bawah adalah cintaku
yang berapi-api
yang membuih
membakarmu sampai hangus
tapi aku puas dengan cintamu...
dan aku belum puas mengutuk rindu...
sebuah double dekker merah
pada jantung yang berhenti berdarah
dia melihat tiketnya
jakarta-surga
00:00 WIB
dia menyerahkan tiketnya
pada monster bersayap putih
"pak, bolehkah sekali-kali nanti saya pinjam sayapmu?
aku takut rindu..."
maaf, ini tiket satu arah


salam sayang,
randu.
we're gonna miss you so much, bunda inong...

 



CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. 
This email is intended to be reviewed by only the addressee(s) named 
above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified 
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email 
and its attachments, if any, or the information contained herein is 
prohibited. If you have received this email in error, please 
immediately notify the sender by return email and delete this email 
from your system. Thank you.

Kirim email ke