trims infonya...
tapi kalo boleh, kasih pelajaran juga dari film lain dong. gw dah dapat kayak 
ginian 3 kali.
ada masukan???

--- Pada Kam, 10/7/08, Noverto Aji Prasetyo <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

Dari: Noverto Aji Prasetyo <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: [sma1bks] Belajar dari Kung Fu Panda
Kepada: 
Tanggal: Kamis, 10 Juli, 2008, 1:01 PM







Dah pada nonton filmnya blom..?? Klo udah ternyata ada beberapa hal loh yang 
bisa kita ambil dari film ini.
Klo dah pernah dapet sori yach.


1. The secret to be special is you have to believe you're special.
Po hampir putus asa karena tidak mampu memecahkan rahasia Kitab Naga, yang 
hanya berupa lembaran kosong. Wejangan dari ayahnya-lah yang akhirnya membuatnya
kembali bersemangat dan memandang positif dirinya sendiri. Kalau kita berpikir 
diri kita adalah spesial, unik, berharga kita pun akan punya daya dorong
untuk melakukan hal-hal yang spesial. Kita akan bisa, kalau kita berpikir kita 
bisa. Seperti kata Master Oogway, You just need to believe 


 
2. Teruslah kejar impianmu. 
Po , panda gemuk yang untuk bergerak saja susah akhirnya bisa menguasai ilmu 
Kung Fu. Berapa banyak dari kita yang akhirnya menyerah, gagal mencapai impian
karena terhalang oleh pikiran negatif diri kita sendiri? Seperti kata Master 
Oogway, kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, saat ini adalah anugerah,
makanya disebut Present hadiah. Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh 
kegagalan masa lalu dan ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang
yang telah dianugerahkan Tuhan padamu. 

 
3. Kamu tidak akan bisa mengembangkan orang lain, sebelum kamu percaya dengan 
kemampuan orang itu, dan kemampuan dirimu sendiri. Master ShiFu ogah-ogahan 
melatih Po . Ia memandang Po tidak berbakat. Kalaupun Po bisa, mana mungkin ia 
melatih Po dalam waktu sekejap. Kondisi ini berbalik
seratus delapan puluh derajat, setelah ShiFu diyakinkan Master Oogway -gurunya- 
bahwa Po sungguh-sungguh adalah Pendekar Naga dan Shi Fu satu-satunya orang
yang mampu melatihnya. Sebagai guru atau orang tua, hal yang paling harus 
dihindari adalah memberi label bahwa anak ini tidak punya peluang untuk 
berubah.  Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang lain tidak punya 
masa depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita kehilangan percaya diri, 
bahwa kita masih mampu untuk membimbing mereka. 



4.Tiap individu belajar dengan cara dan motivasinya sendiri. 
Shi Fu akhirnya menemukan bahwa Po baru termotivasi dan bisa mengeluarkan semua 
kemampuannya, bila terkait dengan makanan. Po tidak bisa menjalani latihan
seperti 5 murid jagoannya yang lain. Demikian juga dengan setiap anak. Kita 
ingat ada 3 gaya belajar yang kombinasi ketiganya membuat setiap orang punya 
gaya belajar yang unik. Hal yang menjadi motivasi tiap orang juga berbeda-beda. 
Ketika kita memaksakan keseragaman proses belajar, dipastikan akan ada 
anak-anak yang dirugikan. 

 5. Kebanggaan berlebihan atas anak/murid/diri sendiri bisa membutakan mata 
kita tentang kondisi sebenarnya, bahkan bisa membawa mereka ke arah yang salah.

 Master ShiFu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan tutul, murid pertamanya, 
yang ia asuh sejak bayi. Ia membentuk Tai Lung sedemikian rupa agar sesuai
dengan harapannya. Memberikan impian bahwa Tai Lung
akan menjadi Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi Fu tidak 
melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus membayar mahal, bahkan nyaris
kehilangan nyawanya. Seringkali kita memiliki image yang keliru tentang diri 
sendiri/anak/ murid kita. Parahnya, ada pula yang dengan sengaja
mempertebal tembok kebohongan ini dengan hanya mau mendengar informasi dan 
konfirmasi dari orang-orang tertentu. Baru-baru ini saya bertemu seorang ibu
yang selama 14 tahun masih sibuk membohongi diri bahwa anaknya tidak autis. Ia 
lebih senang berkonsultasi dengan orang yang tidak ahli di bidang autistik.
Mendeskreditkan pandangan ahli-ahli di bidang autistik. Dengan sengaja memilih 
terapis yang tidak kompeten, agar bisa disetir sesuai keinginannya. Akibatnya 
proses terapi 11 tahun tidak membuahkan hasil yang signifikan. Ketika kita 
punya image yang keliru, kita akan melangkah ke arah yang keliru. 

 6. Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan kepahitan tinggal dalam 
hatimu. 

Setelah dikhianati oleh Tai Lung, Shi Fu tidak pernah lagi menunjukkan 
kebanggaan dan kasih sayang pada murid-muridnya. Sisi terburuk dari kepahitan 
adalah
kita tidak bisa merasakan kasih sayang dan tidak bisa berbagi kasih sayang. 



  
7. Keluarga sangatlah penting. 
Di saat merasa terpuruk, Po disambut hangat oleh sang ayah. Berkat ayahnya pula 
Po dapat memecahkan rahasia Kitab Naga dan menjadi Pendekar nomor satu.
Sudahkah kita memberi dukungan pada anggota keluarga kita? 

 
Cheers
@ji
 

This e-mail message has been scanned for Viruses and Content and cleared by 
NetIQ MailMarshal 

 














      
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke