wuaduh, seru juga yah.. masing2 kita punya cerita-cerita.... we have our own story, at least my engkong's story
ini cerita tentang mitos buaya putih kali bekasi; Zaman dahulu kala. Ada mandor pingir kali bekasi yang gagah nan perkasa. Punya anak wanita cantik. Lemah gemulai menawan nan sakti mandraguna. Semakin besar. Gak ada jomblo yang berani ngelirik atau bawain bunga. Sampe akhirnya dibuat sayembara. Diiklanin di RCTI siapa yang bisa ngalahin si cantik maka ia akan jadi suaminya berduyun-duyunlah semua jawara dan mandor mulain dari ujung sembilangan babelan ampe ujung krawan semua jurus asli bekasi dipamerkan mulain dari cingkrik ampe cimande atu per satu beradu jago sayang gak ada atu pun yang berhasil ngalaih si cantiq [hm...kalo sekarang bikin sinteron mungkin sandra dewi kali ye...yang wajahnya agak judes gitu...] eh, dateng seorang anak muda kulit putih bersih wajah gak kalah dengan pemain sinetron sekelas Aming, eh, .... pas diadu... ternyata ia menang pernikahan pun digelar sayang pas anaknya lahir ia pergi dan buka kartu kalao dirinya adalah jelmaan buaya putih yang sedang cari keturunan dari manusia untuk mengalahkan raja dzalim di dunia siluman maka dengan sedih si cantiq melepas sang kekasih air mata berlinang dada bergemuruh gelombang rasa tak menentu.... bersama sang putra, ia pergi masuk ke dalam kali Bekasi.... Sang Nyai berkata, "TOLONG jaga kali Bekasi..karena di sana ada anakku..." JANGAN PERNAH BUANG SAMPAH KE KALI BEKASI! karena disana ada anakku... On 7/10/08, avicena.qisthi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Oh..gue baru tahu versi yang ini neh, rawa tembaga. Kalau yang setahu > gue, menurut versi yang gue denger, itu disebut rawa tembaga karena di > situ itu suka ada penampakan kapal besar dari tembaga? Kalau orang bisa > ngeliat katanya terlihat tuh kapal dr tembaga (*terus terang gue agak > pengen ketawa tulis ini*). > > Satu lagi ada cerita veteran perang jepang maen ke bekasi, > menanyakan "ALI" ke kantor polisi (entah kantor polisi mana?). Dia > bercerita ketika jepang menyerang bekasi, mereka mendapat perlawanan > sengit dr pejuang-pejuang indonesia yang dipimpin oleh si Ali. Malah > katanya ketika si Ali dan kawan-kawan dikepung, rumah tempat > persembunyain mereka seolah olah jadi berdiri ditengah-tengah danau, > sehingga jepang ga bisa menerobos masuk ke tempat itu. > Telusur punya telusur si Ali yang dimaksud adalah guru kita ulama besar > K.H. Nur Ali. > > Apip Kamil > > fis3 91 > > > -- Komarudin Ibnu Mikam WTS - Writer Trainer Speaker komarmikam.multiply.com 0818721014 karya-karya ; sekuntum cinta untuk istriku (GIP) prahara buddenovsky (GIP) dinda izinkan aku melamarmu (KBP) sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat) nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat) merit yuk! (qultum media) rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)
